Dongkrak Ekonomi Aceh Barat, PT Mifa Bersaudara Perkuat Enam UMKM Lokal
Merupakan upaya lanjutan agar bantuan fasilitas yang telah diberikan sebelumnya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku UMKM.
PT Mifa Bersaudara memperkuat program pemberdayaan ekonomi masyarakat di Aceh Barat dengan memfokuskan pembinaan intensif terhadap enam pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR) yang lebih adaptif dan berbasis kebutuhan usaha masing-masing.
Enam pelaku usaha yang menjadi sasaran program tersebut yakni GPL Store, Rumah Jahit Bersama, Jaya Berkah Elektronik Service, Kelompok Poklahsar Bantimoh, Kelompok Kentang Sumber Batu, dan Kelompok Ranto Panyang Barat.
Program yang dijalankan bersama KIAT Advisory sebagai mitra strategis itu berlangsung selama periode Januari hingga Juni 2026. Berbeda dengan program sebelumnya yang lebih menitikberatkan pada bantuan alat produksi, kali ini PT Mifa Bersaudara mengarahkan fokus pada peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui transfer pengetahuan dan penguatan tata kelola bisnis.
Fasilitas
Kepala Divisi CSR PT Mifa Bersaudara, Tengku Khaddafi, mengatakan langkah tersebut merupakan upaya lanjutan agar bantuan fasilitas yang telah diberikan sebelumnya dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku UMKM.
"Kami telah lama membina UMKM ini melalui dukungan penyediaan peralatan modern untuk menunjang pengolahan produk. Namun, pada momentum kali ini, kami memberikan pelatihan intensif agar para pelaku usaha mampu memaksimalkan seluruh fasilitas yang ada, sehingga produk yang dihasilkan memiliki nilai jual yang lebih ke depannya," ujar Tengku Khaddafi.
Dalam pelaksanaannya, perusahaan tambang tersebut menggandeng KIAT Advisory (Yayasan Inovasi Bangun Negeri) sebagai lembaga pemberdayaan ekonomi guna memastikan materi pembinaan berjalan profesional dan terukur.
Pelatihan yang diberikan mencakup manajemen keuangan, tata kelola bisnis, standardisasi kualitas produk, optimalisasi bahan produksi, hingga strategi perluasan pasar berbasis digital.
Optimistis
Founder KIAT Advisory, Ichwan, menyatakan optimistis terhadap perkembangan UMKM binaan tersebut. Menurutnya, program ini membuka peluang akselerasi pasar yang lebih luas bagi produk lokal Aceh Barat.
"Kiat Advisory sangat bangga dapat dipercaya mendampingi PT Mifa Bersaudara dalam program strategis ini. Melalui rangkaian pelatihan yang terukur, kami melihat potensi dan antusiasme yang luar biasa dari para peserta untuk membawa produk lokal mereka menembus pasar yang lebih luas,” kata Ichwan.
Dampak dari program pembinaan mulai dirasakan para peserta. Selain lebih terampil mengelola bisnis dan memanfaatkan fasilitas produksi, sejumlah pelaku usaha juga mulai beradaptasi dengan ekosistem pemasaran digital guna menjangkau pasar nasional.
Salah satu peserta binaan, Yuli, mengaku pelatihan tersebut memberikan manfaat besar, tidak hanya dari sisi peningkatan kemampuan teknis, tetapi juga mempererat hubungan antarpelaku UMKM di Aceh Barat.
“Program ini memberikan kami keilmuan baru yang belum pernah kami dapatkan sebelumnya. Kami kini jauh lebih terampil dalam menjaga konsistensi kualitas produksi. Lebih dari itu, pelatihan ini mempererat tali persaudaraan kami, sehingga sesama pelaku UMKM di Aceh Barat bisa saling mendukung sebagai satu tim yang kompak,” ujarnya.
Keberhasilan Program
Tengku Khaddafi menambahkan, keberhasilan program juga ditopang oleh keterlibatan internal perusahaan. Produk-produk UMKM binaan kini mulai terserap secara organik di lingkungan.
"Perkembangan UMKM dampingan kami menunjukkan progres yang sangat positif karena pasarnya sudah terbentuk secara organik. Kebutuhan logistik di mess dan lingkungan, barang keperluan harian, hingga kerajinan—kini disuplai oleh mereka. Hal ini membuat sirkulasi pendapatan UMKM menjadi sangat sehat,” jelasnya.
Ke depan, kata dia akan memperluas pengembangan pasar UMKM binaan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat. Langkah tersebut dilakukan untuk mendorong produk-produk lokal agar mampu bersaing di tingkat regional secara lebih masif.