Pemkab Kudus Resmikan Gedung Kudus Sehat, Tingkatkan Layanan Kesehatan Modern
Pemkab Kudus meresmikan Gedung Kudus Sehat di RSUD dr. Loekmono Hadi, fasilitas enam lantai modern untuk tingkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan konsep terpadu.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, Jawa Tengah, menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan derajat kesehatan warganya. Hal ini diwujudkan melalui pembangunan Gedung Kudus Sehat, sebuah fasilitas kesehatan modern berlantai enam yang berlokasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Loekmono Hadi. Proyek ambisius ini diharapkan mampu menyediakan layanan kesehatan yang lebih komprehensif dan nyaman bagi masyarakat Kudus dan sekitarnya.
Peletakan batu pertama pembangunan Gedung Kudus Sehat telah dilaksanakan pada Selasa, 20 Mei 2025, di lahan bekas Plasa Matahari Kudus. Acara penting ini dihadiri langsung oleh Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah Edy Winarko, jajaran Forkopimda, serta berbagai tamu undangan lainnya. Pembangunan ini menjadi tonggak sejarah baru bagi peningkatan infrastruktur kesehatan di wilayah tersebut.
Gedung baru ini tidak hanya akan berfungsi sebagai pusat layanan rawat inap, tetapi juga mengusung konsep kolaborasi unik dengan fasilitas pendukung lainnya. Integrasi pusat perbelanjaan modern, hotel, restoran, klinik, hingga ruang Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) diharapkan dapat memberikan pengalaman yang berbeda dan kenyamanan maksimal bagi pasien maupun keluarga pasien selama menjalani perawatan atau kunjungan.
Konsep Inovatif Gedung Kudus Sehat untuk Kenyamanan Optimal
Gedung Kudus Sehat dirancang dengan konsep modern yang mengedepankan kenyamanan dan fasilitas terpadu, menjadikannya lebih dari sekadar rumah sakit. Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menjelaskan bahwa gedung ini akan memadukan layanan rawat inap dengan berbagai fasilitas penunjang gaya hidup. Konsep ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan yang tidak hanya fokus pada penyembuhan, tetapi juga pada kesejahteraan pasien dan keluarganya.
Integrasi fasilitas seperti hotel dan restoran di dalam area rumah sakit merupakan inovasi yang signifikan. Hal ini diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi keluarga pasien yang mendampingi, sehingga tidak perlu mencari akomodasi atau tempat makan di luar area rumah sakit. Keberadaan pusat perbelanjaan modern dan ruang UMKM juga akan menambah nilai plus, memungkinkan pasien atau pengunjung untuk memenuhi kebutuhan lain tanpa harus bepergian jauh.
Kolaborasi antara layanan kesehatan dengan fasilitas komersial ini diharapkan dapat memberikan solusi bagi masyarakat yang selama ini terkendala akses. Bupati Sam’ani Intakoris mencontohkan, masyarakat yang enggan berobat ke kota besar seperti Semarang karena kemacetan, kini memiliki alternatif layanan kesehatan yang lebih dekat dan nyaman di RSUD dr. Loekmono Hadi. Ini menjadi langkah strategis dalam mendekatkan akses layanan kesehatan berkualitas kepada masyarakat.
Mewujudkan Pusat Medical Tourism dengan Pelayanan Profesional
Kehadiran Gedung Kudus Sehat juga memiliki visi yang lebih luas, yakni menjadi pusat medical tourism bagi masyarakat Kudus dan daerah sekitarnya. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Mustiko Wibowo, mengungkapkan harapan ini seiring dengan peningkatan fasilitas dan layanan yang akan tersedia. Konsep medical tourism ini akan menarik pasien dari berbagai wilayah untuk mendapatkan perawatan medis berkualitas di Kudus.
Untuk mendukung visi tersebut, Bupati Sam’ani Intakoris menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia. Ia meminta seluruh tenaga medis dan dokter untuk terus meningkatkan pelayanan kesehatan secara modern dan profesional. Dengan demikian, masyarakat dapat merasakan layanan terbaik yang sejalan dengan fasilitas gedung yang canggih dan lengkap.
RSUD dr. Loekmono Hadi sendiri terus berbenah dan melengkapi fasilitasnya. Sebelumnya, rumah sakit ini juga telah membangun gedung stroke dan onkologi yang rampung pada 27 Desember 2025. Pembangunan berkelanjutan ini menunjukkan komitmen untuk menyediakan layanan kesehatan yang komprehensif dan mutakhir bagi masyarakat Kudus.
Detail Proyek dan Pengawasan Pembangunan Gedung Kudus Sehat
Proyek pembangunan Gedung Kudus Sehat ini memiliki nilai pagu sekitar Rp110 miliar, menunjukkan skala investasi yang besar untuk peningkatan fasilitas kesehatan. Dalam proses lelangnya, proyek ini dimenangkan oleh PT Gala Tama dari Kota Semarang dengan nilai penawaran sebesar Rp91,45 miliar. Angka ini mencerminkan efisiensi dalam penggunaan anggaran untuk proyek vital ini.
Pendanaan pembangunan gedung enam lantai ini sepenuhnya menggunakan dana Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD Kudus. Hal ini menunjukkan kemandirian finansial rumah sakit dalam mengembangkan infrastruktur pelayanannya. Bupati Sam’ani Intakoris secara tegas meminta agar seluruh proses pembangunan diawasi dengan ketat, memastikan sesuai kontrak, spesifikasi, mutu, dan tepat waktu.
Setiap lantai Gedung Kudus Sehat memiliki peruntukan khusus untuk menunjang layanan terpadu. Lantai pertama akan digunakan untuk pasar modern, sementara lantai kedua akan menjadi pusat poliklinik, Medical Check Up (MCU), dan farmasi. Rehabilitasi medik, klinik estetika, serta radiologi akan menempati lantai ketiga. Lantai keempat didedikasikan untuk hotel dan restoran, sedangkan dua lantai teratas, yaitu lantai kelima dan keenam, akan berfungsi sebagai ruang rawat inap VIP dan VVIP, menawarkan kenyamanan ekstra bagi pasien.
Sumber: AntaraNews