Prioritas Pemulihan Pascabencana, BNPB Tegaskan Penyelesaian Huntara di Aceh
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto menegaskan pemulihan pascabencana tetap menjadi prioritas utama, khususnya penyelesaian hunian sementara (Huntara) agar penyintas dapat berlebaran di tempat layak.
Banda Aceh - Upaya pemulihan pascabencana di Indonesia terus menjadi fokus pemerintah, dengan perhatian khusus pada penyediaan hunian sementara (Huntara) bagi para penyintas. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, menegaskan komitmen ini saat meninjau langsung lokasi Huntara korban banjir besar di Gampong Ulee Rubek Timu, Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara.
Suharyanto menyatakan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan tidak ada lagi penyintas yang masih tinggal di tenda-tenda pengungsian. Pemerintah menargetkan agar seluruh korban bencana dapat merayakan Lebaran Idul Fitri di Huntara yang layak.
Pernyataan ini disampaikan Suharyanto di tengah progres pembangunan Huntara yang signifikan, khususnya di wilayah Aceh yang terdampak banjir dan longsor. Fokus pada penyelesaian Huntara ini menjadi langkah krusial dalam transisi darurat menuju pemulihan permanen bagi masyarakat terdampak.
Fokus Pemerintah pada Hunian Sementara
Pemerintah, melalui BNPB, secara konsisten menempatkan penyelesaian hunian sementara sebagai agenda utama dalam fase pemulihan pascabencana. Hal ini didasari oleh kebutuhan mendesak para penyintas untuk mendapatkan tempat tinggal yang aman dan layak setelah kehilangan rumah akibat bencana. Prioritas ini mencerminkan kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan masyarakat terdampak.
Letjen TNI Suharyanto menekankan pentingnya percepatan pembangunan Huntara agar penyintas dapat segera meninggalkan tenda pengungsian. "Yang menjadi prioritas kita masih ada penyintas yang masih tinggal di tenda, kita terus mengupayakan agar Lebaran Idul Fitri ini mereka bisa berlebaran di Huntara," kata Suharyanto.
Komitmen ini tidak hanya sebatas janji, melainkan diwujudkan melalui kunjungan langsung ke lokasi terdampak dan pemantauan progres pembangunan. Huntara Gampong Ulee Rubek Timu di Aceh Utara menjadi salah satu contoh lokasi yang sudah selesai dibangun dan bahkan telah ditempati oleh masyarakat.
Progres Pembangunan Huntara di Aceh
Pembangunan Huntara di wilayah Aceh menunjukkan progres yang menggembirakan, meskipun tantangan masih ada. Untuk Aceh Utara, dari 5.000 unit Huntara yang diusulkan, lebih dari 4.000 unit sudah berhasil dibangun.
Secara keseluruhan di Aceh, target pembangunan Huntara mencapai sekitar 16.000 unit, dan diperkirakan sekitar 10.000 unit telah selesai. Pemerintah berharap seluruh hunian ini dapat ditempati penyintas sebelum Lebaran tiba, memberikan kenyamanan dan kepastian tempat tinggal.
Memasuki bulan ketiga pascabencana banjir dan longsor di Sumatera, pemerintah tetap fokus pada upaya pemulihan. Aceh Utara, khususnya, telah memasuki fase transisi darurat pemulihan, menandakan kemajuan signifikan dalam penanganan dampak bencana.
Kolaborasi Multi-Pihak dan Harapan Penyintas
Upaya pemulihan pascabencana, khususnya pembangunan Huntara, tidak hanya menjadi tanggung jawab BNPB semata, melainkan melibatkan kolaborasi berbagai pihak. "Kita terus berjuang dan mengejar target, karena yang bangun huntara bukan hanya BNPB. Tapi ada juga dari Danantara, Kementerian Pekerjaan Umum, rumah zakat, dompet dhuafa dan sebagainya," tegas Suharyanto.
Keterlibatan beragam lembaga ini mempercepat proses pembangunan dan memastikan kebutuhan penyintas terpenuhi secara komprehensif. Sinergi ini menunjukkan semangat gotong royong dalam menghadapi dampak bencana alam.
Salah seorang penyintas banjir di Aceh Utara, Basri, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah pusat melalui BNPB atas pembangunan Huntara. "Rumah saya sudah hilang dibawa arus banjir. Semenjak tinggal di huntara, kami sebagian warga yang berprofesi sebagai nelayan memutuskan untuk kembali melaut mencari pendapatan ekonomi keluarga," ujar Basri. Ia juga berharap agar hunian tetap segera didirikan, menunjukkan harapan masyarakat untuk kembali membangun kehidupan yang lebih stabil.
Sumber: AntaraNews