Presiden Prabowo di Depan Ribuan Kepala SPPG: Telur Jangan Didadar!
Telur yang disajikan untuk menu MBG harus utuh tanpa dicampur tepung terigu atau bahan lain yang dapat mengurangi kandungan gizi telur.
Presiden Prabowo Subianto meminta agar telur dadar tidak disajikan sebagai menu makan bergizi gratis (MBG). Prabowo khawatir telur dadar yang disajikan kepada penerima manfaat lebih banyak tepung sehingga mengurangi kandungan gizi.
Hal ini disampaikan Prabowo saat menghadiri 'Building Indonesia's Future Generations Through Nutrition' di SICC Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/6). Kegiatan ini dihadiri 12.173 peserta yang terdiri atas Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG), Kepala SPPG, hingga mitra MBG.
"Yang kedua, telur jangan bikin dadar. Kalau telur dadar, kalau telur dadar, saya sudah lama jadi orang Indonesia, kalau telur dadar, nanti dicampur macam-macam itu, iya, kan? Tepungnya lebih banyak dari telurnya," kata Prabowo sebagaimana disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Kamis (4/6).
Dia menegaskan telur yang disajikan untuk menu MBG harus utuh tanpa dicampur tepung terigu atau bahan lain yang dapat mengurangi kandungan gizi telur.
Prabowo bahkan meminta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), kepala sekolah, dan guru untuk memastikan agar tak ada lagi telur dadar di menu MBG.
"Jadi, telur harus utuh, ceplok, atau rebus. Betul, ya? Mendikdasmen, kepala sekolah, guru, yakinkan tidak ada lagi telur dadar atau telur apa itu? Orek-orek," tuturnya.
"Sanggup? Awas, lho. Aku, nanti aku, aku doakan kualat," sambung Prabowo.
Selain telur, Prabowo juga menyoroti menu ayam dalam MBG. Dia meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG untuk tidak menyajikan menu ayam yang terlalu kecil.
Dia memperlihatkan contoh perbandingan ayam yang dipotong 8 dan 14 dalam dua piring berbeda. Tampak ayam potong 8 terlihat cukup besar, sedangkan yang potong 14 sangat kecil.
"Yang kiri adalah ayam dipotong 14. Yang ini delapan, yang kanan delapan. Jadi, yang 14 saja sebesar ini. Kalau kecil begini, ya, berapa? Jangan-jangan 18 atau 22. Hah?" ucap dia.
Prabowo Minta Sekolah Lapor
Prabowo memperingatkan dapur MBG agar tak menyajikan ayam potong 14. Dia mempersilakan pihak sekolah dan siswa melapor apabila ada SPPG yang menyajikan ayam yang sangat kecil.
"Kalau potong lebih dari 14, dosa! Dosa! Berapa juta anak-anak Indonesia akan kecewa? Betul? Benar, ya? Nanti saya minta, ya, Menteri Pendidikan, Mendiksasmen, minta kepala-kepala sekolah, guru-guru, anak-anaknya suruh lapor. Ayamnya kecil atau besar? Kalau perlu secara random difoto dan ditimbang, ya," jelas Prabowo.
SPPG Ikut Mengawasi
Disisi lain, dia meminta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk ikut melakukan pengawasan. Prabowo mengingatkan mereka untuk tidak ikut bermain dalam program MBG.
"Kepala Dapur SPPI, kalian bertanggung jawab untuk mengawasi. Jangan kau larut ikut main-main juga enggak benar. Benar, jangan anggap enteng. Mata dan telinga saya ada di mana-mana," pungkas Prabowo.