Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) secara aktif mengajak partisipasi masyarakat dalam upaya penghijauan di kawasan IKN. Inisiatif ini bertujuan untuk mewujudkan calon ibu kota Indonesia sebagai kota hutan yang berkelanjutan. Kegiatan penanaman pohon menjadi bagian integral dari visi besar pembangunan IKN di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.
Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, menegaskan bahwa kegiatan penanaman pohon akan terus digalakkan sebagai gerakan kolektif. Langkah ini diharapkan dapat menjadikan IKN sebagai kota hutan yang hidup dan tumbuh. Penanaman pohon juga merupakan warisan berharga untuk generasi mendatang yang akan menghuni ibu kota baru ini.
Pada Sabtu, OIKN bersama 142 peserta melakukan penanaman pohon di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Plaza Yudikatif di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN. Para peserta berasal dari berbagai daerah, termasuk Balikpapan, Samarinda, hingga luar Pulau Kalimantan seperti Palembang dan Medan. Kegiatan ini menunjukkan komitmen kuat dalam membangun IKN yang tidak hanya modern, tetapi juga harmonis dengan alam.
Advertisement
Advertisement
Visi IKN sebagai Kota Hutan Lestari
Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) memiliki komitmen kuat untuk menumbuhkan kehidupan dan menjadikan IKN sebagai kota hutan yang lestari. Visi ini diwujudkan melalui berbagai kegiatan, salah satunya adalah penanaman pohon bersama masyarakat. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi identitas dan budaya baru bagi masyarakat IKN.
Basuki Hadimuljono, Kepala OIKN, menekankan pentingnya penanaman pohon sebagai bagian dari gerakan kolektif. Tujuannya adalah menciptakan IKN sebagai kota hutan yang tidak hanya modern dan inklusif, tetapi juga sejuk dan harmonis dengan lingkungan. Penanaman pohon di IKN adalah investasi jangka panjang untuk masa depan.
Melalui inisiatif ini, IKN tidak hanya akan menjadi pusat pemerintahan yang baru, tetapi juga sebuah ekosistem yang kaya akan keanekaragaman hayati. Upaya penghijauan ini dirancang untuk memperkuat ekosistem hijau di seluruh kawasan ibu kota. Ini mencerminkan pendekatan pembangunan yang seimbang antara kemajuan infrastruktur dan pelestarian alam.
Advertisement
Advertisement
Partisipasi Aktif dalam Gerakan Penghijauan IKN
Gerakan penanaman pohon di IKN melibatkan partisipasi aktif dari berbagai elemen masyarakat. Sebanyak 142 orang telah mendaftar secara daring untuk turut serta dalam kegiatan ini. Mereka bersama Otorita IKN menanam pohon di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Plaza Yudikatif, yang berlokasi di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
Jenis pohon yang ditanam pun beragam, mencakup sedikitnya 100 pohon dari 13 jenis tanaman berbeda. Pilihan ini meliputi pohon buah-buahan dan kayu-kayuan, yang bertujuan untuk memperkaya keanekaragaman hayati kawasan. Penanaman ini juga berkontribusi pada penguatan ekosistem hijau di jantung IKN.
Peserta kegiatan penanaman pohon di IKN datang dari berbagai wilayah, menunjukkan antusiasme yang luas. Ada yang berasal dari Balikpapan dan Samarinda, serta dari luar Pulau Kalimantan seperti Palembang dan Medan. Kehadiran mereka menjadi simbol keterikatan antara masyarakat dan ruang hidup yang sedang tumbuh di IKN.
Advertisement
Advertisement
Motivasi Masyarakat dan Harapan Masa Depan
Antusiasme masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan penanaman pohon di IKN sangat tinggi. Edi Busrah, salah satu warga yang mendaftar daring, menyatakan ketertarikannya karena memiliki hobi menanam pohon dan peduli terhadap lingkungan. Keinginannya untuk berkontribusi langsung pada pembangunan hijau IKN menjadi motivasi utama.
Banyak warga lainnya juga mengaku terdorong untuk berpartisipasi karena keinginan kuat untuk berkontribusi langsung. Mereka ingin menjadi bagian dari upaya mewujudkan IKN sebagai ibu kota yang lestari. Penanaman pohon ini bukan sekadar kegiatan, melainkan sebuah gerakan budaya yang diharapkan terus berlanjut.
Otorita IKN berharap penanaman pohon dapat menjadi bagian dari budaya hidup masyarakat IKN. Dengan demikian, IKN tidak hanya akan menghadirkan kota yang modern dan inklusif, tetapi juga lestari, sejuk, dan harmonis dengan alam. Ini adalah langkah penting menuju masa depan IKN yang berkelanjutan dan hijau.
Advertisement
Sumber: AntaraNews