Pembangunan IKN Berkelanjutan: Komitmen Indonesia untuk Kota Masa Depan Hijau
Kepala OIKN Basuki Hadimuljono menegaskan pembangunan IKN Berkelanjutan mengedepankan energi bersih, ruang terbuka hijau, dan perlindungan hutan, menjadikannya percontohan dunia.
Nusantara, 10 Januari 2026 – Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) secara konsisten menganut prinsip keberlanjutan lingkungan, demikian ditegaskan oleh Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono di Nusantara, Sabtu (10/1). Hal ini mencakup fokus pada energi bersih terbarukan, integrasi ruang terbuka hijau, transportasi ramah lingkungan, serta perlindungan kawasan hutan hingga 65 persen.
Basuki menjelaskan bahwa seluruh proses pembangunan IKN, mulai dari visi, strategi pemindahan ibu kota, pengembangan infrastruktur dasar, hingga pendekatan pembangunan, berlandaskan pada prinsip keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi. Komitmen kuat pemerintah Indonesia terhadap pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Nusantara juga sangat jelas dan konsisten.
Presiden Prabowo Subianto telah menyampaikan komitmen ini di berbagai forum, baik nasional maupun internasional, termasuk saat KTT G20 di Brazil pada November 2024. Saat itu, Presiden Prabowo menyoroti dampak langsung perubahan iklim terhadap Indonesia, seperti kenaikan air muka laut yang mengancam Jakarta, sebagai salah satu alasan mendesak pemindahan ibu kota negara.
Prinsip Keberlanjutan Lingkungan di Jantung IKN
Pembangunan IKN secara fundamental dirancang dengan mengedepankan aspek keberlanjutan lingkungan sebagai pilar utamanya. Otorita IKN memastikan bahwa setiap tahapan pembangunan mengintegrasikan konsep kota hutan (forest city) dengan proporsi ruang terbuka hijau yang signifikan. Fokus utama adalah pada pemanfaatan energi bersih terbarukan yang akan memenuhi 100% kebutuhan energi IKN, serta pengembangan sistem transportasi yang ramah lingkungan untuk mengurangi emisi karbon.
Lebih lanjut, IKN berkomitmen untuk melindungi 65 persen kawasan hutan yang ada di wilayahnya, menjadikannya paru-paru kota. Upaya ini sejalan dengan target Net Zero Emissions di IKN pada tahun 2045, serta peningkatan efisiensi energi sebesar 60% pada bangunan umum baru di tahun yang sama. Prinsip-prinsip ini bukan hanya sekadar slogan, melainkan panduan konkret dalam setiap detail perencanaan dan konstruksi di ibu kota baru.
Pendekatan holistik ini bertujuan menciptakan sebuah kota yang harmonis dengan alam, meminimalkan jejak ekologis, dan memaksimalkan kualitas hidup penghuninya. Integrasi ruang hijau dan penggunaan teknologi ramah lingkungan menjadi kunci dalam mewujudkan visi IKN sebagai kota berkelanjutan.
Komitmen Kuat Pemerintah dan Dukungan Internasional
Komitmen pemerintah Indonesia terhadap pembangunan IKN sangatlah kuat dan konsisten, sebagaimana ditekankan oleh Kepala OIKN Basuki Hadimuljono. Dukungan ini terlihat dari pernyataan Presiden Prabowo Subianto di berbagai forum, termasuk KTT G20 di Brazil. Presiden Prabowo secara eksplisit menyebutkan ancaman perubahan iklim, seperti kenaikan permukaan air laut di Jakarta, sebagai faktor pendorong pemindahan ibu kota.
Antusiasme masyarakat terhadap IKN juga sangat tinggi, terbukti dengan lebih dari 300 ribu pengunjung selama periode Natal dan Tahun Baru 2026. Basuki mengajak masyarakat untuk datang langsung dan melihat perkembangan IKN, yang menunjukkan bahwa proyek ini mendapatkan dukungan luas dari berbagai lapisan.
Selain dukungan domestik, IKN juga menarik perhatian internasional. Kunjungan akademik dari School of Public Policy, University of Maryland, Amerika Serikat, pada Kamis (8/1/2026) menjadi bukti ketertarikan global terhadap konsep IKN. Diskusi strategis ini membahas tata kelola modern, infrastruktur berkelanjutan, dan penerapan prinsip sustainability secara terintegrasi.
IKN sebagai Model Kota Berkelanjutan Dunia
Otorita IKN memposisikan Nusantara sebagai kota percontohan dunia dalam pembangunan kota berkelanjutan (sustainable city). Hal ini diperkuat dengan adanya kunjungan dari University of Maryland, sebuah institusi riset publik terkemuka. Kunjungan ini menjadi platform penting untuk memperkuat jejaring kerja sama internasional di bidang kebijakan publik dan perencanaan kota.
Melalui pertukaran pengetahuan global, OIKN berharap dapat mewujudkan Nusantara sebagai ibu kota dunia yang benar-benar berkelanjutan. Profesor Thomas C. Hilde, Ph.D., dari University of Maryland, mengapresiasi IKN sebagai proyek ambisius yang luar biasa. Ia berharap IKN dapat menjadi percontohan bagi negara-negara lain dalam membangun masa depan yang hijau.
Pernyataan Prof. Hilde menggarisbawahi potensi IKN sebagai inspirasi global untuk pembangunan perkotaan yang berwawasan lingkungan. Visi dan implementasi prinsip keberlanjutan di IKN diharapkan dapat menjadi standar baru bagi pengembangan kota-kota di seluruh dunia.
Sumber: AntaraNews