Pemkot Bengkulu Catat 11.601 Warga Terdampak Banjir Bengkulu, Fasilitas Umum Rusak
Banjir Bengkulu melanda delapan kecamatan, menyebabkan 11.601 warga terdampak dan merusak fasilitas umum. Pemerintah Kota Bengkulu kini fokus pendataan dan penyaluran bantuan.
Bencana banjir melanda Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, menyebabkan ribuan warga terdampak. Peristiwa ini terjadi akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah tersebut sejak Minggu malam (5/4/2026). Pemerintah Kota Bengkulu melalui BPBD segera mengambil langkah penanganan.
Data terbaru menunjukkan sebanyak 11.601 warga dari 2.881 kepala keluarga (KK) mengalami dampak langsung dari banjir ini. Mereka tersebar di delapan kecamatan berbeda di seluruh Kota Bengkulu. Dua fasilitas umum, yaitu sekolah dan masjid, juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat terendam air.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bengkulu, I Made Wardana, menyatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Pihak berwenang kini fokus pada pendataan kerusakan dan upaya pemulihan pascabencana.
Dampak dan Sebaran Banjir di Kota Bengkulu
Banjir Bengkulu yang terjadi menyisakan dampak signifikan bagi masyarakat setempat. Selain merendam permukiman warga, bencana ini juga mengakibatkan kerusakan pada infrastruktur penting. Kerusakan ringan ditemukan di beberapa titik, meskipun tidak terlalu signifikan secara keseluruhan.
Delapan kecamatan di Kota Bengkulu menjadi wilayah paling parah terdampak. Kecamatan-kecamatan tersebut meliputi Singaran Pati, Muara Bangkahulu, Ratu Agung, dan Ratu Samban. Kondisi ini menunjukkan luasnya sebaran wilayah yang terjangkau oleh genangan air akibat curah hujan tinggi.
Wilayah lain yang juga merasakan dampak Banjir Bengkulu adalah Kecamatan Sungai Serut, Kampung Melayu, dan Gading Cempaka. Petugas BPBD terus melakukan penyisiran untuk memastikan semua area terdampak teridentifikasi. Pendataan ini menjadi krusial untuk langkah-langkah penanganan selanjutnya.
Respons Cepat Pemerintah dan Upaya Pemulihan
Pemerintah Kota Bengkulu, melalui jajaran BPBD, bergerak cepat dalam menanggapi situasi darurat ini. Sejak hari ketiga pascabanjir, proses pendataan dilakukan secara intensif untuk mengidentifikasi kerusakan rumah dan fasilitas lainnya. Langkah ini bertujuan memastikan seluruh dampak bencana dapat terdata dengan baik.
I Made Wardana menjelaskan bahwa pendataan ini akan menjadi dasar bagi penanganan lanjutan yang akan dilakukan. Fokus utama saat ini adalah pemulihan kondisi masyarakat dan penyaluran bantuan kepada korban bencana. Koordinasi antarlembaga terus diperkuat untuk efektivitas penanganan.
Meskipun terjadi kerusakan material, kabar baiknya adalah tidak ada korban jiwa yang dilaporkan. Ini menunjukkan kesiapsiagaan dan respons awal yang cukup baik dari masyarakat serta aparat terkait. Upaya kolaboratif diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan bagi seluruh warga terdampak Banjir Bengkulu.
Delapan kecamatan yang terdampak Banjir Bengkulu meliputi:
- Kecamatan Singaran Pati: Kelurahan Jembatan Kecil, Kelurahan Lingkar Timur, Kelurahan Panorama.
- Kecamatan Muara Bangkahulu: Kelurahan Rawa Makmur, Kelurahan Rawa Makmur Permai, Kelurahan Pematang Gubernur.
- Kecamatan Ratu Agung: Kelurahan Tanah Patah, Kelurahan Kebun Tebeng, Kelurahan Nusa Indah, Kelurahan Sawah Lebar Baru, Kelurahan Sawah Lebar.
- Kecamatan Ratu Samban: Kelurahan Anggut Atas, Kelurahan Belakang Pondok, Kelurahan Penurunan, Kelurahan Anggut Bawah, Kelurahan Kebun Dahri.
- Kecamatan Sungai Serut: Kelurahan Surabaya, Kelurahan Sukamerindu, Kelurahan Tanjung Jaya, Kelurahan Tanjung Agung, Kelurahan Pasar Bengkulu, Kelurahan Semarang, Kelurahan Kampung Kelawi.
- Kecamatan Kampung Melayu: Kelurahan Muara Dua, Kelurahan Kandang.
- Kecamatan Gading Cempaka: Kelurahan Lingkar Barat, Kelurahan Jalan Gedang.
Sumber: AntaraNews