Pemerintah Jamin Kebutuhan dan Hunian Penyintas Bencana Sumatra Barat
Gubernur Mahyeldi memastikan pemerintah menanggung kebutuhan dasar dan menyediakan hunian bagi penyintas bencana Sumatra Barat, baik di pengungsian maupun melalui bantuan tunai, sebagai bagian dari penanganan korban bencana Sumatra Barat.
Pemerintah Provinsi Sumatra Barat memastikan pemenuhan kebutuhan dasar bagi para penyintas banjir bandang dan tanah longsor di wilayah tersebut. Bantuan ini diberikan selama mereka berada di tempat penampungan sementara di Sumatra Barat.
Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi, pada Sabtu (03/1) menyatakan komitmen pemerintah daerah untuk penanganan korban bencana Sumatra Barat. Ia menegaskan bahwa semua kebutuhan pokok pengungsi akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah.
Langkah ini diambil untuk meringankan beban para korban bencana yang tengah dalam masa pemulihan. Pemerintah juga akan memberikan tunjangan bulanan bagi warga yang memilih tinggal bersama keluarga atau kerabat sebagai bentuk dukungan.
Pemenuhan Kebutuhan Dasar Penyintas Bencana
Gubernur Mahyeldi secara langsung memastikan bahwa kebutuhan dasar para pengungsi akan terpenuhi selama mereka berada di tempat penampungan sementara. Hal ini mencakup pangan, sandang, dan kebutuhan pokok lainnya yang esensial. “Selama di hunian sementara, semua kebutuhan pokok pengungsi akan dipenuhi pemerintah,” ujar Mahyeldi di Padang pada Sabtu (03/1).
Bagi warga yang memutuskan untuk tidak tinggal di pengungsian dan memilih menumpang di rumah kerabat atau keluarga, pemerintah juga menyediakan skema bantuan. Mereka akan menerima tunjangan bulanan sebagai bentuk dukungan finansial.
Bantuan tunjangan bulanan ini diharapkan dapat membantu para penyintas bencana banjir bandang dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Selama di hunian sementara, kita pastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi. Bagi yang tinggal bersama keluarga, kita akan berikan bantuan bulanan,” tambah Mahyeldi.
Fokus utama pemerintah adalah meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana alam. Penanganan korban bencana Sumatra Barat menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Pembangunan Hunian Sementara dan Permanen untuk Korban Bencana
Di Kabupaten Pesisir Selatan, pemerintah daerah telah memulai pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak. Huntara tipe 36 ini diproyeksikan segera siap digunakan oleh korban banjir.
Lokasi pembangunan huntara tersebut berada di kawasan Taratak Teleang, Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan. Pembangunan ini menjadi bagian penting dari penanganan korban bencana Sumatra Barat.
Selain huntara, pemerintah juga merencanakan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga yang rumahnya rusak parah atau hanyut terbawa banjir. Hunian ini ditujukan bagi mereka yang rumahnya tidak lagi layak huni.
Pembangunan huntap akan disesuaikan dengan ketersediaan lahan, baik di tanah milik warga maupun lahan yang disiapkan oleh pemerintah. Ini menunjukkan komitmen jangka panjang dalam pemulihan pasca-bencana.
Perbaikan Infrastruktur dan Skema Bantuan Kerusakan Rumah
Pemerintah daerah juga secara bertahap melakukan perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana. Ini termasuk jalan, jembatan, rumah ibadah, rumah tinggal, hingga lahan persawahan yang terdampak.
Sesuai arahan Presiden, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk membangun kembali rumah-rumah yang mengalami kerusakan berat. Hal ini merupakan bagian integral dari upaya pemulihan menyeluruh.
Untuk rumah yang dikategorikan rusak sedang dan ringan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sedang melakukan pendataan. Bantuan yang diberikan berbeda sesuai tingkat kerusakan.
Bantuan yang ditetapkan adalah sebesar Rp30 juta untuk kerusakan sedang dan Rp15 juta untuk kerusakan ringan. Skema bantuan ini diharapkan dapat mempercepat proses rehabilitasi rumah warga.
Sumber: AntaraNews