Pemkab Sigi Ingatkan Kades Data Warga Belum Terima Bantuan Gempa Sigi, Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran

Pemerintah Kabupaten Sigi mendesak kepala desa proaktif mendata warga yang belum menerima Bantuan Gempa Sigi, memastikan semua terdampak akan mendapatkan tenda dan hunian sementara.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Pemkab Sigi Ingatkan Kades Data Warga Belum Terima Bantuan Gempa Sigi, Pastikan Penyaluran Tepat Sasaran
Pemerintah Kabupaten Sigi mendesak kepala desa proaktif mendata warga yang belum menerima Bantuan Gempa Sigi, memastikan semua terdampak akan mendapatkan tenda dan hunian sementara. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah (Sulteng), mendesak seluruh kepala desa di wilayah terdampak bencana gempa bumi untuk lebih proaktif dalam mendata warganya. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada masyarakat yang terlewat dari Bantuan Gempa Sigi. Komandan Satgas Bencana Kabupaten Sigi, Samuel Yansen Pongi, menegaskan pentingnya peran aktif kepala desa hingga tingkat terbawah dalam proses ini.

Masyarakat juga diimbau untuk turut serta aktif melaporkan kondisi mereka kepada pihak desa apabila belum mendapatkan Bantuan Gempa Sigi. Penyaluran bantuan pemerintah telah dirancang secara bertahap dan terstruktur. Mekanisme ini bertujuan agar setiap bantuan dapat sampai kepada masyarakat dengan tepat sasaran dan merata.

Proses penyaluran Bantuan Gempa Sigi dimulai dari posko induk di Kantor BPBD Sigi, kemudian didistribusikan ke pos lapangan di masing-masing kecamatan, hingga akhirnya mencapai pos pendukung di tingkat desa. Dari sinilah, pihak desa memiliki tanggung jawab untuk menyalurkan bantuan kepada masyarakat. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat dan mengefektifkan distribusi bantuan.

Mekanisme penyaluran Bantuan Gempa Sigi dirancang dengan cermat untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat terdampak. Samuel Yansen Pongi menjelaskan bahwa alur distribusi dimulai dari posko utama di Kantor BPBD Sigi. Selanjutnya, bantuan akan disalurkan ke pos-pos lapangan yang tersebar di setiap kecamatan, sebelum akhirnya diteruskan ke pos pendukung di tingkat desa.

Peran kepala desa sangat krusial dalam tahapan akhir penyaluran ini, memastikan Bantuan Gempa Sigi benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan. "Jadi dari posko induk di Kantor BPBD Sigi kemudian disalurkan ke pos lapangan di masing-masing kecamatan sampai di pos pendukung di tingkat desa, nantinya desa yang menyalurkan bantuan-bantuan itu kepada masyarakat," ucap Samuel.

Pemerintah Kabupaten Sigi juga menjamin bahwa seluruh masyarakat terdampak bencana gempa bumi akan mendapatkan bantuan tenda. Meskipun demikian, penyaluran tenda akan dilakukan secara bertahap. Hal ini disebabkan oleh proses pengiriman yang memerlukan waktu cukup panjang, sesuai arahan dari BNPB.

Setelah masa tanggap darurat berakhir, pemerintah daerah akan segera melakukan analisis mendalam untuk menentukan penanganan terbaik bagi hunian sementara (huntara) masyarakat. Tahap ini merupakan langkah penting dalam perencanaan jangka menengah dan panjang untuk pemulihan pascabencana. Analisis akan mempertimbangkan berbagai aspek agar solusi hunian dapat optimal.

Masyarakat diimbau untuk bersabar menunggu datangnya Bantuan Gempa Sigi berupa tenda yang disalurkan secara bertahap ini. Samuel Yansen Pongi memastikan bahwa semua warga terdampak akan mendapatkan bantuan tersebut. Untuk penggunaan huntara, telah ditetapkan batas maksimal dua tahun.

Setelah periode dua tahun tersebut, masyarakat diharapkan dapat berpindah dan menetap di hunian tetap (huntap) yang akan disediakan. Rencana ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan solusi hunian yang berkelanjutan bagi korban gempa.

Berdasarkan data terbaru dari BPBD Sigi, dampak gempa bumi di daerah tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur permukiman. Total rumah yang rusak mencapai 2.319 unit. Rincian kerusakan meliputi 1.966 rumah rusak ringan, 219 unit rusak sedang, dan 134 unit rusak berat. Penanganan Bantuan Gempa Sigi juga mencakup upaya rehabilitasi dan rekonstruksi.

Selain kerusakan fisik, bencana ini juga menimbulkan dampak korban dan terdampak yang cukup besar. Tercatat ada penambahan total korban dan terdampak sebanyak 8.586 jiwa dari 2.762 kepala keluarga. Data juga menunjukkan 17 orang mengalami luka berat, 108 orang luka ringan, dan tiga warga meninggal dunia.

Wilayah terdampak gempa bumi tersebar di 42 desa yang berada di sembilan kecamatan, yaitu Sigi Kota, Palolo, Nokilalaki, Tanambulava, Lindu, Dolo, Sigi Biromaru, Dolo Selatan, dan Gumbasa. Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,7 ini mengguncang wilayah Sigi, Parimo, Donggala, dan Kota Palu, Sulawesi Tengah, pada Selasa, 16 Juni, pukul 10.27 WIB, sebagaimana dilaporkan oleh BMKG.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi