Pembangunan Huntara Pascabencana di Sumbar Dikebut
Pada tahap pemulihan, pemerintah bersama TNI terus melanjutkan pembangunan hunian sementara (huntara) di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat.
Pemerintah, bersama TNI, terus melaksanakan pembangunan hunian sementara (huntara) di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat untuk mendukung upaya pemulihan setelah bencana. Personel TNI dari Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol terlihat aktif dalam proses pembangunan huntara di beberapa lokasi, termasuk Jorong Padang Kunyik dan Jorong Kubu Gadang di Kabupaten Tanah Datar, Kapalo Koto di Kota Padang, serta Nagari Puluik-Puluik di Kabupaten Pesisir Selatan.
Berdasarkan pengamatan pada Kamis (29/1), pembangunan huntara di Jorong Padang Kunyik, Nagari Bungo Tanjuang, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, telah mencapai tahap pemasangan tiang pancang sebagai bagian dari struktur awal bangunan.
Di lokasi Huntara Jorong Kubu Gadang, Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, bangunan hunian hampir selesai. Atap bangunan sudah terpasang, dan rangka bangunan telah berdiri, sementara tahapan pekerjaan yang tersisa mencakup pemasangan komponen bangunan, penyelesaian pintu dan jendela, serta penataan area sekitar unit hunian.
TNI Maksimalkan Pembangunan Huntara
Dandim 0307/Tanah Datar, Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi, mengungkapkan bahwa upaya untuk menyelesaikan pembangunan hunian sementara (huntara) akan terus ditingkatkan. Hal ini bertujuan agar masyarakat yang terkena dampak bencana dapat segera mendapatkan tempat tinggal yang layak dan melanjutkan kegiatan ekonomi mereka.
"TNI akan bekerja maksimal dan secepatnya kami selesaikan agar warga yang terdampak bencana bisa segera menempati hunian sementara tersebut," ujar Dandim Agus.
Di kawasan Huntara Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, pengerjaan terus dilakukan oleh anggota TNI. Dalam dokumentasi yang ada, terlihat bahwa beberapa fasilitas dasar sudah tersedia, seperti dua bak penampungan air besar dan lima bilik toilet serta kamar mandi umum yang telah dibangun untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.
Sementara itu, di Huntara Nagari Puluik-Puluik, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, proses pembangunan masih dalam tahap pemasangan tiang pancang dan kerangka hunian. Kegiatan ini dilakukan oleh personel TNI dengan melibatkan partisipasi dari masyarakat setempat.
Namun, dalam pelaksanaannya, pembangunan huntara masih menghadapi beberapa kendala, termasuk akses yang sulit dijangkau, yang menyulitkan mobilisasi material ke lokasi.
Meskipun demikian, pemerintah terus berupaya untuk memastikan bahwa masyarakat yang terdampak bencana dapat memperoleh hunian sementara yang layak dan aman. Hal ini dilakukan sembari menunggu proses pemulihan dan penanganan jangka panjang berlangsung secara bertahap.