Otorita IKN Tegaskan Pengembangan IKN Berkelanjutan Berbasis Kekuatan Alam
Otorita IKN menegaskan komitmen pada Pengembangan IKN Berkelanjutan yang berpijak pada kekuatan alam, membuktikan keanekaragaman hayati melalui buku "Potret Alam Nusantara".
Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) kembali menegaskan komitmennya terhadap pembangunan berkelanjutan. Pengembangan IKN di sebagian wilayah Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara ini mengedepankan pendekatan berbasis kekuatan alam. Langkah ini menjadi fondasi utama dalam mewujudkan visi IKN sebagai kota hutan yang ramah lingkungan.
Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, Myrna Asnawati Safitri, menyatakan bahwa solusi berbasis alam menjadi arah utama pembangunan. Hal ini sejalan dengan upaya menjaga keanekaragaman hayati sebagai warisan berharga. Komitmen ini bertujuan untuk memastikan keseimbangan ekosistem di masa mendatang.
Untuk membuktikan bahwa hutan IKN tidak rusak, Otorita IKN telah merilis sebuah buku berjudul "Potret Alam Nusantara". Buku ini mendokumentasikan hasil pengamatan keanekaragaman hayati di kawasan IKN. Dokumentasi tersebut berupa foto-foto yang memperlihatkan kekayaan biodiversitas di sana.
Pendekatan Berkelanjutan Berpijak pada Kekuatan Alam
Otorita Ibu Kota Nusantara secara konsisten menekankan pentingnya pengembangan IKN berkelanjutan yang selaras dengan alam. Pendekatan ini bukan sekadar konsep, melainkan filosofi dasar yang menuntun setiap tahapan pembangunan di wilayah tersebut. Tujuannya adalah menciptakan sebuah kota yang modern namun tetap terintegrasi dengan lingkungan alaminya.
Myrna Asnawati Safitri, Deputi Bidang Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Otorita IKN, menjelaskan bahwa visi "kota hutan" adalah solusi berbasis alam yang menjadi pilar utama dalam mewujudkan IKN yang benar-benar berkelanjutan. Komitmen ini juga mencakup upaya serius untuk menjaga keanekaragaman hayati sebagai aset penting bagi generasi mendatang.
Pembangunan di IKN dirancang untuk meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Sebaliknya, pembangunan justru berupaya mengoptimalkan potensi alam yang ada. Hal ini termasuk pelestarian ekosistem asli dan pemanfaatan sumber daya secara bijaksana.
"Potret Alam Nusantara": Bukti Keanekaragaman Hayati IKN
Sebagai bentuk nyata komitmen terhadap lingkungan, Otorita IKN meluncurkan buku berjudul "Potret Alam Nusantara". Buku setebal 119 halaman ini merupakan hasil pengamatan mendalam terhadap keanekaragaman hayati. Publikasi ini membuktikan bahwa hutan di kawasan IKN tetap lestari dan kaya akan kehidupan.
Di dalam buku tersebut, terekam beragam spesies satwa yang mendiami hutan IKN. Mulai dari Julang Emas, Owa Kelawat, hingga Kubung Malaya, serta berbagai fauna lainnya, terekam dalam buku sebagai gambaran kekayaan biodiversitas Nusantara.
Peluncuran buku ini juga menjadi bagian dari misi besar IKN untuk menjadi kota yang ramah satwa. Pembangunan di IKN tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga mengedepankan keseimbangan antara aktivitas manusia dan alam. Ini adalah langkah penting dalam mewujudkan pengembangan IKN berkelanjutan.
Kolaborasi dan Target Hutan Tropis
Penyusunan buku "Potret Alam Nusantara" merupakan buah kolaborasi erat antara Otorita IKN dengan berbagai pihak. Perkumpulan Mandala Katalika (MANKA) menjadi mitra utama, didukung oleh BurungIndonesia, Burungnesia, dan Komunitas Pengamat Burung Nusantara. Keterlibatan berbagai komunitas ini menunjukkan semangat gotong royong dalam melestarikan lingkungan.
Kolaborasi ini mencakup proses dokumentasi dan pengamatan lapangan yang cermat. Data dan foto yang terkumpul menjadi dasar kuat untuk menunjukkan kondisi alam IKN yang sesungguhnya. Upaya bersama ini menegaskan bahwa pengembangan IKN berkelanjutan adalah tanggung jawab kolektif.
Buku tersebut menandai capaian penanaman pohon yang dilakukan sepanjang 2025, sebagai upaya mewujudkan 65 persen IKN sebagai kawasan hutan tropis. Target ini menjadi fondasi penting bagi pembangunan kota masa depan yang selaras dengan alam.
Otorita IKN terus berkomitmen untuk menjaga dan memulihkan lingkungan. Berbagai kegiatan berkelanjutan terus digalakkan untuk memperkuat posisi IKN sebagai kota hutan yang benar-benar berkelanjutan.
Sumber: AntaraNews