Gubernur Sumut Dorong Percepatan Pembangunan Hunian Tetap, Validasi Data Jadi Kunci
Gubernur Sumut Bobby Nasution terus menggenjot percepatan pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi, dengan validasi data spesifik sebagai prioritas utama untuk realisasi di lapangan.
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution secara aktif mendorong percepatan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat. Inisiatif ini menyasar korban bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir November 2025. Percepatan ini menjadi fokus utama pemerintah provinsi untuk memastikan pemulihan optimal.
Salah satu langkah krusial yang ditekankan adalah validasi data spesifik penerima manfaat. Langkah ini bertujuan untuk mempercepat realisasi pembangunan huntap di lapangan. Rapat koordinasi pendataan huntap wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatera Barat telah dilakukan secara daring.
Pembangunan huntap ini akan difokuskan di lima kabupaten/kota di Sumut. Daerah tersebut meliputi Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Langkat. Komitmen kuat ditunjukkan oleh Gubernur Bobby Nasution untuk menuntaskan proyek penting ini.
Fokus Validasi Data dan Lokasi Prioritas
Gubernur Sumut Bobby Nasution menegaskan pentingnya validasi data spesifik penerima manfaat huntap. Validasi ini merupakan kunci utama untuk mempercepat proses pembangunan di lapangan. Tanpa data yang akurat, realisasi proyek akan terhambat dan tidak tepat sasaran.
Bobby Nasution juga mengaku telah turun langsung ke daerah terdampak banjir bandang dan longsor. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan proses pemulihan berjalan optimal dan sesuai rencana. Berbagai langkah percepatan telah diimplementasikan, termasuk verifikasi data korban.
Selain itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga fokus pada penyediaan lahan strategis dan penguatan kolaborasi lintas sektor. Koordinasi aktif dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan kepala daerah terus dilakukan. Dukungan penambahan anggaran penanggulangan pascabencana juga telah diberikan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menetapkan lima kabupaten/kota sebagai prioritas pembangunan huntap. Lokasi tersebut adalah Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Langkat. Penetapan ini didasarkan pada tingkat kebutuhan dan dampak bencana yang terjadi.
Progres Pembangunan di Tapanuli Selatan
Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera telah menunjukkan progres signifikan. Sebanyak 120 unit hunian tetap di Tapanuli Selatan telah diserahkan kuncinya kepada korban bencana. Penyerahan tahap satu ini dilakukan pada Jumat, 27 Maret.
Total 227 unit huntap direncanakan di Tapanuli Selatan, dengan 120 unit sudah rampung. Sisa 107 unit lainnya masih dalam proses pembangunan dan ditargetkan selesai pada 20 April 2026. Gubernur Bobby Nasution menyatakan komitmennya untuk mempercepat penyelesaian seluruh unit.
Penyelesaian pembangunan ini menjadi prioritas utama pemerintah daerah. Ini menunjukkan keseriusan dalam menyediakan tempat tinggal layak bagi masyarakat yang kehilangan rumah akibat bencana. Progres di Tapanuli Selatan diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain.
Mekanisme dan Target Pembangunan Nasional
Menteri Dalam Negeri RI, Tito Karnavian, selaku Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, menargetkan penyelesaian huntap tahun ini. Ia menekankan bahwa kecepatan penyelesaian sangat bergantung pada data spesifik yang divalidasi. Validasi data yang cepat dan akurat menjadi prasyarat penting.
Tito Karnavian juga meminta para gubernur untuk mendorong pemerintah kabupaten/kota agar segera menyampaikan data spesifik calon penerima huntap. Pembangunan huntap ini dilakukan melalui tiga mekanisme utama. Mekanisme pertama adalah skema insitu, yaitu pembangunan kembali di lokasi asal warga.
Mekanisme kedua adalah eksitu mandiri, di mana relokasi dilakukan ke lahan baru yang disediakan atau dicari sendiri oleh warga. Ketiga, eksitu komunal, yaitu relokasi bersama ke kawasan baru yang lebih aman dalam satu hamparan lahan terpusat. Ketiga skema ini memberikan fleksibilitas sesuai kondisi lapangan.
Secara nasional, pemerintah telah menerima rencana pembangunan huntap untuk tiga provinsi sebanyak 39.016 unit. Dari jumlah tersebut, 3.221 unit akan dibangun secara insitu, 7.091 unit eksitu mandiri, dan 6.996 unit eksitu komunal. Total target pembangunan huntap di Sumatera Utara mencapai 6.350 unit dari pengajuan 7.321 unit. Rinciannya adalah 1.478 unit insitu, 851 unit eksitu mandiri, dan 4.021 unit eksitu komunal.
Sumber: AntaraNews