BNPB Pacu Pembangunan Huntara di Aceh, Sumut, dan Sumbar Pascabencana
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memacu pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, dua bulan pascabencana. Progres Pembangunan Huntara BNPB ini menunjukkan komitmen pe
Jakarta, 25 Januari (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus menunjukkan komitmennya dalam upaya pemulihan pascabencana. Hingga dua bulan setelah peristiwa bencana, pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat yang terdampak di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus berjalan secara intensif. Inisiatif ini menjadi bagian krusial dari strategi penanggulangan bencana nasional untuk memastikan warga memiliki tempat tinggal yang layak dan aman.
Pembangunan huntara ini melibatkan berbagai skema pendanaan yang komprehensif, mencakup dukungan dari Dana Siap Pakai (DSP) BNPB, kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, serta kontribusi signifikan dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan lembaga sosial. Sebagian besar unit huntara telah selesai dibangun dan mulai dihuni oleh warga, sementara unit lainnya masih dalam tahap konstruksi.
Langkah cepat BNPB dalam mengkoordinasikan pembangunan huntara ini bertujuan untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi di daerah terdampak, sekaligus memberikan kepastian tempat tinggal bagi para korban bencana. Fokus utama adalah memastikan bahwa setiap keluarga yang kehilangan tempat tinggal mendapatkan hunian yang memadai sebagai jembatan menuju pembangunan hunian tetap.
Pembangunan Huntara di Provinsi Aceh Terus Berlanjut
Di Provinsi Aceh, BNPB mencatat pembangunan huntara tersebar di beberapa kabupaten dan kota dengan jumlah mencapai ribuan unit, menunjukkan skala kebutuhan yang besar pascabencana. Di Kabupaten Pidie Jaya, total 393 unit huntara dibangun dengan dukungan dari BNPB, kementerian, BUMN, dan lembaga sosial. Pembangunan ini meliputi Desa Blang Awe (50 unit), Desa Manyang (115 unit), Desa Meunasah (170 unit), dan Desa Geunteung (45 unit), dengan sebagian unit telah rampung.
Sementara itu, di Kabupaten Pidie, 12 unit huntara telah selesai dibangun menggunakan tanah desa dan dibiayai melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) pemerintah kabupaten, tanpa melalui mekanisme Dana Tunggu Hunian (DTH). Di Kabupaten Nagan Raya, BNPB mengidentifikasi empat lokasi pembangunan huntara, termasuk 609 unit di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang, di mana 30 unit di antaranya telah selesai.
Pembangunan huntara juga dilakukan di Kota Lhokseumawe sebanyak 67 unit yang tersebar di beberapa kecamatan. Kabupaten Bener Meriah menerima pembangunan huntara tahap pertama sebanyak 914 unit di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Wih Pesam, Permata, Mesidah, Syiah Utama, Bukit, dan kecamatan lainnya, dengan progres bervariasi dan sebagian unit sudah selesai.
Di Kabupaten Aceh Timur, BNPB membangun 2.592 unit huntara insitu yang tersebar di berbagai kecamatan seperti Madat, Julok, Pante Bidari, Peureulak Barat, Simpang Ulim, Banda Alam, Peureulak, Ranto Peureulak, Peunaron, dan Idi Rayeuk. Selain itu, terdapat 821 unit huntara komunal yang didanai BNPB dan Danantara, dengan sebagian unit telah selesai. Kabupaten Aceh Tamiang juga mendapatkan 1.950 unit huntara, terdiri dari insitu dan terpusat, serta 700 unit tahap pertama dari kementerian dan swasta di Kecamatan Karang Baru dan Bandar Pusaka.
Progres Pembangunan Huntara di Sumatera Utara
Di Provinsi Sumatera Utara, BNPB juga aktif dalam pembangunan huntara untuk warga terdampak bencana. Di Kabupaten Tapanuli Utara, sebanyak 40 unit huntara dibangun di Desa Sibalanga, Kecamatan Adiankoting. Dari jumlah tersebut, 30 unit telah selesai dan ditargetkan rampung seluruhnya pada akhir Januari 2026.
Selain itu, di Kabupaten Tapanuli Selatan, pembangunan huntara terpusat mencapai 683 unit yang tersebar di beberapa desa. BNPB juga memfasilitasi pembangunan huntara mandiri sebanyak 133 unit yang saat ini masih dalam proses pengerjaan. Upaya ini menunjukkan fokus BNPB dalam menyediakan solusi hunian yang beragam sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.
Upaya BNPB dalam Pembangunan Huntara di Sumatera Barat
Di Provinsi Sumatera Barat, BNPB melaporkan progres pembangunan huntara yang signifikan untuk membantu masyarakat yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana. Di Kabupaten Agam, sebanyak 437 unit huntara sedang dibangun, dengan sebagian unit telah selesai di berbagai lokasi.
Pembangunan huntara juga berlangsung di Kabupaten Tanah Datar, dengan total 64 unit yang tersebar di beberapa nagari. Selain itu, upaya serupa juga dilaksanakan di Kabupaten Padang Pariaman, Lima Puluh Kota, dan Pesisir Selatan, di mana sebagian unit telah rampung dan sisanya masih dalam tahap pengerjaan. BNPB menegaskan bahwa pembangunan hunian sementara ini merupakan bagian integral dari tahapan pemulihan pascabencana, bertujuan untuk memastikan warga terdampak memiliki tempat tinggal yang layak dan aman selagi menunggu pembangunan hunian tetap.
Sumber: AntaraNews