Festival Layang-Layang Sumut Diharapkan Dongkrak Pariwisata Daerah, Ribuan Peserta Antusias
Gubernur Sumut Bobby Nasution berharap Festival Layang-Layang Sumut 2026 dapat menjadi motor penggerak sektor pariwisata, menarik perhatian lebih dari seribu peserta dan masyarakat luas.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution secara resmi membuka Festival Layang-Layang Piala Gubernur Sumut 2026 pada Sabtu. Acara ini berlangsung di Sirkuit Dinas Kepemudaan dan Keolahragaan Provinsi Sumut.
Bobby Nasution menyampaikan harapannya agar festival ini tidak hanya menjadi ajang olahraga masyarakat, tetapi juga mampu mendongkrak sektor pariwisata daerah. Festival ini diharapkan dapat menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.
Diselenggarakan selama dua hari, yakni 9-10 Mei, festival ini berhasil menarik perhatian lebih dari 1.000 peserta. Mereka datang dari berbagai wilayah di Sumatera Utara untuk berpartisipasi.
Optimalisasi Festival untuk Promosi Destinasi Wisata
Bobby Nasution mengutarakan visinya agar pelaksanaan festival layang-layang di masa mendatang dapat dipusatkan di destinasi wisata unggulan. Hal ini bertujuan sebagai sarana promosi efektif bagi daerah.
“Kalau bisa tahun depan festival layang-layang digelar di tempat yang bisa dijual pariwisatanya,” ujar Bobby. Ia menekankan pentingnya sinergi antara kegiatan budaya dan promosi pariwisata.
Dengan demikian, bukan hanya aktivitas layang-layang yang menjadi daya tarik, melainkan juga keindahan dan potensi tempat wisata di Sumut. Ini akan memberikan nilai tambah bagi pengalaman pengunjung. Strategi ini diharapkan dapat menciptakan pengalaman yang lebih komprehensif bagi peserta dan pengunjung, memungkinkan mereka menikmati festival sambil menjelajahi keindahan alam serta budaya lokal Sumatera Utara.
Antusiasme Tinggi dan Pelestarian Permainan Tradisional
Antusiasme masyarakat terhadap Festival Layang-Layang Sumut ini sangat tinggi. Lebih dari seribu peserta turut memeriahkan acara, menunjukkan minat besar pada permainan tradisional.
Gubernur Bobby Nasution memberikan apresiasi atas partisipasi masif ini, terutama di tengah era digitalisasi yang serba modern. “Saya apresiasi festival layang-layang ini karena pesertanya lebih dari seribu orang. Ini sangat menarik di tengah era digitalisasi sekarang,” katanya.
Menurut Bobby, permainan tradisional memiliki peran krusial dalam membangun kreativitas anak-anak. Selain itu, permainan ini juga mengandung nilai edukasi dan sosial yang penting bagi perkembangan mereka.
Ia menekankan pentingnya melestarikan permainan rakyat seperti layang-layang dan patok lele. Permainan ini dapat mendorong anak-anak untuk lebih aktif di luar ruangan, tidak terpaku pada gawai.
Bagian dari Rangkaian Menuju Forprovsu 2026
Ketua Umum Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KOMI) M Daffasya Adnan Sinik menjelaskan bahwa festival ini merupakan bagian dari “Road to Forprovsu 2026”. Ini adalah rangkaian acara menuju festival olahraga masyarakat yang lebih besar.
Forprovsu 2026 direncanakan akan menjadi festival olahraga masyarakat yang sangat meriah. Acara puncak tersebut diperkirakan akan dihadiri oleh lebih dari 10.000 orang pada bulan Oktober 2026.
Festival Layang-Layang Sumut ini menjadi salah satu pemanasan penting. Ini juga menunjukkan kesiapan Sumatera Utara dalam menyelenggarakan event berskala besar. Melalui acara-acara seperti ini, diharapkan semangat olahraga dan kebersamaan masyarakat akan terus tumbuh, sekaligus menjadi ajang promosi bagi potensi daerah.
Sumber: AntaraNews