RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus, Jawa Tengah, terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Hal ini diwujudkan melalui peresmian Gedung Fressia serta Gedung IGD dan Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (Ponek) pada Rabu, 11 Februari. Peresmian fasilitas baru ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas dan mutu layanan rumah sakit.
Pengembangan fasilitas ini secara khusus berfokus pada peningkatan penanganan kasus stroke, kanker, dan kegawatdaruratan. Dengan adanya gedung-gedung baru ini, RSUD Kudus berharap dapat memberikan pelayanan yang lebih cepat, komprehensif, dan sesuai standar. Ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kudus untuk memastikan akses kesehatan terbaik bagi warganya.
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris bersama Wakil Bupati Kudus Bellinda Putri secara langsung meresmikan fasilitas tersebut. Kehadiran mereka menandai dukungan penuh pemerintah daerah terhadap modernisasi infrastruktur kesehatan. Plt Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi, Mustiko Wibowo, menegaskan bahwa pengembangan ini adalah prioritas untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat yang terus berkembang.
Advertisement
Advertisement
Gedung Fressia, yang dibangun dengan nilai kontrak Rp44,62 miliar dari dana cukai, dirancang khusus untuk mengintegrasikan pelayanan saraf dan kanker. Gedung lima lantai ini menyediakan fasilitas lengkap mulai dari area parkir hingga ruang rawat inap. Lantai satu dan dua dialokasikan sebagai area parkir motor, memastikan kenyamanan bagi pengunjung dan pasien.
Pada lantai tiga, terdapat Poliklinik Saraf Komprehensif yang mencakup layanan stroke, onkologi, dan fisioterapi, memungkinkan pasien mendapatkan penanganan terpadu. Sementara itu, lantai empat dan lima difungsikan sebagai ruang rawat inap khusus stroke dan kanker. Kedua lantai ini memiliki kapasitas total 40 tempat tidur, mendukung perawatan intensif bagi pasien.
Keberadaan Gedung Fressia ini diharapkan dapat menyajikan layanan saraf dan onkologi yang lebih terpadu. Pasien kini dapat menjalani pemeriksaan, terapi, hingga perawatan dalam satu gedung, sehingga proses pengobatan menjadi lebih efisien dan komprehensif. Ini merupakan terobosan penting dalam upaya RSUD Kudus untuk menjadi pusat rujukan terkemuka.
Advertisement
Advertisement
Selain Gedung Fressia, RSUD Kudus juga meresmikan renovasi dan perluasan Gedung IGD dan Ponek. Proyek ini dilaksanakan dengan nilai kontrak Rp6,86 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Gedung dua lantai ini secara spesifik ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan kegawatdaruratan, memastikan respons cepat dan tepat.
Lantai satu gedung ini difungsikan sebagai IGD terpadu dengan kapasitas 35 tempat tidur. Fasilitas ini dilengkapi dengan ruang penanganan KDRT dan jiwa, ruang Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT), serta ruang isolasi, menunjukkan perhatian terhadap berbagai jenis kasus darurat. Sementara itu, lantai dua digunakan sebagai ruang perkantoran untuk mendukung operasional layanan, memastikan koordinasi yang efektif.
Mustiko Wibowo menyatakan bahwa melalui renovasi dan perluasan ini, kapasitas serta kenyamanan layanan kegawatdaruratan meningkat signifikan. Hal ini memungkinkan penanganan pasien dilakukan lebih cepat, komprehensif, dan sesuai standar pelayanan rumah sakit. Peningkatan ini krusial untuk kasus-kasus yang membutuhkan intervensi medis segera.
Advertisement
Advertisement
Plt Direktur RSUD dr. Loekmono Hadi, Mustiko Wibowo, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus meningkatkan mutu layanan kesehatan. Dengan diresmikannya fasilitas baru ini, masyarakat Kudus dan sekitarnya diharapkan dapat memperoleh layanan yang lebih optimal, cepat, dan nyaman. Ini mencerminkan visi rumah sakit untuk menjadi penyedia layanan kesehatan terdepan.
Bupati Kudus Sam'ani Intakoris juga menyampaikan harapannya agar penambahan fasilitas ini berdampak pada peningkatan kualitas pelayanan secara menyeluruh. Beliau menekankan pentingnya inovasi dan peningkatan kinerja, terutama di IGD, mengingat pasien di sana umumnya berharap penanganan secepatnya. Bupati berharap RSUD Kudus semakin menjadi primadona di wilayah tersebut.
Lebih lanjut, Bupati Sam'ani Intakoris berharap masyarakat Kudus tidak perlu lagi mencari rujukan ke luar daerah. Fasilitas dan kualitas layanan di RSUD Kudus kini semakin lengkap, mengurangi beban pasien dan keluarga. Data kunjungan menunjukkan bahwa sekitar 70 persen pasien berasal dari luar daerah seperti Demak dan wilayah sekitar Kudus, menegaskan posisi RSUD sebagai rujukan regional.
Advertisement
Advertisement
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Kudus juga telah merencanakan pengembangan layanan ortopedi. Proyek ini bertujuan agar pasien dengan kasus patah tulang atau gangguan tulang tidak perlu lagi dirujuk ke luar kota, memberikan kemudahan akses perawatan. Saat ini, proyek pengembangan tersebut masih dalam tahap perencanaan dan konsultasi dengan pihak terkait, menunjukkan pendekatan yang matang.
Dengan berbagai pengembangan fasilitas dan layanan ini, RSUD dr. Loekmono Hadi diharapkan semakin memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan utama. Terutama di wilayah Pantura Timur dan sekitarnya, rumah sakit ini bertekad menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan. Ini adalah langkah progresif untuk meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakat secara luas.
Sumber: AntaraNews
Advertisement