104 Kepala Keluarga di Aceh Utara Terima Hunian Tetap Lengkap dengan Interior dan Masjid
BNPB melaporkan sebanyak 104 kepala keluarga kini telah menempati hunian tetap yang disediakan di Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara.
Pemulihan pascabencana di Aceh terus berlangsung. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) baru-baru ini melaporkan bahwa 104 kepala keluarga (KK) telah menempati hunian tetap (huntap) di Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara sejak Sabtu (14/3).
Kompleks hunian tersebut terlihat asri, dengan halaman yang sudah dilengkapi dengan paving block dan sistem drainase yang memadai. Selain itu, terdapat juga fasilitas umum seperti balai pertemuan dan masjid di kawasan huntap tersebut.
Setiap rumah di kompleks ini telah dilengkapi dengan instalasi listrik dan mesin pompa air. Beberapa anggota TNI juga terlibat dalam pemeriksaan sumur sebagai sumber air bersih. Setiap unit hunian sudah berkeramik dan dilengkapi dengan perabotan interior seperti kursi tamu, meja makan, televisi, kompor, dan rak piring.
Di dalam kamar, tersedia kasur, bantal, guling, dan lemari pakaian, sementara kamar mandi juga sudah berkeramik dengan toilet jongkok dan bak mandi. Pembangunan hunian tetap ini didukung oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam), dan diharapkan dapat memberikan tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman bagi masyarakat yang sebelumnya terdampak bencana.
Masa Tanggap Darurat
Selama masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan, Kemenko Polkam telah berperan aktif dalam memberikan bantuan logistik serta kendaraan water heater. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk penanganan situasi darurat di lapangan, termasuk dalam pembangunan hunian tetap (huntap) dan penyediaan fasilitas pendukung yang diperlukan.
Selain itu, BNPB juga memastikan bahwa proses penanganan dan pemulihan pascabencana, seperti banjir dan tanah longsor yang melanda tiga provinsi di Sumatra, berlangsung dengan baik dan optimal. Dalam upaya tersebut, BNPB bekerja sama dengan berbagai kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah untuk mendampingi masyarakat yang terdampak agar dapat segera menempati hunian yang layak dan aman.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, menegaskan bahwa proses pemulihan akan tetap berlanjut meskipun ada hari raya seperti Idulfitri. Ia menyatakan komitmen pemerintah untuk terus hadir dan mendampingi masyarakat yang terkena dampak bencana.
"Meskipun ini hari raya, kami atur. Untuk (personel) yang beragama Islam bisa libur beberapa hari, digantikan oleh personel yang Nasrani," kata Suharyanto. Pernyataan ini menunjukkan bahwa pemerintah berupaya menjaga keberlanjutan pelayanan kepada masyarakat, bahkan di saat-saat penting seperti hari raya.