BNPB Rampungkan Rumah Huntara Pidie Jaya untuk 50 KK, Siap Dihuni Sebelum Ramadan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah merampungkan pembangunan rumah hunian sementara (huntara) di Pidie Jaya, Aceh, yang diperuntukkan bagi 50 Kepala Keluarga korban bencana, siap dihuni sebelum Bulan Suci Ramadan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
BNPB Rampungkan Rumah Huntara Pidie Jaya untuk 50 KK, Siap Dihuni Sebelum Ramadan
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah merampungkan pembangunan rumah hunian sementara (huntara) di Pidie Jaya, Aceh, yang diperuntukkan bagi 50 Kepala Keluarga korban bencana, siap dihuni sebelum Bulan Suci Ramadan. (AntaraNews)

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara resmi merampungkan pembangunan rumah hunian sementara (huntara) di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Pembangunan ini ditujukan untuk menampung korban banjir bandang disertai tanah longsor yang melanda wilayah tersebut. Sebanyak 10 kopel rumah huntara telah selesai dibangun dan siap diserahkan kepada pemerintah daerah setempat untuk segera dihuni.

Tenaga Ahli BNPB, Agus Marsanto, menjelaskan bahwa pembangunan huntara ini telah dilaksanakan sejak 1 Januari 2026 di lahan seluas sekitar 2.000 meter persegi. Proyek vital ini juga melibatkan perusahaan lokal dalam proses konstruksinya, menunjukkan sinergi antara pemerintah pusat dan pihak swasta lokal. Keberadaan huntara ini diharapkan dapat memberikan solusi tempat tinggal yang layak bagi warga terdampak bencana.

Setiap unit huntara dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar penghuninya, dengan fasilitas pendukung yang memadai. BNPB memastikan ketersediaan jaringan listrik dari PLN serta pasokan air bersih melalui pembangunan sumur bor. Inisiatif ini merupakan langkah konkret pemerintah dalam mempercepat pemulihan pascabencana dan memastikan kesejahteraan masyarakat terdampak.

Pembangunan rumah hunian sementara di Pidie Jaya ini merupakan respons cepat BNPB terhadap kebutuhan mendesak para korban bencana. Sebanyak 10 kopel rumah huntara telah rampung, siap menampung 50 Kepala Keluarga yang kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang dan tanah longsor. Lokasi pembangunan dipilih di Desa Manyang Cut, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, di atas lahan seluas kurang lebih 2.000 meter persegi.

Agus Marsanto dari BNPB menegaskan bahwa setiap unit huntara dilengkapi dengan fasilitas pendukung esensial. Jaringan listrik telah terpasang dari PLN untuk penerangan dan kebutuhan daya lainnya, sementara ketersediaan air bersih dijamin melalui pembangunan sumur bor. Fasilitas ini krusial untuk memastikan kenyamanan dan kelayakan hidup para penghuni rumah huntara Pidie Jaya.

Secara teknis, setiap unit huntara memiliki desain yang fungsional dan cukup luas untuk keluarga. Ukuran bangunan utama adalah 3,6 meter x 4,8 meter, dilengkapi dengan kamar mandi berukuran 1,2 meter x 1,2 meter, serta teras berukuran 1,2 meter x 3,6 meter. Hunian sementara ini diperuntukkan bagi warga yang rumahnya mengalami rusak berat, memberikan mereka tempat berlindung yang aman dan layak.

Selain penyediaan rumah huntara, pemerintah juga menyalurkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi warga terdampak yang tidak menempati hunian sementara. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk memberikan dukungan menyeluruh kepada seluruh korban bencana. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi mereka selama masa pemulihan.

BNPB tidak berhenti pada 10 barak yang telah rampung; mereka juga merencanakan penambahan 13 rumah huntara lagi untuk 65 Kepala Keluarga. Progres pembangunan untuk tambahan unit ini saat ini telah mencapai sekitar 20 persen, menunjukkan upaya berkelanjutan dalam memenuhi kebutuhan hunian darurat. Upaya ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk pemulihan daerah pascabencana.

Agus Marsanto berharap keberadaan huntara ini dapat menjadi tempat tinggal sementara yang aman dan layak, sekaligus mendukung proses pemulihan kehidupan masyarakat terdampak bencana. BNPB bersama pemerintah daerah siap mempercepat penyediaan hunian sementara di Kabupaten Pidie Jaya. Targetnya adalah agar masyarakat terdampak sudah dapat menempati huntara sebelum Februari, yang bertepatan dengan Bulan Suci Ramadan, sehingga mereka dapat menjalani ibadah dengan tenang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi