Gubernur Sumut Tolak Proyek Mark-up: Bobby Nasution Tegas Tolak Anggaran Janggal
Gubernur Sumut Bobby Nasution mengambil sikap tegas menolak proyek mark-up anggaran yang diajukan OPD, memastikan transparansi dan efisiensi dana daerah. Kebijakan ini menjadi sinyal keras bagi semua pihak.
Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution secara tegas menolak sejumlah pengajuan proyek dari organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungannya. Penolakan ini didasari oleh indikasi mark-up anggaran serta proses yang tidak transparan dan tidak masuk akal.
Sikap tegas ini diambil Bobby Nasution sejak dirinya dinyatakan sebagai pemenang Pemilihan Gubernur Sumut 2024 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara. Banyak pihak yang mencoba meloloskan proyek dengan meminta persetujuan langsung kepadanya.
Bobby mengungkapkan kegeramannya karena dokumen berbagai proyek tiba-tiba sudah berada di meja kerjanya tanpa melewati tahapan perencanaan, evaluasi, dan paparan terbuka. Hal ini menimbulkan kecurigaan akan adanya praktik yang tidak sesuai prosedur.
Sikap Tegas Gubernur Sumut Terhadap Anggaran Proyek
Gubernur Bobby Nasution menegaskan bahwa dirinya tidak akan meneken proyek yang prosesnya tidak jelas dan terkesan dimahalkan. Ia menyoroti banyaknya pihak yang mendekat dan mencoba meloloskan berbagai proyek tanpa prosedur yang semestinya.
Menurut Bobby, beberapa pengajuan proyek datang setelah ucapan selamat atas kemenangannya, langsung meminta tanda tangan persetujuan. Ia mempertanyakan asal-usul proyek tersebut yang tiba-tiba muncul di mejanya.
Ketiadaan tahapan perencanaan dan evaluasi yang transparan menjadi alasan utama penolakan proyek-proyek tersebut. Bobby menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap pengajuan anggaran daerah.
Proyek Ratusan Miliar Tanpa Paparan Jelas
Salah satu proyek yang menjadi sorotan tajam Bobby Nasution adalah pembangunan fisik sebuah gedung di Sumatera Utara dengan nilai anggaran fantastis, mencapai Rp484 miliar. Proyek ini ditolak karena tidak pernah dipresentasikan secara detail.
Bobby menjelaskan bahwa konsep pembangunan maupun rincian anggaran proyek gedung tersebut tidak pernah dipaparkan secara terbuka. Tiba-tiba, dokumen proyek dengan nilai ratusan miliar itu sudah siap untuk ditandatangani.
Penolakan ini menjadi bukti komitmen Bobby untuk tidak asal menyetujui proyek tanpa kajian yang jelas, apalagi jika anggarannya terkesan digelembungkan. Ia tidak ingin ada pemborosan anggaran daerah yang tidak efisien.
Komitmen Transparansi dan Efisiensi Anggaran Daerah
Gubernur Bobby Nasution menegaskan akan lebih ketat dalam memeriksa seluruh pengajuan proyek dari OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumut. Langkah ini diambil untuk mencegah praktik pemborosan anggaran dan permainan proyek yang merugikan masyarakat.
Ia memberikan sinyal keras kepada seluruh OPD setempat agar tidak lagi mengajukan proyek yang dinilai janggal atau mengandalkan kedekatan politik untuk mendapatkan persetujuan. Setiap program pembangunan harus memiliki dasar yang kuat dan transparan.
Bobby menekankan bahwa setiap program pembangunan harus benar-benar memberikan manfaat nyata kepada masyarakat, bukan sekadar menghabiskan anggaran daerah. Prioritas utama adalah kesejahteraan rakyat Sumut melalui penggunaan dana yang efektif dan efisien.
Sumber: AntaraNews