Bupati Eka Putra Pastikan Pemerintah Lengkapi Perabotan Hunian Sementara Tanah Datar untuk Korban Bencana
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, melalui Bupati Eka Putra, memastikan kelengkapan perabotan di Hunian Sementara Tanah Datar bagi korban bencana, agar mereka dapat segera menempati tempat tinggal yang layak dan nyaman.
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, menunjukkan komitmen kuat dalam penanganan pascabencana banjir bandang dan tanah longsor. Bupati Eka Putra memastikan pemerintah akan melengkapi berbagai kebutuhan perabotan di hunian sementara (huntara) bagi para korban bencana. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kenyamanan dan kelayakan hidup bagi warga yang terdampak, sehingga mereka dapat kembali beraktivitas dengan lebih baik.
Kepastian ini disampaikan langsung oleh Bupati Eka Putra di Kabupaten Tanah Datar pada Sabtu (24/1). Ia menegaskan bahwa seluruh proses penyediaan perabotan sedang berjalan. Pemerintah berupaya keras untuk memenuhi kebutuhan dasar para penyintas yang kehilangan tempat tinggal akibat musibah tersebut.
Pengadaan perabotan seperti kompor gas, tempat tidur, dan perlengkapan pendukung lainnya akan melengkapi setiap unit hunian sementara Tanah Datar. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah bersama dengan lembaga terkait. Tujuannya adalah untuk mempercepat pemulihan kondisi masyarakat pascabencana.
Progres Pembangunan Hunian Sementara di Tanah Datar
Hingga saat ini, pemerintah melalui Daya Anagata Nusantara (Danantara) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah berhasil membangun 66 unit hunian sementara. Unit-unit ini tersebar di beberapa lokasi terdampak bencana. Pembangunan huntara ini menjadi prioritas utama untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal.
Rincian pembangunan hunian sementara Tanah Datar mencakup 23 unit di Nagari Bungo Tanjung, Kecamatan Batipuh. Selain itu, 15 unit dibangun di Nagari Sumpu, dan 20 unit di Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan. Beberapa unit lainnya juga tersebar di sejumlah titik strategis lainnya.
Bupati Eka Putra menjelaskan bahwa sebagian huntara telah rampung sepenuhnya dan siap dihuni. Sementara itu, beberapa unit lainnya menunjukkan progres pembangunan yang signifikan. Sebagian besar telah mencapai sekitar 80 persen penyelesaian. Ini menunjukkan kecepatan dan efektivitas kerja tim di lapangan.
Tantangan dan Solusi Ketersediaan Lahan Huntara
Dalam proses pembangunan hunian sementara Tanah Datar, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah ketersediaan lahan. Beberapa area yang potensial untuk pembangunan huntara ternyata berada dalam kawasan zona merah. Kondisi ini sangat rawan bagi keselamatan warga jika tetap dipaksakan untuk pembangunan.
Pemerintah Kabupaten Tanah Datar telah mengusulkan total 464 unit huntara kepada pemerintah pusat. Selain itu, pemerintah daerah juga mengusulkan 140 kepala keluarga untuk mendapatkan bantuan dana tunggu hunian (DTH). Ini merupakan langkah komprehensif untuk mengatasi dampak bencana.
Bupati Eka Putra mengajak pemerintah nagari untuk berperan aktif dalam mencari solusi lahan. Ia menegaskan bahwa jika ada pemerintah nagari yang memiliki lahan aman dan layak, pengajuan untuk penambahan pembangunan hunian sementara akan segera diproses. Kolaborasi ini penting untuk memastikan semua korban mendapatkan tempat tinggal.
Apresiasi Warga Terhadap Bantuan Pemerintah
Respons positif datang dari warga terdampak bencana, salah satunya Isaf, penghuni huntara di Kecamatan Batipuh. Isaf menyambut baik gerak cepat pemerintah dalam mengatasi dampak bencana. Ia secara khusus mengapresiasi upaya pembangunan hunian sementara Tanah Datar.
Isaf menyampaikan rasa terima kasihnya kepada pemerintah, khususnya Pemerintah Kabupaten Tanah Datar, atas penyediaan huntara. Kehadiran huntara ini sangat membantu para penyintas. Mereka tidak lagi harus tidur di pengungsian atau menumpang di rumah kerabat.
Dengan selesainya 10 unit huntara di Nagari Bungo Tanjuang, Kecamatan Batipuh, para penyintas tanah bergerak kini memiliki tempat tinggal yang layak. Ini memberikan ketenangan dan harapan baru bagi mereka. Upaya pemerintah ini menjadi bukti nyata kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.
Sumber: AntaraNews