Penyaluran KUR BRI Makassar Didominasi Segmen Rp25 Juta-Rp50 Juta di Kuartal I 2026

Penyaluran KUR BRI Makassar menunjukkan dominasi pada segmen Rp25 juta-Rp50 juta di awal 2026, menjadi motor penggerak UMKM di Sulawesi Selatan dan Kawasan Timur Indonesia.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Penyaluran KUR BRI Makassar Didominasi Segmen Rp25 Juta-Rp50 Juta di Kuartal I 2026
Penyaluran KUR BRI Makassar menunjukkan dominasi pada segmen Rp25 juta-Rp50 juta di awal 2026, menjadi motor penggerak UMKM di Sulawesi Selatan dan Kawasan Timur Indonesia. (AntaraNews)

PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Region 15 Makassar mencatat dominasi signifikan dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) selama kuartal pertama tahun 2026. Segmen nilai kredit antara Rp25 juta hingga Rp50 juta menjadi pilihan utama bagi mayoritas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah tersebut. Hal ini menunjukkan kebutuhan modal kerja UMKM masih berada pada level penguatan dan ekspansi skala kecil hingga menengah.

Dominasi penyaluran KUR BRI Makassar pada segmen ini menegaskan komitmen BRI untuk terus mendukung pertumbuhan UMKM. Upaya ini bertujuan agar para pelaku usaha dapat semakin berdaya dan berkembang secara berkelanjutan. Fokus ini diharapkan dapat memperkuat fondasi ekonomi daerah, khususnya di Sulawesi Selatan dan Kawasan Timur Indonesia.

Regional Mikro Banking Head (RMBH) BRI Region 15 Makassar, Iwan Suprianto, menjelaskan bahwa segmen kredit Rp25 juta sampai Rp50 juta mencakup sekitar 40 persen dari total debitur. Kredit ini banyak dimanfaatkan oleh pelaku usaha di berbagai sektor, termasuk perdagangan, pertanian, industri pengolahan, dan jasa, yang merupakan tulang punggung perekonomian lokal.

Fokus Strategis BRI pada Segmen UMKM

BRI Region 15 Makassar secara konsisten memperkuat dominasi penyaluran KUR BRI Makassar untuk mendorong UMKM. Segmen kredit Rp25 juta hingga Rp50 juta menjadi pilihan mayoritas pelaku usaha untuk mengembangkan bisnis mereka. Kebutuhan modal kerja pada kisaran ini menunjukkan bahwa UMKM sedang dalam fase penguatan usaha dan ekspansi skala kecil hingga menengah.

Pelaku usaha dari berbagai sektor strategis seperti perdagangan, pertanian, industri pengolahan, dan jasa menjadi penerima manfaat utama dari fasilitas KUR ini. Sektor-sektor tersebut memiliki peran vital dalam menggerakkan roda perekonomian daerah. Dengan dukungan modal ini, diharapkan UMKM dapat meningkatkan kapasitas produksi dan daya saing mereka di pasar.

Secara nasional, kinerja kredit dan pembiayaan BRI menunjukkan pertumbuhan positif pada Triwulan I 2026, mencapai Rp1.562 triliun atau tumbuh 13,7 persen secara tahunan. Dari jumlah tersebut, segmen UMKM tetap menjadi prioritas utama dengan total penyaluran mencapai Rp1.211 triliun. Angka ini menggarisbawahi peran sentral BRI dalam mendukung ekosistem UMKM di Indonesia.

Kontribusi KUR terhadap Pertumbuhan Ekonomi Nasional dan Daerah

Sebagai penyalur utama KUR di Indonesia, BRI telah menyalurkan dana sebesar Rp47,09 triliun kepada sekitar 947 ribu nasabah sepanjang Januari hingga Maret 2026. Data ini menunjukkan jangkauan luas dan dampak signifikan program KUR. Sektor pertanian menjadi kontributor terbesar dengan porsi lebih dari 42 persen dari total penyaluran KUR nasional, menegaskan pentingnya sektor ini bagi ketahanan pangan dan ekonomi.

Penyaluran KUR ini dinilai sebagai instrumen krusial dalam meningkatkan kapasitas usaha masyarakat. Selain itu, program ini juga memperluas akses pembiayaan produktif bagi UMKM yang selama ini mungkin kesulitan mendapatkan modal dari lembaga keuangan formal. Dengan akses modal yang lebih mudah, UMKM dapat berinovasi dan mengembangkan usahanya.

Iwan Suprianto menambahkan, melalui penguatan penyaluran KUR BRI Makassar, BRI berharap UMKM di wilayah Sulawesi Selatan dan Kawasan Timur Indonesia dapat terus tumbuh. Pertumbuhan ini diharapkan dapat memperluas lapangan kerja serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan di masa depan.

Pemberdayaan UMKM Melalui Pendampingan dan Literasi Keuangan

Selain menyediakan akses modal, BRI juga berfokus pada penguatan ekosistem pemberdayaan UMKM. Hal ini diwujudkan melalui program pendampingan dan peningkatan literasi keuangan yang komprehensif. Tujuan utama dari inisiatif ini adalah agar pelaku usaha mampu "naik kelas" dan memiliki daya saing yang lebih kuat di pasar yang semakin kompetitif.

Program pendampingan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari manajemen keuangan, strategi pemasaran, hingga inovasi produk. Dengan demikian, UMKM tidak hanya mendapatkan suntikan modal, tetapi juga bekal pengetahuan dan keterampilan yang esensial. Peningkatan literasi keuangan membantu pelaku usaha dalam mengelola dana secara efektif dan membuat keputusan bisnis yang lebih baik.

Iwan Suprianto menegaskan bahwa upaya ini merupakan bagian dari komitmen BRI untuk menciptakan UMKM yang mandiri dan berkelanjutan. Dengan kombinasi akses pembiayaan dan pemberdayaan, diharapkan UMKM dapat menjadi motor penggerak ekonomi yang tangguh. Ini akan berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara luas.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi