Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mendesak semua pihak terkait untuk segera mempercepat proses rekonstruksi pascabencana di Kabupaten Tapanuli Tengah. Langkah ini diambil menyusul dampak serius bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025 lalu. Fokus utama percepatan ini adalah pembangunan tanggul Sungai Badiri di Kecamatan Badiri, yang vital untuk melindungi masyarakat dari potensi banjir susulan.
Permintaan percepatan ini disampaikan langsung oleh Gubernur Bobby Nasution saat melakukan peninjauan di Tapanuli Tengah pada hari Senin, 13 April 2026. Ia menekankan bahwa anggaran untuk pembangunan tanggul sudah tersedia dan pengerjaan harus segera dimulai tanpa penundaan. Kehadiran gubernur di lokasi bertujuan untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai rencana yang telah ditetapkan.
Didampingi Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sumut, Gubernur Bobby meninjau langsung lokasi pembangunan tanggul Sungai Badiri. Pemantauan ini juga bertujuan mengidentifikasi berbagai kendala di lapangan, mengingat intensitas hujan di wilayah tersebut masih tergolong tinggi. Percepatan ini diharapkan dapat segera memulihkan kondisi wilayah terdampak bencana.
Advertisement
Advertisement
Gubernur Bobby Nasution secara tegas meminta agar pembangunan tanggul Sungai Badiri segera direalisasikan. "Saya minta secepatnya dibangun ini (tanggul Sungai Badiri), karena memang sudah ada anggarannya. Jangan lama-lama. Segera kerjakan pemantapan tanggul sungai," ujarnya saat meninjau lokasi. Penekanan ini menunjukkan urgensi pemerintah daerah dalam mengatasi ancaman bencana hidrometeorologi yang berulang.
Selain mendorong percepatan, Gubernur juga menyoroti aspek teknis di lapangan agar tidak terhambat oleh persoalan administrasi atau kelalaian teknis. Ia menekankan pentingnya antisipasi terhadap tantangan di lapangan, mengingat banjir besar pada akhir November lalu sempat merusak timbunan batu tanggul yang sudah ada.
Kementerian Pekerjaan Umum juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi ini. Mereka meminta agar aliran Sungai Badiri di Tapanuli Tengah digeser sementara waktu. Hal ini bertujuan untuk memastikan kelancaran proses pembangunan tanggul tanpa hambatan berarti.
Advertisement
Advertisement
Dalam upaya percepatan rekonstruksi pascabencana, sinergi antara pemerintah daerah dan TNI menjadi kunci. Gubernur Bobby Nasution dan rombongan juga meninjau pembangunan jembatan bailey yang sedang dikerjakan oleh pihak TNI. Material besi untuk jembatan tersebut terlihat sudah disiapkan di lokasi, menandakan kesiapan pengerjaan.
Pembangunan tanggul dan jembatan ini diharapkan dapat berjalan beriringan. Tujuannya adalah untuk mendukung aksesibilitas masyarakat, khususnya menuju kawasan pertanian yang menjadi mata pencarian utama. Akses yang lancar sangat krusial bagi pemulihan ekonomi lokal pascabencana.
Gubernur juga meminta dukungan penuh dari masyarakat setempat. "Saya minta masyarakat, tolong dukungannya. Jadi nanti kalau ada yang masuk dan mengerjakan tanggul bisa dibantu kelancarannya," kata Bobby. Partisipasi aktif warga sangat membantu kelancaran proyek infrastruktur ini.
Advertisement
Advertisement
Kondisi cuaca yang ekstrem masih menjadi kekhawatiran utama bagi warga Tapanuli Tengah. Darmi Sihombing (45), warga Desa Lubukampolu, Kecamatan Badiri, mengungkapkan kekhawatirannya akan intensitas hujan tinggi. Ia menyebutkan bahwa curah hujan yang deras dapat meningkatkan debit air Sungai Badiri secara drastis dalam waktu singkat.
Peningkatan debit air ini sangat menyulitkan aktivitas warga, terutama yang harus menyeberangi sungai menuju ladang. Jembatan yang hanyut akibat banjir akhir November 2025 semakin memperparah kondisi ini. Oleh karena itu, pembangunan jembatan bailey menjadi sangat mendesak.
Gubernur Bobby Nasution juga mengingatkan pentingnya relokasi bagi warga yang tinggal di zona merah sempadan sungai. "Tetapi ingat, di kawasan ini (sempadan sungai) apabila masuk zona merah tidak boleh bertempat tinggal di sini bapak/ibu. Kalau beraktivitas silakan saja," tegasnya. Pemerintah siap membantu warga yang rumahnya rusak berat, baik dengan membangun kembali di lahan yang sama atau menyiapkan lahan baru.
Advertisement
Sumber: AntaraNews