Presiden Prabowo Hitung Sendiri Menu, Program Makan Bergizi Gratis Wajib Sajikan Dua Lauk!
Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk menyajikan dua jenis lauk dalam program Makan Bergizi Gratis, bahkan menghitung sendiri menu idealnya.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto akan mengalami peningkatan kualitas signifikan. Seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diinstruksikan untuk menyajikan dua jenis lauk setiap hari, melengkapi asupan susu yang sudah ada.
Instruksi ini disampaikan oleh Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang di Jakarta pada Rabu (15/10). Penambahan variasi lauk ini bertujuan untuk memastikan kecukupan gizi anak-anak Indonesia, sebagai fondasi bagi generasi penerus bangsa.
Langkah ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam mewujudkan generasi muda yang sehat, cerdas, kuat, dan mampu bersaing di kancah global. Presiden Prabowo secara langsung memberikan perhatian penuh pada detail menu dan pemenuhan gizi anak-anak.
Instruksi Presiden Prabowo: Dua Lauk untuk Gizi Optimal
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, mengonfirmasi instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto terkait program Makan Bergizi Gratis. "Selain susu, harus ada dua jenis lauk, bukan satu," kata Nanik, menegaskan standar baru yang harus dipenuhi oleh setiap dapur MBG.
Instruksi ini bukan tanpa alasan, melainkan didasari oleh cita-cita luhur bangsa. Presiden Prabowo bercita-cita agar anak-anak Indonesia memiliki gizi yang berkecukupan, sehingga mampu tumbuh menjadi generasi yang unggul. "Presiden Prabowo bercita-cita agar ke depan generasi muda Indonesia menjadi generasi yang sehat, cerdas, kuat, dan mampu bersaing di kancah global," ujar Nanik.
Penambahan dua jenis lauk dalam menu harian program Makan Bergizi Gratis diharapkan dapat memberikan asupan protein dan nutrisi yang lebih lengkap. Hal ini krusial untuk mendukung perkembangan fisik dan kognitif anak-anak, memastikan mereka mendapatkan fondasi gizi terbaik sejak dini.
Perhatian Presiden hingga Detail Anggaran Makan Bergizi Gratis
Perhatian Presiden Prabowo terhadap program Makan Bergizi Gratis tidak hanya sebatas instruksi umum, melainkan hingga detail terkecil. Nanik S. Deyang mengungkapkan bahwa Presiden bahkan menghitung sendiri menu makanan yang akan disajikan untuk para siswa.
"Beliau hitung sendiri, dan berkesimpulan bahwa dengan Rp10 ribu itu masih bisa pakai ayam dan telur," ucap Nanik. Perhitungan cermat ini menunjukkan komitmen Presiden untuk memastikan bahwa anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal demi kualitas gizi terbaik.
Oleh karena itu, Nanik mengingatkan seluruh pihak yang terlibat dalam program ini untuk tidak mengambil keuntungan dari bahan baku makanan. Ia mengimbau agar dapur MBG tidak memangkas atau sengaja menambah anggaran pembelian bahan baku. "Jangan dipangkas, dan juga jangan di-mark up. Anggaran bahan baku itu harus penuh," tegasnya, menekankan pentingnya integritas dalam pengelolaan dana program Makan Bergizi Gratis.
Nanik juga berpesan agar seluruh unsur pelaksana di setiap SPPG, mulai dari ahli gizi, akuntan, hingga kepala SPPG, saling mengingatkan dan menjaga integritas pelaksanaan program. Pengawasan internal yang ketat diperlukan untuk mengawal kualitas menu dan transparansi anggaran.
Makan Bergizi Gratis: Bukan Proyek Komersial, Melainkan Wujud Kepedulian
Program Makan Bergizi Gratis ditekankan bukan sebagai proyek komersial, melainkan sebuah manifestasi kepedulian yang mendalam dari Presiden Prabowo Subianto. Ini adalah upaya nyata untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak Indonesia, bukan untuk mencari keuntungan.
Nanik S. Deyang menegaskan kembali esensi dari program ini. "Program MBG ini bukan bisnis, melainkan kecintaan Pak Prabowo kepada anak-anak Indonesia," katanya. Pernyataan ini bertujuan untuk meluruskan persepsi dan menekankan bahwa tujuan utama program adalah kesejahteraan anak-anak.
Dengan semangat kepedulian ini, diharapkan seluruh pelaksana dapat menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab dan integritas. Fokus utama harus selalu pada pemenuhan gizi yang optimal bagi setiap anak, sesuai dengan visi Presiden untuk masa depan bangsa.
Sumber: AntaraNews