BNPB Siapkan Rumah Sementara Korban Gempa Sigi, Tawarkan Bantuan Tunai Bulanan
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan membangun rumah sementara bagi korban gempa Sigi, Sulawesi Tengah. Warga juga bisa memilih bantuan tunai bulanan, memastikan pemulihan korban gempa Sigi.
Gempa magnitudo 6,7 melanda wilayah Sigi, Parigi Moutong, Donggala, dan Kota Palu di Sulawesi Tengah pada Selasa pukul 10.27 waktu setempat. Bencana alam ini menyebabkan kerusakan signifikan pada ribuan rumah warga serta berdampak pada ribuan jiwa.
Menanggapi kondisi tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah mengumumkan rencana pembangunan rumah sementara bagi para korban gempa di Kabupaten Sigi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat pemulihan dan memastikan warga terdampak mendapatkan tempat tinggal layak.
Kepala BNPB, Suharyanto, menyatakan bahwa warga terdampak memiliki opsi untuk memilih antara menempati rumah sementara atau menerima bantuan tunai bulanan. Kebijakan ini bertujuan memberikan fleksibilitas kepada masyarakat dalam proses rehabilitasi pasca-bencana.
Pilihan Bantuan untuk Penyintas Gempa Sigi
BNPB memberikan dua pilihan utama kepada masyarakat yang rumahnya rusak akibat gempa Sigi, Sulawesi Tengah. Pilihan pertama adalah menempati unit rumah sementara yang akan dibangun oleh pemerintah. Alternatif kedua, bagi warga yang tidak ingin pindah ke rumah sementara, adalah menerima bantuan tunai sebesar Rp600.000 per kepala keluarga setiap bulan.
Suharyanto menjelaskan bahwa bantuan tunai ini akan terus diberikan hingga rumah permanen bagi warga yang mengalami kerusakan berat selesai dibangun kembali. Skema bantuan ini serupa dengan kebijakan yang telah diterapkan di berbagai daerah lain yang juga dilanda bencana. Tujuan utama dari kebijakan ini adalah untuk memastikan bahwa kebutuhan dasar tempat tinggal warga tetap terpenuhi selama proses pembangunan kembali.
Pemberian bantuan tunai bulanan ini diharapkan dapat meringankan beban ekonomi keluarga terdampak. Dana tersebut dapat digunakan untuk menyewa tempat tinggal sementara atau memenuhi kebutuhan lain yang mendesak. Fleksibilitas ini memungkinkan warga untuk menentukan solusi terbaik sesuai dengan kondisi dan preferensi masing-masing.
Dampak Gempa dan Upaya Pemulihan
Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi menunjukkan skala kerusakan yang cukup besar akibat gempa tersebut. Total 2.319 unit rumah mengalami kerusakan. Rinciannya adalah 1.966 unit rusak ringan, 219 unit rusak sedang, dan 134 unit rusak berat.
Selain kerusakan infrastruktur, gempa juga berdampak pada ribuan jiwa. Sebanyak 8.586 orang dari 2.762 kepala keluarga dilaporkan menjadi korban bencana ini. Angka ini menunjukkan urgensi penanganan cepat dan komprehensif dari pemerintah serta berbagai pihak terkait.
BNPB saat ini terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat untuk menyelesaikan proses pendataan rumah yang rusak sedang dan berat. Akurasi data sangat krusial untuk mempercepat upaya pemulihan dan penyaluran bantuan yang tepat sasaran. Dengan data yang lengkap, proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Upaya pemulihan pasca-gempa di Sigi membutuhkan sinergi dari berbagai pihak. Pemerintah pusat melalui BNPB, pemerintah daerah, serta masyarakat diharapkan dapat bekerja sama untuk membangun kembali wilayah yang terdampak. Fokus utama adalah mengembalikan kehidupan normal bagi para penyintas gempa Sigi secepat mungkin.
Sumber: AntaraNews