Kementerian PUPR Data Kerusakan Huntara Aceh Utara Pasca Angin Kencang
Puluhan hunian sementara (huntara) di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, rusak parah akibat diterjang angin kencang. Kementerian PUPR bergerak cepat mendata Kerusakan Huntara Aceh Utara dan siapkan perbaikan darurat.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera mendata kerusakan hunian sementara (huntara) di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara. Puluhan unit huntara hancur diterjang angin kencang pada Selasa sore (2/6).
Menteri PUPR Dody Hanggodo menyatakan tim teknis Satuan Kerja Prasarana Strategis Aceh telah diterjunkan ke lokasi. Bersama PT Pembangunan Perumahan (Persero), mereka mengidentifikasi tingkat kerusakan. Fokus utama adalah keselamatan dan kenyamanan warga terdampak.
Laporan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) mencatat 58 unit huntara di empat gampong terdampak. Kondisi ini mendorong respons cepat pemerintah. Penanganan darurat menjadi prioritas utama bagi masyarakat.
Detail Kerusakan dan Lokasi Terdampak
Angin kencang yang melanda wilayah Aceh Utara pada awal Juni ini menyebabkan kerusakan signifikan pada fasilitas hunian sementara yang vital. Data dari BPBA menunjukkan bahwa 58 unit huntara mengalami kerusakan di Kecamatan Langkahan.
Kerusakan tersebut tersebar di beberapa gampong, meliputi 36 unit di Gampong Rumoh Rayeuk, tujuh unit di Buket Linteung, 10 unit di Geudumbak, dan lima unit di Gampong Langkahan. Skala kerusakan ini membutuhkan penanganan yang komprehensif dan cepat.
Identifikasi awal oleh tim teknis Kementerian PUPR mengungkap berbagai jenis kerusakan. Antara lain, plafon dan atap blok A mengalami kerusakan, plafon blok B mengalami kebocoran, nok atap blok C rusak ringan, serta plafon area dapur blok D juga terdampak.
Respons Cepat Kementerian PUPR dan Langkah Penanganan
Menteri PUPR Dody Hanggodo menegaskan komitmen pemerintah untuk segera menindaklanjuti kerusakan ini. “Keselamatan dan kenyamanan masyarakat menjadi prioritas utama, sehingga penanganan harus dilakukan secepat mungkin agar warga dapat kembali beraktivitas dengan normal,” ujarnya.
Dody telah menginstruksikan jajaran Kementerian PUPR melalui Satuan Kerja Prasarana Strategis (PS) Aceh untuk segera melakukan perbaikan. Targetnya, perbaikan dapat diselesaikan dalam waktu satu minggu agar warga dapat kembali menempati hunian dengan aman dan nyaman.
Selain perbaikan, Kementerian PUPR juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait untuk mendirikan tenda darurat. Tenda ini akan berfungsi sebagai tempat penampungan sementara jika diperlukan selama proses perbaikan huntara berlangsung.
Tim teknis juga diminta membantu pembersihan material bangunan yang terdampak serta menyiapkan langkah-langkah penanganan darurat bagi warga. Pemeriksaan lebih lanjut sedang dilakukan untuk memastikan seluruh perbaikan dapat dilaksanakan secara tepat.
Latar Belakang Pembangunan Hunian Sementara di Aceh Utara
Hunian sementara di Kecamatan Langkahan ini merupakan bagian dari fasilitas yang dibangun oleh Kementerian PUPR. Pembangunan dilakukan melalui Direktorat Jenderal Prasarana Strategis untuk mendukung penanganan masyarakat terdampak bencana di Aceh.
Fasilitas ini dibangun di atas lahan seluas sekitar 1.440 m2 yang disediakan oleh Pemerintah Aceh Utara. Total terdapat lima blok huntara yang dirancang untuk menampung lebih kurang 60 kepala keluarga.
Keberadaan huntara ini sangat krusial dalam menyediakan tempat tinggal yang layak bagi warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana. Oleh karena itu, perbaikan cepat menjadi sangat penting untuk menjaga keberlanjutan fungsi fasilitas tersebut.
Sumber: AntaraNews