Satuan Brimob Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah (Polda Sulteng) bergerak cepat mengoperasikan dapur lapangan dan kendaraan khusus (Ransus) Water Treatment di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Brimob untuk memberikan bantuan serta dukungan penanganan bencana gempa bumi yang melanda wilayah tersebut. Kehadiran fasilitas ini sangat krusial dalam memenuhi kebutuhan dasar para korban yang terdampak.
Dansatbrimob Polda Sulteng Kombes Pol Kurniawan Tandi Rongre menjelaskan bahwa pengerahan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan makanan siap saji dan air bersih bagi warga. Sebanyak 100 personel Brimob Polda Sulteng telah ditugaskan di lokasi bencana untuk menjalankan operasional dapur lapangan. Mereka bekerja tanpa henti demi meringankan beban masyarakat.
Kombes Pol Kurniawan Tandi Rongre menegaskan bahwa pihaknya berupaya memaksimalkan seluruh kemampuan dan peralatan yang dimiliki untuk membantu masyarakat terdampak gempa. Bantuan ini tidak hanya sebatas pengerahan personel, tetapi juga mencakup kemampuan taktis dan peralatan canggih yang mendukung penanganan bencana. Harapannya, bantuan ini dapat mempercepat proses pemulihan di wilayah Sigi.
Advertisement
Advertisement
Dukungan Kemanusiaan Brimob untuk Korban Gempa Sigi
Brimob Polda Sulteng telah mengerahkan 100 personel ke lokasi gempa di Kecamatan Nokilalaki, Sigi, untuk mengoperasikan dapur lapangan. Dapur lapangan ini memiliki kapasitas besar, mampu menyiapkan sekitar 150 hingga 200 porsi makanan siap saji setiap harinya. Makanan ini didistribusikan kepada para pengungsi, relawan, dan petugas yang bertugas di area bencana.
Operasional dapur lapangan Brimob terus berjalan untuk memastikan kebutuhan pangan para pengungsi tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat. Kombes Pol Kurniawan Tandi Rongre menyatakan bahwa fasilitas pendukung ini menjadi bagian penting dari upaya percepatan penanganan kebutuhan dasar masyarakat. Kehadiran Brimob Dapur Lapangan Sigi memberikan jaminan pasokan makanan yang stabil di tengah kondisi sulit.
Selain makanan, personel Brimob juga aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya, termasuk membantu evakuasi dan distribusi logistik. Komitmen Brimob dalam membantu masyarakat terdampak gempa menunjukkan peran penting institusi kepolisian dalam penanganan bencana. Bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban warga sekaligus mendukung proses pemulihan di wilayah yang masih merasakan dampak gempa.
Advertisement
Advertisement
Akses Air Bersih Terjamin dengan Water Treatment Brimob
Salah satu kebutuhan mendesak pasca-bencana adalah akses terhadap air bersih. Brimob Polda Sulteng menghadirkan kendaraan khusus Water Treatment untuk menjawab kebutuhan vital ini di lokasi gempa Sigi. Kendaraan ini dirancang untuk mengolah air baku menjadi air bersih yang layak konsumsi bagi masyarakat.
Kendaraan Water Treatment yang dikerahkan memiliki kemampuan produksi yang signifikan, yaitu sekitar 180 hingga 200 galon air bersih per hari. Air bersih yang dihasilkan kemudian disalurkan langsung kepada warga yang mengalami kesulitan akses air akibat dampak gempa. Ini merupakan solusi efektif untuk mencegah masalah kesehatan yang mungkin timbul akibat kurangnya air bersih.
Ketersediaan air bersih yang memadai sangat penting untuk menjaga kebersihan dan kesehatan pengungsi, terutama di tenda-tenda pengungsian. Upaya Brimob ini memastikan bahwa masyarakat tidak hanya mendapatkan makanan, tetapi juga air bersih yang esensial untuk kehidupan sehari-hari. Inisiatif ini menunjukkan keseriusan Brimob dalam memberikan bantuan komprehensif kepada korban bencana.
Advertisement
Advertisement
Dampak Gempa Sigi dan Upaya Pemulihan
Bencana gempa bumi yang mengguncang Sigi pada Selasa (16/6) pukul 10.27 WIB dengan magnitudo 6,7 telah menyebabkan kerusakan signifikan di wilayah tersebut. Gempa ini tidak hanya dirasakan di Sigi, tetapi juga di Parimo, Donggala, dan Kota Palu, Sulawesi Tengah. Dampak terparah terlihat pada infrastruktur permukiman warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sigi mencatat bahwa per tanggal 20 Juni, jumlah rumah yang rusak akibat gempa mencapai 2.319 unit. Rinciannya terdiri dari 1.966 rumah rusak ringan, 219 unit rusak sedang, dan 134 unit rusak berat. Angka ini menunjukkan skala kerusakan yang luas dan membutuhkan upaya pemulihan yang besar.
Selain kerusakan fisik, gempa juga menimbulkan korban jiwa dan luka-luka. Total korban dan warga terdampak di Kabupaten Sigi mencapai 8.586 jiwa dari 2.762 kepala keluarga. Tercatat 17 orang mengalami luka berat, 108 orang luka ringan, dan tiga warga dilaporkan meninggal dunia. Data ini menggarisbawahi urgensi bantuan kemanusiaan dan upaya pemulihan yang terus dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk Brimob Polda Sulteng.
Advertisement
Sumber: AntaraNews