IKN Kota Hutan Dunia: Komitmen Nusantara Wujudkan Pembangunan Selaras Alam dan Pemulihan Lingkungan
Ibu Kota Nusantara (IKN) berkomitmen menjadi **IKN Kota Hutan Dunia** melalui rehabilitasi lahan, penanaman jutaan pohon, dan pelibatan masyarakat, demi ekosistem lestari dan berkelanjutan.
Ibu Kota Nusantara (IKN) terus mengukuhkan komitmennya untuk menjadi IKN Kota Hutan Dunia, sebuah visi ambisius yang mengedepankan pembangunan selaras alam. Langkah nyata ini terlihat melalui berbagai inisiatif pemulihan lingkungan yang gencar dilakukan di berbagai wilayah Nusantara. Sejak pertengahan 2024 hingga Juni 2026, upaya masif telah dikerahkan untuk menghidupkan kembali ekosistem.
Otorita IKN, bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, serta Universitas Gadjah Mada (UGM), memimpin gerakan ini. Fokus utama adalah merehabilitasi lahan bekas tambang, menghijaukan kembali area vital, dan melindungi kawasan pesisir. Inisiatif ini juga melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat lokal dan dunia usaha.
Berbagai kegiatan telah dilaksanakan, mulai dari penanaman jutaan bibit pohon hingga aksi bersih-bersih lingkungan. Seluruh upaya ini bertujuan untuk menciptakan kota yang tidak hanya modern, tetapi juga berkelanjutan dan menjadi habitat alami bagi flora serta fauna. Komitmen ini selaras dengan semangat Hari Lingkungan Hidup 2026, "Saatnya Beraksi untuk Iklim".
Rehabilitasi Lahan Bekas Tambang: Mengembalikan Paru-Paru Nusantara
Salah satu fokus utama Otorita IKN dalam mewujudkan IKN Kota Hutan Dunia adalah rehabilitasi lahan bekas tambang yang rusak. Bersama Kementerian Kehutanan, Otorita IKN menjalin kerja sama strategis untuk memulihkan kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto. Area ini sebelumnya mengalami kerusakan ekologis parah, ditandai dengan lubang-lubang tambang dan lahan tandus.
Proses pemulihan dilakukan secara bertahap, dimulai dari pemetaan dan pengukuran kedalaman lubang bekas tambang. Selanjutnya, dilakukan penimbunan dan perataan lahan, diikuti perbaikan saluran drainase untuk mencegah genangan air. Kesuburan tanah yang rusak juga dipulihkan dengan bantuan para ahli, memastikan kondisi optimal untuk penanaman kembali.
Penanaman pohon dilakukan secara berjenjang, diawali dengan spesies cepat tumbuh seperti akasia dan sengon untuk menahan erosi dan menutup lahan terbuka. Setelah itu, spesies endemik Kalimantan seperti meranti, ulin, dan kapur akan ditanam untuk mengembalikan ekosistem alami. Bibit berkualitas tinggi disediakan oleh Balai Pembenihan Hutan, menjamin keberhasilan program penghijauan ini.
Selain penanaman, pengelolaan air dan pengendalian erosi juga menjadi prioritas melalui pembangunan cekdam dan kolam retensi. Pemantauan pertumbuhan tanaman dilakukan berkala, dan pengawasan ketat diberlakukan untuk mencegah penambangan liar. Masyarakat setempat turut dilibatkan sebagai pelaksana dan pemelihara, sekaligus didorong menanam komoditas bernilai ekonomi seperti karet dan aren.
Wanagama dan Kembalinya Satwa Liar: Indikator Pemulihan Ekosistem
Semangat pemulihan lingkungan juga merambah kawasan Wanagama seluas 621 hektare di Zona Rimba Kota, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Otorita IKN bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) dan mitra lainnya aktif melakukan penanaman pohon sebagai bagian dari peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Ini menunjukkan bahwa pembangunan IKN tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga pada ekosistem.
Hasil dari upaya ini mulai terlihat nyata dengan semakin seringnya satwa liar berkeliaran di kawasan IKN. Beruang madu, lutung merah, rusa sambar, dan berbagai jenis burung hutan kini menjadi pemandangan umum. Kehadiran mereka adalah indikator penting bahwa ekosistem mulai pulih dan berfungsi secara alami kembali.
Pulihnya ekosistem memberikan ruang hidup yang lebih luas bagi keanekaragaman hayati, sejalan dengan konsep smart forest city yang diusung IKN. Rektor UGM, Ova Emilia, menegaskan dukungan penuh kampusnya terhadap visi ini, melihatnya sebagai investasi jangka panjang untuk pembangunan berkelanjutan. IKN diharapkan menjadi contoh global dalam harmonisasi pembangunan dan lingkungan.
