Hunian Sementara Batang Anai–Padang Hampir Selesai, Siap Digunakan
Huntara ini dirancang sebagai tempat tinggal sementara yang layak, sebelum masyarakat pindah ke hunian tetap mereka.
Pembangunan hunian sementara (huntara) untuk warga yang terdampak bencana di Provinsi Sumatra Barat terus menunjukkan kemajuan yang signifikan. Di berbagai kabupaten dan kota, pelaksanaan pembangunan huntara masih berlangsung dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pekerja konstruksi hingga anggota TNI dan Polri.
Huntara ini disiapkan sebagai tempat tinggal sementara yang layak sebelum para warga dapat menempati hunian permanen. Dari pantauan yang dilakukan pada hari Selasa (20/1), terlihat bahwa di Kabupaten Padang Pariaman, pembangunan huntara di Nagari Katapiang, Kecamatan Batang Anai, masih dalam tahap pengerjaan. Kondisi fisik bangunan sudah mulai terlihat jelas, dengan dinding huntara yang terbuat dari papan dan atap yang telah terpasang.
Sejumlah pekerja konstruksi tampak aktif melakukan pekerjaan, di mana sebagian dari mereka sedang melakukan pengecatan.
Akses jalan utama menuju kompleks huntara juga sudah tersedia dengan konstruksi cor semen, yang memudahkan mobilitas pekerja dan distribusi material. Sementara itu, di Jorong Kubu Gadang, Nagari Sumpur, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, mayoritas huntara masih dalam proses pemasangan dan penggabungan rangka.
Di bawah terik matahari, para pekerja konstruksi terus menyelesaikan struktur dasar bangunan, yang merupakan tahap awal sebelum pemasangan dinding dan atap dilakukan. Berbeda dengan lokasi lainnya, huntara di Kapalo Koto, Kecamatan Pauh, Kota Padang, dibangun menggunakan rangka kayu. Pekerja terlihat mendirikan rangka-rangka kayu yang nantinya akan dipasangi papan sebagai dinding.
Setiap unit huntara dirancang memiliki satu pintu dan jendela untuk sirkulasi udara dan cahaya.
Libatkan TNI
Di Jorong Padang Kunyik, Nagari Bungo Tanjuang, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, terlihat keterlibatan yang signifikan dari personel TNI. Dengan menggunakan sepatu boot, mereka membantu dalam mengangkat semen dan meratakan tanah untuk fondasi hunian sementara (huntara). Saat ini, proses pembangunan masih dalam tahap pemasangan papan penyekat, sehingga huntara belum sepenuhnya selesai.
Sementara itu, di Jorong Asam Pulau, Nagari Anduring, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kabupaten Padang Pariaman, pembangunan huntara banyak melibatkan anggota Polri. Di lokasi ini, sebagian besar kompleks huntara sudah hampir selesai dan hanya tinggal tahap pengecatan. Selain itu, personel TNI juga terlihat berkontribusi dengan melakukan aktivitas seperti menggergaji, mengangkat papan, hingga mencangkul tanah. Secara keseluruhan, pembangunan huntara di Sumatra Barat terus dipercepat agar segera dapat dihuni oleh warga yang terdampak, sekaligus menjadi solusi sementara yang aman dan layak.