BNPB Percepat Pembangunan Huntara Aceh Utara, Target Rampung Jelang Ramadhan
BNPB terus menggenjot pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Utara untuk korban banjir, menargetkan 711 unit rampung dan dapat dihuni sebelum Ramadhan 2026.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sedang mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak banjir di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh. Inisiatif ini bertujuan agar huntara dapat diselesaikan dan dihuni sebelum bulan suci Ramadhan 1446 Hijriah atau tahun 2026. Percepatan pembangunan ini menjadi prioritas utama untuk memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.
Plt Kepala Pusat Pengendalian Operasi BNPB, Kolonel Infanteri Hery Setiono, menyatakan bahwa tahap pertama pembangunan mencakup 711 unit huntara. Unit-unit ini dibangun di lima kecamatan berdasarkan hasil validasi data yang telah ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Aceh Utara. Fokus utama adalah menyediakan tempat tinggal layak bagi mereka yang kehilangan rumah.
Pembangunan huntara ini secara khusus ditujukan untuk memenuhi kebutuhan mendesak warga dengan kategori rumah rusak berat, hilang, atau hanyut akibat bencana banjir. Distribusi 711 unit huntara tersebar di Kecamatan Baktiya, Baktiya Barat, Dewantara, Sawang, dan Seunuddon. Upaya ini merupakan bentuk respons cepat pemerintah dalam penanganan pascabencana.
Fasilitas dan Lokasi Huntara yang Dikebut
Di Kecamatan Seunuddon, sebanyak 84 unit huntara tahap pertama sedang dibangun di Desa Ulee Rubek Timur. Pembangunan ini memanfaatkan lahan seluas sekitar 14.000 meter persegi. Lokasi strategis ini dipilih untuk memudahkan akses dan distribusi bantuan kepada para penyintas banjir.
Setiap unit huntara dirancang untuk dilengkapi dengan fasilitas dasar yang memadai. Fasilitas tersebut meliputi ruang keluarga, kamar mandi, sanitasi yang layak, sumur bor, serta sistem pembuangan limbah sederhana. Kelengkapan ini bertujuan untuk memastikan kenyamanan dan kesehatan penghuni selama masa transisi.
Kolonel Hery Setiono menekankan bahwa pembangunan terus dikebut agar target waktu tercapai sesuai rencana. Percepatan ini merupakan bagian dari komitmen BNPB untuk memberikan solusi hunian yang cepat dan efektif. Sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat setempat sangat mendukung kelancaran proyek ini.
Setelah tahap pertama rampung, BNPB akan melakukan pembaruan validasi data untuk menentukan kebutuhan tambahan huntara. Pendataan lanjutan ini penting untuk memastikan semua warga terdampak mendapatkan bantuan hunian yang sesuai. Proses ini menunjukkan pendekatan yang adaptif dan responsif dari pihak berwenang.
Pilihan Hunian dan Progres Pembangunan Huntara Aceh Utara
Selama masa transisi menuju hunian tetap, warga terdampak diberikan dua pilihan. Mereka dapat memilih untuk menempati huntara yang telah disediakan atau menerima Dana Tunggu Hunian (DTH). Besaran DTH yang diberikan adalah sebesar Rp600 ribu per bulan.
Pilihan ini memberikan fleksibilitas kepada warga untuk menentukan opsi terbaik sesuai kondisi mereka. DTH diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan sewa atau akomodasi sementara lainnya. BNPB berupaya memberikan solusi yang paling meringankan beban masyarakat.
BNPB menargetkan huntara tahap pertama selesai dan mulai ditempati pada akhir Januari 2026. Dengan demikian, warga dapat menempati hunian yang lebih layak menjelang bulan suci Ramadhan. Target ini menunjukkan urgensi dan keseriusan dalam penanganan dampak bencana.
Hingga tanggal 15 Januari 2026, BNPB mencatat bahwa pembangunan huntara di Aceh Utara telah memproses sebanyak 4.404 unit. Percepatan pembangunan ini dilakukan melalui kolaborasi lintas pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat setempat. Sinergi ini krusial untuk mencapai target yang ambisius.
Sumber: AntaraNews