Gotong Royong Masyarakat: Fondasi Lingkungan Bersih dan Sehat
Gerakan menjaga lingkungan di IKN juga diperkuat oleh partisipasi aktif masyarakat melalui kerja bakti yang melibatkan sekitar 300 "pejuang lingkungan". Kegiatan ini, yang digelar di sekitar Masjid Negara IKN, berhasil mengumpulkan 330 kilogram sampah. Sampah tersebut kemudian dipilah menjadi organik, anorganik, dan bahan berbahaya, menunjukkan praktik pengelolaan sampah yang baik.
Ratna Juwita, salah seorang peserta, menekankan bahwa kegiatan ini bukan sekadar mengumpulkan sampah, melainkan menanamkan kesadaran kolektif. Lingkungan bersih berawal dari kebiasaan sederhana yang diterapkan setiap individu. Ini mencerminkan pentingnya edukasi dan partisipasi publik dalam menciptakan lingkungan yang lestari.
Peserta lain, Raehan Amsyah, menambahkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan memerlukan gotong royong dari berbagai pihak. Kolaborasi antara masyarakat, perusahaan, dan pemerintah menjadi kunci keberhasilan upaya pelestarian. Sinergi ini memastikan bahwa visi IKN Kota Hutan Dunia dapat terwujud melalui aksi nyata di tingkat akar rumput.
Melindungi Pesisir dengan Mangrove: Benteng Alami dari Abrasi
Puncak rangkaian aksi lingkungan di IKN juga menyentuh kawasan pesisir, tepatnya di Pantai Tanah Merah, Kelurahan Tanjung Harapan, Kecamatan Samboja. Otorita IKN, bekerja sama dengan PT Pertamina Hulu Mahakam dan masyarakat setempat, menggelar aksi bersih pantai serta penanaman mangrove. Pantai Tanah Merah memiliki peran krusial sebagai benteng alami terhadap abrasi dan dampak perubahan iklim.
Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam OIKN, Myrna Asnawati Safitri, menegaskan bahwa kegiatan ini lebih dari sekadar seremoni. Sebanyak 350 bibit mangrove ditanam, ditambah 500 bibit bakau hitam jenis Rhizophora mucronata dari Pertamina Hulu Mahakam. Meskipun jumlahnya belum masif, ini adalah langkah awal penting untuk membangun kawasan mangrove yang kuat dan luas.
Selain penanaman, aksi bersih pantai berhasil mengumpulkan 202,7 kilogram sampah yang kemudian dikelola dengan baik. Myrna menekankan pentingnya perubahan perilaku, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan memilah sampah, menjadikan kepedulian lingkungan sebagai gaya hidup. Perlindungan lingkungan dan pengendalian iklim adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah.
Billy Sunyoto dari Pertamina Hulu Mahakam menyatakan komitmen perusahaan mendukung visi Otorita IKN dalam menjaga kelestarian lingkungan. Camat Samboja, Damsik, mengapresiasi kegiatan ini sebagai pelengkap program pemulihan lingkungan yang telah berjalan, termasuk rehabilitasi lahan bekas tambang di wilayahnya. Ini menunjukkan kolaborasi multi-pihak yang efektif.
Progres dan Target Penghijauan IKN: Menuju Masa Depan Berkelanjutan
Sejak pertengahan 2024 hingga 13 Juni 2026, Otorita IKN bersama berbagai mitra telah melaksanakan setidaknya 32 kegiatan penanaman dan seremonial penghijauan. Total sekitar 1,25 juta bibit telah tertanam, mencakup 780.000 bibit pohon endemik seperti meranti, ulin, dan kapur. Selain itu, 220.000 bibit tanaman bernilai ekonomi dan 250.000 bibit mangrove juga turut ditanam.
Total luas lahan yang telah dihijaukan mencapai lebih dari 1.800 hektare, melibatkan berbagai mitra termasuk Kementerian Kehutanan, Kementerian Lingkungan Hidup, UGM, Pertamina Hulu Mahakam, masyarakat, dan dunia usaha. Hingga akhir tahun 2026, Otorita IKN menargetkan penanaman sedikitnya 1,5 juta batang pohon. Ini menunjukkan skala komitmen yang besar dalam mewujudkan IKN Kota Hutan Dunia.
Seluruh rangkaian kegiatan ini menggambarkan bahwa IKN dibangun bukan hanya sebagai kota masa depan, tetapi juga sebagai bukti nyata kemajuan dan kelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan. Dari lahan bekas tambang hingga hutan kota, setiap langkah adalah bagian dari upaya menjaga keseimbangan alam. Harapannya, hutan tetap lestari, satwa memiliki ruang hidup aman, dan generasi mendatang mewarisi bumi yang sehat dan berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews