216 KK Korban Bencana di Aceh Utara Terima Kunci Hunian Sementara
Ratusan kepala keluarga korban banjir bandang dan longsor di Kabupaten Aceh Utara kini bisa menempati hunian sementara. Penyerahan kunci hunian sementara Aceh Utara ini diharapkan mempercepat pemulihan pascabencana.
Sebanyak 216 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Aceh Utara telah menerima kunci hunian sementara (Huntara) pada Rabu, 28 Januari 2026. Penyerahan ini menjadi angin segar bagi para korban banjir bandang dan longsor yang kehilangan tempat tinggal. Proses serah terima ini dilakukan langsung oleh Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, kepada para pengungsi.
Hunian sementara ini merupakan hasil kolaborasi antara Danantara Indonesia dengan dukungan pengerjaan dari PP Construction Invesment dan Waskita. Muntasir Ramli, Juru Bicara Pemerintah Aceh Utara, menyatakan bahwa para pengungsi kini sudah dapat menempati Huntara tersebut. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan tempat tinggal yang layak bagi warga terdampak bencana.
Bencana banjir bandang dan longsor yang melanda Aceh Utara pada akhir November 2025 telah menyebabkan kerusakan parah pada ribuan rumah. Penyerahan Huntara ini adalah langkah konkret untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah tersebut. Diharapkan, langkah ini dapat meringankan beban para korban yang masih berada di pengungsian.
Penyerahan dan Lokasi Hunian Sementara
Penyerahan kunci Huntara dilakukan di dua lokasi berbeda di Aceh Utara. Lokasi pertama mencakup 180 unit hunian, sementara lokasi kedua menyerahkan 36 unit Huntara kepada warga terdampak. Total 216 unit Huntara ini siap huni dan telah diserahkan kepada para kepala keluarga.
Muntasir Ramli menjelaskan bahwa Bupati Ismail A Jalil secara langsung menerima penyerahan Huntara dari Danantara Indonesia. Selanjutnya, Bupati menyerahkan kunci-kunci tersebut kepada warga yang berhak. Keterlibatan langsung pemerintah daerah menunjukkan komitmen dalam penanganan dampak bencana.
Sebanyak 395 jiwa akan menempati 216 unit Huntara yang telah diserahkan kuncinya. Proses ini merupakan bagian dari upaya besar untuk memulihkan kondisi masyarakat pascabencana. Keberadaan Huntara sangat vital untuk memastikan warga memiliki tempat berlindung yang aman.
Percepatan Pembangunan dan Kebutuhan Mendesak
Dari total kebutuhan 298 unit Huntara, Danantara Indonesia telah berhasil membangun 216 unit yang siap huni. Sementara itu, sisa 118 unit lainnya sedang dalam proses persiapan oleh BNPB. Koordinasi antarlembaga menjadi kunci dalam percepatan pembangunan ini.
Bupati Aceh Utara berharap semua pihak dapat membantu mempercepat pembangunan Huntara dan hunian tetap (Huntap). Targetnya, semua pengungsi yang masih tinggal di tenda darurat dapat segera dipindahkan. Pemindahan ini diharapkan dapat terlaksana sebelum memasuki bulan Ramadan mendatang.
Percepatan pembangunan Huntara sangat penting mengingat kondisi pengungsi yang masih rentan. Ketersediaan tempat tinggal yang layak akan membantu memulihkan psikologis dan kondisi sosial ekonomi mereka. Upaya kolaboratif dari berbagai pihak sangat dibutuhkan untuk mencapai target ini.
Data Kerusakan Rumah Akibat Bencana November 2025
Pemerintah Kabupaten Aceh Utara sebelumnya telah mengusulkan perbaikan ribuan rumah yang rusak akibat banjir dan longsor akhir November 2025. Total 9.707 unit rumah mengalami rusak berat akibat bencana tersebut. Data ini telah disampaikan kepada Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera.
Selain rumah rusak berat, Pemkab Aceh Utara juga mencatat 26.398 unit rumah rusak sedang dan 62.890 unit rumah rusak ringan. Angka ini menunjukkan skala kerusakan yang masif di wilayah tersebut. Data ini menjadi dasar untuk perencanaan program rehabilitasi dan rekonstruksi yang komprehensif.
Kerusakan rumah akibat banjir bandang dan longsor ini tersebar di 27 kecamatan dengan 852 gampong di Aceh Utara. Luasnya cakupan wilayah terdampak memerlukan penanganan yang terkoordinasi dan berkelanjutan. Pemulihan infrastruktur permukiman menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Sumber: AntaraNews