874 Warga Masih Mengungsi ke Markas Polisi dan TNI Imbas Perang Suku di Wamena, Brimob Sekat Tujuh Titik Cegah Bentrok Terulang
Selain melakukan penyekatan berbagai pihak saat ini sedang berupaya agar pertikaian antar kelompok masyarakat dapat segera dihentikan.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Cahyo Sukarnito mengatakan, saat ini personel Brimob Polda Papua dikerahkan di sejumlah titik untuk melakukan penyekatan agar kedua kelompok yang berkonflik di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, tidak saling menyerang.
Ada tujuh titik yang hingga kini masih dijaga satu satuan setingkat kompi (SSK) brimob.
"Penempatan anggota brimob di sejumlah titik itu untuk melakukan penyekatan agar kedua kelompok yang berkonflik tidak saling menyerang," kata Kombes Cahyo Sukarnito di Jayapura, Selasa (19/5), demikian dikutip Antara.
Ia mengatakan, selain melakukan penyekatan berbagai pihak saat ini sedang berupaya agar pertikaian antar kelompok masyarakat dapat segera dihentikan.
"Keterlibatan berbagai pihak diharapkan dapat meredam konflik agar tidak berkepanjangan," kata Cahyo Sukarnito.
Jumlah Pengungsi
Menurutnya, dari laporan yang diterima terungkap bahwa dampak konflik yang terjadi menyebabkan 874 warga mengungsi untuk mengamankan diri beserta keluarga.
Mereka sebagian besar mengungsi ke Mapolres Jayawijaya dan Makodim Jayawijaya di Wamena serta gereja.
Untuk situasi keamanan, kata Kombes Cahyo, relatif aman, walaupun aparat keamanan masih berjaga-jaga di sejumlah titik.
"Mudah-mudahan warga yang bertikai dapat kembali berdamai," kata Kabid Humas Polda Papua tersebut.
Pertikaian antar kelompok masyarakat di Wamena itu berawal dari kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan anggota DPR dari Lanny Jaya yang terjadi di Megapura Distrik Asolokobal pada 17 Mei 2024.