Huntara Bener Meriah Ditargetkan Terisi Penuh Minggu Ini, Pemkab Dorong Percepatan
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah menargetkan 914 unit Huntara Bener Meriah terisi penuh oleh penyintas bencana Sumatera minggu ini, dengan 70 persen sudah dihuni dan terus didorong percepatannya.
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah terus mempercepat proses pengisian hunian sementara (huntara) bagi para penyintas bencana Sumatera. Targetnya, seluruh unit huntara dapat terisi penuh pada minggu ini untuk memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pascabencana yang komprehensif di wilayah tersebut.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bener Meriah, Riswandika Putra, mengungkapkan bahwa dari total 914 unit huntara yang tersedia di 35 lokasi, sekitar 70 persen di antaranya telah dihuni oleh para pengungsi. Pihak pemerintah daerah terus mendorong vendor untuk segera menyelesaikan pembangunan dan persiapan unit yang tersisa. Ini menunjukkan komitmen kuat dalam penanganan dampak bencana.
Kehadiran huntara ini sangat vital bagi masyarakat yang kehilangan tempat tinggal atau mengalami kerusakan rumah parah akibat bencana. Selain menyediakan tempat bernaung, pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan pendukung untuk keberlangsungan hidup dan pemulihan ekonomi para penyintas. Program ini diharapkan dapat meringankan beban mereka.
Progres dan Target Pengisian Huntara Bener Meriah
Pemerintah Kabupaten Bener Meriah menetapkan target ambisius untuk pengisian seluruh unit huntara dalam minggu ini. Riswandika Putra, Sekretaris Daerah Kabupaten Bener Meriah, menjelaskan bahwa dari 914 unit huntara yang telah dibangun, sekitar 70 persen di antaranya kini sudah ditempati oleh pengungsi. Upaya percepatan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi penyintas yang belum memiliki tempat tinggal layak.
Target pengisian penuh ini menjadi prioritas utama bagi pemerintah daerah dalam penanganan pascabencana. Riswandika menegaskan, “Harapannya memang dalam Minggu ini seluruh pengungsi wajib masuk huntara. Kami terus mendorong vendor untuk lebih cepat menyiapkan huntara.” Pernyataan ini menunjukkan urgensi dan komitmen Pemkab Bener Meriah dalam menyediakan hunian yang aman dan nyaman.
Sebanyak 914 unit huntara ini tersebar di 35 lokasi berbeda di Bener Meriah, mencerminkan skala kebutuhan hunian sementara yang cukup besar. Distribusi yang merata ini bertujuan agar para penyintas dapat tetap berada di dekat lokasi asal mereka atau fasilitas penting lainnya. Percepatan penyelesaian unit yang tersisa menjadi fokus utama saat ini.
Dukungan Komprehensif dan Jenis Huntara
Huntara di Bener Meriah dibangun melalui sinergi antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Riswandika Putra menjelaskan bahwa terdapat dua jenis bangunan huntara, yaitu yang berasal dari BNPB dan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Kolaborasi ini memastikan ketersediaan hunian yang memadai bagi para penyintas.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah telah menyerahkan total 226 unit huntara kepada keluarga yang kehilangan tempat tinggal atau mengalami kerusakan rumah parah. Penyerahan ini merupakan langkah awal dalam program pemulihan dan relokasi sementara. Setiap unit dirancang untuk memberikan kenyamanan dasar bagi penghuninya.
Selain bangunan fisik, para penghuni huntara juga menerima paket bantuan komprehensif yang dikoordinasikan oleh Kementerian Sosial (Kemensos) dan BNPB. Bantuan ini tidak hanya berfokus pada kebutuhan primer, tetapi juga pada pemulihan ekonomi dan jaminan keberlangsungan hidup. Ini menunjukkan pendekatan holistik pemerintah dalam membantu penyintas bencana.
- Jaminan hidup sebesar Rp15.000 per hari per orang selama tiga bulan.
- Stimulan pemberdayaan ekonomi senilai Rp5.000.000 per kepala keluarga (KK).
- Bantuan pangan berupa beras 10 kg per KK setiap bulan.
- Isian huntara berupa dana Rp3.000.000 per KK untuk pemenuhan peralatan rumah tangga.
- Perlengkapan dasar seperti kompor, matras, dan selimut dari BNPB.
Sumber: AntaraNews