Kondisi Terkini Perang Suku di Wamena: 874 Warga Mengungsi, Aparat Gabungan Siaga di Tujuh Titik
Untuk korban sementara masih dilakukan penyisiran. Sementara jumlah pengungsi mencapai 874 orang.
Kepolisian mengungkap kondisi terkini di wilayah Wamene, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan usai perang antar suku. Kepolisian memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Wamena, saat ini berangsur-angsur kondusif pasca terjadinya konflik antarkelompok masyarakat beberapa waktu lalu.
Untuk menjaga stabilitas keamanan, aparat gabungan Polres Jayawijaya dan Satuan Brimob Polda Papua masih disiagakan di tujuh titik strategis di wilayah Kota Wamena. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya preventif guna memberikan rasa aman kepada masyarakat serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Cahyo Sukarnito mengatakan bahwa kondisi di Wamena terus menunjukkan perkembangan positif dan aktivitas masyarakat mulai kembali berjalan normal.
"Situasi di Wamena saat ini berangsur-angsur kondusif. Masyarakat sudah mulai kembali melaksanakan aktivitas seperti biasa, baik kegiatan peribadatan, perkantoran maupun aktivitas Pendidikan," kata Cahyo saat ditemui di Mapolda Papua Koya Koso, Senin (18/5).
Jumlah Pengungsi
Untuk korban sementara masih dilakukan penyisiran. Sementara jumlah pengungsi mencapai 874 orang.
"Jumlah pengungsi 874 terdata, namun hari ini sudah berangsur sebagian kembali ke tempat tinggal masing-masing," kata Cahyo.
Cahyo menjelaskan, pemulihan situasi dilakukan melalui koordinasi intensif antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat. Salah satu upaya dilakukan melalui kegiatan kunjungan dan dialog bersama masyarakat Lanny Jaya di Gereja Gonambur, Distrik Sinakma, Kabupaten Jayawijaya, Minggu (17/5).
Dialog tersebut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Gubernur Papua Pegunungan Jhon Tabo, Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang, Danrem 172/PWY Brigjen TNI Roby Suryadi, LO Polda Papua Pegunungan Kombes Pol Andi Yoseph Enoch, Kapolres Jayawijaya AKBP Anak Agung Made Satriya Bimantara, Kapolres Lanny Jaya AKBP Frans D. Tamaela, serta sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat.
Dalam dialog tersebut, Gubernur Jhon Tabo menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta mengajak seluruh masyarakat untuk menahan diri dan menjaga situasi keamanan tetap kondusif. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat Lanny Jaya yang berada di Wamena agar dapat kembali ke daerah asalnya guna mencegah meluasnya konflik sosial.
Sementara itu, perwakilan masyarakat menyampaikan harapan agar penyelesaian konflik dilakukan melalui mekanisme adat sebagai langkah utama menciptakan perdamaian antara kedua belah pihak. Selain itu, masyarakat juga meminta adanya jaminan keamanan dari aparat selama proses perjalanan kembali ke Lanny Jaya.
Pengamanan Aparat
Cahyo mengungkapkan bahwa aparat keamanan memastikan akan terus melakukan pengamanan dan pengawalan guna menjamin situasi tetap aman dan terkendali.
“Langkah persuasif dan dialogis akan terus dikedepankan bersama pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan seluruh unsur terkait agar situasi tetap aman dan kondusif. Kehadiran aparat keamanan bertujuan memberikan perlindungan kepada masyarakat serta memastikan seluruh aktivitas berjalan aman,” ujar Cahyo.
Selain melakukan pengamanan di sejumlah titik, aparat gabungan juga terus melaksanakan patroli dan penjagaan terbatas pada lokasi-lokasi tertentu sebagai bentuk kesiapsiagaan. Hingga saat ini, situasi kamtibmas di wilayah Wamena secara umum terpantau aman dan terkendali.
Polda Papua mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga persatuan, tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar, serta bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang aman dan damai di Papua Pegunungan.