Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, segera menerima bantuan 103 unit hunian tetap (huntap) dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Bantuan ini diperuntukkan bagi warga yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di wilayah tersebut. Proses pembangunan hunian tetap ini sedang berlangsung dan ditargetkan selesai pada 21 April 2026.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Utara, Budiman Gultom, menyatakan bahwa ratusan hunian tersebut sedang dalam tahap pengerjaan. Lokasi pembangunan berada di aset pemerintah kabupaten setempat seluas empat hektare, tepatnya di Desa Dolok Nauli Simatemate, Kecamatan Adiankoting.
Hunian tetap ini nantinya akan diserahkan kepada korban bencana yang rumahnya mengalami rusak berat, hilang, atau berada di zonasi merah. Setiap unit huntap memiliki ukuran bangunan tipe 36 dengan dua kamar tidur, memastikan kenyamanan bagi para penerima manfaat.
Advertisement
Advertisement
Progres Pembangunan Hunian Tetap di Tapanuli Utara
Pembangunan 103 unit hunian tetap di Tapanuli Utara menunjukkan progres yang signifikan. Menurut Budiman Gultom, saat ini proyek tersebut tengah memasuki tahap pematangan lahan. Target penyelesaian pembangunan ditetapkan pada 21 April 2026, menunjukkan komitmen pemerintah dalam menyediakan tempat tinggal layak bagi korban bencana.
Lahan seluas empat hektare yang digunakan untuk pembangunan huntap merupakan aset milik pemerintah kabupaten. Lokasi strategis di Desa Dolok Nauli Simatemate, Kecamatan Adiankoting, dipilih untuk memastikan aksesibilitas dan keamanan bagi para penghuni di masa mendatang.
Setiap hunian dirancang dengan spesifikasi tipe 36, yang mencakup dua kamar tidur. Desain ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar keluarga korban bencana, memberikan mereka kembali rasa aman dan nyaman setelah kehilangan tempat tinggal akibat musibah alam.
Advertisement
Advertisement
Dampak Bencana dan Kriteria Penerima Bantuan
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Tapanuli Utara telah menimbulkan dampak yang luas bagi masyarakat setempat. Data dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB Sumut) per 22 Januari 2026 mencatat sebanyak 14.033 jiwa dari 3.509 kepala keluarga terdampak bencana tersebut.
Musibah ini juga menelan korban jiwa, dengan 36 orang dinyatakan meninggal dunia dan dua orang masih dalam pencarian. Kondisi ini menggarisbawahi urgensi penyediaan hunian yang aman dan layak bagi para penyintas.
Bantuan hunian tetap ini diprioritaskan bagi korban yang paling parah terdampak. Kriteria penerima mencakup mereka yang rumahnya mengalami kerusakan berat, hilang sepenuhnya, atau berada di area yang ditetapkan sebagai zonasi merah, yaitu zona rawan bencana yang tidak aman untuk dihuni kembali.
Advertisement
Sumber: AntaraNews