Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat, segera melakukan pemantauan di wilayah selatan atau pesisir pantai. Langkah ini diambil menyusul gempa bumi bermagnitudo 4,8 yang berpusat di pantai selatan Kabupaten Sukabumi pada Minggu sore. Pemantauan ini bertujuan untuk memastikan kondisi keamanan dan potensi dampak di daerah yang berbatasan langsung.
Gempa tersebut tercatat oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada pukul 15:11:06 WIB. Meskipun berdekatan, wilayah Garut yang berada satu garis pantai dengan Sukabumi dilaporkan tidak merasakan guncangan gempa secara kuat. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris BPBD Kabupaten Garut, Abud Abdullah, berdasarkan laporan awal.
Pusat gempa berlokasi di laut, sekitar 79 km arah barat daya Kabupaten Sukabumi, dengan kedalaman 52 km. Berdasarkan hasil kajian BMKG, gempa berjenis dangkal di dasar laut ini dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami. BPBD Garut terus berkoordinasi dengan BMKG untuk mendapatkan informasi terkini dan akurat.
Advertisement
Advertisement
Respons Cepat BPBD Garut dan Kondisi Wilayah
Sekretaris BPBD Kabupaten Garut, Abud Abdullah, mengonfirmasi laporan dari BMKG mengenai aktivitas gempa di selatan Sukabumi. Pihaknya segera menginstruksikan jajaran untuk memonitor kondisi di sepanjang pantai selatan Garut. Monitoring ini penting untuk mendeteksi potensi dampak sekecil apa pun.
Meskipun demikian, hasil pemantauan awal menunjukkan bahwa wilayah Garut tidak merasakan guncangan gempa yang signifikan. Abud Abdullah menyatakan, "Monitoring wilayah Garut tidak terasa," merujuk pada laporan dari tim di lapangan. Kondisi ini memberikan sedikit kelegaan bagi masyarakat setempat.
Koordinasi erat antara BPBD Garut dan BMKG menjadi kunci dalam penanganan situasi ini. Informasi yang cepat dan akurat dari BMKG membantu BPBD dalam mengambil langkah-langkah preventif dan responsif. Kesiapsiagaan tetap diutamakan meski dampak di Garut minim.
Advertisement
Advertisement
Detail Gempa Menurut BMKG dan Jaminan Tanpa Tsunami
BMKG merilis pembaruan parameter gempa dengan magnitudo 4,8, setelah sebelumnya dilaporkan 5,0. Gempa terjadi pada Minggu, pukul 15:11:06 WIB, berlokasi di laut pada jarak 79 km arah barat daya Kabupaten Sukabumi. Kedalaman gempa tercatat 52 km, mengindikasikan jenis gempa dangkal.
Penting untuk digarisbawahi, hasil pemodelan tsunami oleh BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak memiliki potensi tsunami. Pernyataan ini disampaikan untuk menenangkan masyarakat dan menghindari kepanikan yang tidak perlu. Tidak adanya potensi tsunami menjadi kabar baik bagi daerah pesisir.
BMKG juga menginformasikan bahwa tidak ada gempa susulan yang terdeteksi setelah kejadian utama. Tingkat guncangan gempa dirasakan di beberapa daerah lain seperti Sukabumi, Cianjur, Bandung, dan Bogor. BMKG terus memantau aktivitas gempa bumi susulan secara berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Imbauan BMKG untuk Masyarakat
BMKG secara aktif terus memonitor aktivitas gempa bumi dan menyampaikan pemutakhiran informasi kepada pemangku kepentingan serta masyarakat luas. Transparansi informasi ini krusial untuk menjaga ketenangan publik. Masyarakat diimbau untuk selalu merujuk pada informasi resmi.
Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Penyebaran hoaks dapat menimbulkan kepanikan yang tidak perlu di tengah situasi seperti ini. Verifikasi informasi adalah langkah bijak.
Selain itu, BMKG juga menyarankan agar masyarakat menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa. Langkah ini merupakan tindakan pencegahan penting untuk menghindari potensi bahaya lanjutan. Keselamatan diri dan keluarga harus menjadi prioritas utama.
Advertisement
Sumber: AntaraNews