Pemkot Jambi Perkuat Pemberdayaan UMKM, Sasar Tren Pasar Gen Z
Pemerintah Kota Jambi gencar melakukan program pemberdayaan UMKM Kota Jambi dengan pendampingan intensif untuk memastikan produk lokal mampu bersaing dan mengikuti tren pasar yang didominasi Gen Z.
Pemerintah Kota Jambi secara aktif memperkuat program pendampingan bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayahnya. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk UMKM agar mampu bersaing dan mengikuti perkembangan tren pasar yang saat ini didominasi oleh kalangan generasi Z (Gen Z).
Kepala Bidang Kelembagaan, Pengawasan, dan Pemberdayaan Pengembangan Koperasi dan Usaha Mikro Disnakerkopukm Kota Jambi, Khairiansyah, menjelaskan bahwa pihaknya fokus pada pendampingan terkait kapasitas pelaku UMKM serta kualitas produk melalui akurasi yang cermat. Pendekatan ini diharapkan membuat pembinaan lebih efektif dan tepat sasaran.
Program pemberdayaan UMKM Kota Jambi ini diharapkan tidak hanya mendorong UMKM untuk naik kelas, tetapi juga secara signifikan memperkuat pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah tersebut. Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam menghadapi dinamika pasar yang terus berubah.
Strategi Pendampingan UMKM di Kota Jambi
Disnakerkopukm Kota Jambi menerapkan berbagai bentuk pendampingan bagi para pelaku UMKM. Pendampingan ini mencakup pelatihan, fasilitasi produk, hingga mengikutsertakan para pelaku usaha dalam berbagai ajang bazar.
Khairiansyah menegaskan bahwa pendampingan ini diberikan secara gratis, khusus bagi anggota UMKM yang telah terdaftar sebagai binaan Disnakerkopukm Kota Jambi. Pendekatan pendampingan dilakukan secara kelompok, yang dinilai lebih efektif dalam mencapai tujuan pembinaan.
Langkah-langkah ini diambil untuk memastikan bahwa UMKM memiliki kapasitas yang memadai, baik dari segi produksi maupun pemasaran. Dengan begitu, produk-produk lokal dapat bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
Target dan Capaian Pemberdayaan UMKM
Berdasarkan data dari Disnakerkopukm Kota Jambi, pada tahun 2025 tercatat sebanyak 21 kelompok UMKM binaan dengan total 818 anggota. Kelompok-kelompok ini terdiri atas 11 kelompok UMKM kecamatan dan 10 kelompok UMKM mandiri, yang didasarkan pada domisili usaha maupun tempat tinggal mereka.
Antusiasme terhadap program ini terus meningkat, terbukti dengan adanya sekitar 14 kelompok baru yang mendaftar sebagai UMKM binaan di Disnakerkopukm Kota Jambi pada tahun 2026. Pihak dinas juga menargetkan untuk memberikan pendampingan kepada 200 hingga 300 anggota UMKM baru pada tahun ini.
Target ambisius ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Jambi dalam memperluas jangkauan program pemberdayaan UMKM. Dengan semakin banyaknya UMKM yang terbina, diharapkan kontribusi mereka terhadap perekonomian lokal akan semakin signifikan.
Menjangkau Pasar Gen Z dengan Produk Kekinian
Khairiansyah juga menekankan pentingnya akurasi produk agar UMKM mampu membaca minat pasar dengan tepat. Hal ini krusial agar UMKM tidak tertinggal dari perkembangan produk makanan kekinian yang mudah populer melalui promosi digital dan media sosial.
Saat ini, target pasar didominasi oleh Gen Z, yang cenderung menyukai produk-produk yang kekinian dan inovatif. Oleh karena itu, UMKM didorong untuk berinovasi dan menyesuaikan produk mereka dengan selera pasar yang dinamis ini.
Fokus pada Gen Z bukan tanpa alasan, mengingat generasi ini memiliki daya beli yang besar dan sangat melek teknologi. Dengan memahami preferensi Gen Z, UMKM dapat menciptakan produk yang relevan dan strategi pemasaran yang efektif, terutama melalui platform digital.
Sumber: AntaraNews