Pemerintah Genjot Pembangunan Huntap Pascabencana di Tapanuli Utara dan Selatan
Pemerintah mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) pascabencana di Tapanuli Utara dan Selatan, memastikan pemulihan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak dan mendorong percepatan pembangunan huntap.
Pemerintah terus mengakselerasi pemulihan pascabencana melalui percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) di sejumlah wilayah. Fokus utama saat ini berada di Tapanuli Utara dan Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Langkah ini juga seiring dengan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana.
Percepatan pembangunan huntap ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyediakan hunian layak dan aman bagi korban bencana. Tujuannya adalah agar masyarakat dapat segera bangkit dan memulai kembali kehidupan mereka. Ini merupakan bagian integral dari strategi pemulihan pascabencana yang komprehensif.
Di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, pembangunan fondasi huntap telah dimulai. Sementara itu, di Kabupaten Tapanuli Selatan, tahap pembangunan huntap juga terus berjalan. Ini adalah upaya konkret untuk mendukung pemulihan jangka panjang.
Akselerasi Pembangunan Huntap di Tapanuli Utara
Pembangunan huntap pascabencana di Tapanuli Utara menunjukkan progres signifikan. Di Dusun Simate Mate, Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, fondasi untuk hunian tetap sudah mulai dibangun. Ini menjadi penanda dimulainya fase konstruksi yang krusial.
Sebanyak 103 rumah akan dibangun di atas lahan seluas lebih dari dua hektare. Lahan ini merupakan hibah dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara, menunjukkan sinergi antarlembaga. Pembangunan huntap ini didukung oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Rumah yang dibangun adalah Tipe 36 dengan dua kamar tidur, dirancang untuk kenyamanan penghuni. Hunian ini diperuntukkan bagi warga terdampak bencana yang rumahnya mengalami rusak berat, hilang, atau berada di wilayah zonasi merah. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Utara, Budiman Gultom, menyampaikan pembangunan huntap ini ditargetkan rampung pada 21 April 2026.
Progres Pembangunan Huntap di Tapanuli Selatan
Tidak hanya di Tapanuli Utara, percepatan pembangunan huntap juga gencar dilakukan di Kabupaten Tapanuli Selatan. Di Desa Sigala-gala, Kecamatan Batang Toru, sebanyak 227 huntap sedang dibangun. Hunian ini ditujukan bagi warga terdampak banjir besar di Daerah Aliran Sungai (DAS) Batang Toru.
Berdasarkan hasil pemantauan lapangan, pembangunan huntap di wilayah tersebut telah memasuki berbagai tahapan pekerjaan. Prosesnya meliputi pembangunan fondasi, pemasangan dinding bata, hingga pemasangan kusen pintu. Progres ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menyediakan tempat tinggal yang layak.
Selain pembangunan huntap, pemerintah juga terus melakukan penyiapan lahan. Hal ini dilakukan untuk mendukung transisi warga dari hunian sementara menuju hunian permanen. Penyiapan lahan merupakan langkah penting dalam memastikan kelancaran proses relokasi dan pemulihan.
Kolaborasi Lintas Sektor dan Pembangunan Hunian Sementara
Sejalan dengan pembangunan huntap, pembangunan hunian sementara (huntara) juga terus berlangsung. Di Desa Sibalanga, Kecamatan Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Pemkab Tapanuli Utara sedang membangun 40 unit huntara. Lokasi ini berada di wilayah terpencil, dengan waktu tempuh sekitar delapan jam perjalanan darat dari Kota Medan.
Proses pembangunan huntara dan huntap tersebut melibatkan kolaborasi lintas sektor kementerian dan lembaga. Salah satu contoh nyata terlihat di Sumatera Barat (Sumbar), di mana pembangunan huntara di Kelurahan Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, dikerjakan oleh personel Satuan Brimob Polda Sumbar.
Saat ini, pembangunan huntara di Sumbar tengah memasuki tahap pemasangan dinding, lantai, rangka bangunan, serta proses pengecoran. Melalui penyediaan hunian permanen dan ketersediaan hunian sementara, pemerintah terus mendorong pemulihan pascabencana agar berjalan secara berkelanjutan. Upaya ini memastikan masyarakat terdampak memiliki akses ke tempat tinggal yang aman dan layak.
Sumber: AntaraNews