Penguatan Mutu FEB UIN Jakarta UGM: Kolaborasi Strategis Cetak SDM Unggul
Melalui Kolaborasi Strategis, FEB UIN Jakarta dan UGM bersinergi dalam Penguatan Mutu pendidikan tinggi. Upaya ini bertujuan mencetak SDM unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta telah menjalin kerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) dalam sebuah inisiatif penting. Kolaborasi ini bertujuan untuk memperkuat mutu pendidikan tinggi, sekaligus mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing. Sinergi ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi pengembangan akademik kedua institusi.
Kerja sama strategis ini mengemuka dalam kegiatan Konsinyering Penguatan Akademik dan Kelembagaan FEB UIN Jakarta yang baru-baru ini diselenggarakan. Acara tersebut melibatkan jajaran pimpinan struktural fakultas serta menghadirkan pakar manajemen terkemuka, Prof. Amin Wibowo PhD, yang juga merupakan Board of Directors MBA FEB UGM. Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk bertukar pikiran dan merumuskan strategi peningkatan kualitas pendidikan.
Dekan FEB UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Ibnu Qizam, menegaskan bahwa sinergi dan disiplin operasional sangat krusial untuk membawa program pendidikan naik kelas. Pembuktian dari upaya ini diwujudkan melalui kehadiran penuh seluruh pemangku kepentingan akademik. Oleh karena itu, kolaborasi dengan UGM menjadi langkah konkret dalam mencapai tujuan tersebut.
Sinergi Akademik untuk Kualitas Pendidikan
Prof. Dr. Ibnu Qizam menekankan pentingnya kolaborasi antar institusi pendidikan tinggi untuk mencapai standar kualitas yang lebih tinggi. Menurutnya, "Sinergi dan disiplin operasional sangat krusial untuk membawa program pendidikan naik kelas, yang pembuktiannya diwujudkan melalui kehadiran penuh seluruh pemangku kepentingan akademik." Keterlibatan aktif dari semua pihak, mulai dari pimpinan hingga dosen, menjadi kunci keberhasilan program ini.
Dalam konsinyering tersebut, Prof. Amin Wibowo PhD membagikan pemikiran strategisnya mengenai pengelolaan sekolah bisnis. Ia menjadikan pengalaman panjang penyelenggaraan program Magister Manajemen (MM) FEB UGM sebagai tolok ukur utama. Pembelajaran dari UGM ini diharapkan dapat diadopsi dan disesuaikan dengan kebutuhan FEB UIN Jakarta untuk meningkatkan kualitas program akademiknya.
Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kurikulum, tetapi juga pada tata kelola kelembagaan. Dengan mendengarkan langsung dari pakar berpengalaman seperti Prof. Amin, FEB UIN Jakarta mendapatkan wawasan berharga mengenai praktik terbaik dalam mengelola program studi agar lebih kompetitif dan relevan dengan tuntutan industri.
Jejak Keunggulan UGM dan Pilar Reputasi Sekolah Bisnis
Rekam jejak UGM dalam membina SDM unggul telah terbukti sejak program MM didirikan pada tahun 1988. Program ini kini berhasil menduduki peringkat pertama di Indonesia dan ke-30 di Asia versi QS Global MBA Rankings 2026. Prestasi ini menunjukkan konsistensi UGM dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikannya.
Untuk mencapai level prestisius tersebut, Prof. Amin Wibowo menjabarkan tujuh pilar utama reputasi sekolah bisnis. Pilar-pilar tersebut di antaranya adalah otonomi operasional, kejelasan positioning, komitmen akreditasi internasional, selektivitas input mahasiswa, hingga kekuatan ekosistem alumni. Pemahaman mendalam tentang pilar-pilar ini sangat penting bagi institusi yang ingin meningkatkan reputasinya.
Pilar-pilar ini menjadi panduan strategis bagi FEB UIN Jakarta dalam merumuskan langkah-langkah konkret. Dengan fokus pada aspek-aspek tersebut, diharapkan FEB UIN Jakarta dapat meniru kesuksesan UGM dalam menghasilkan lulusan berkualitas dan memiliki daya saing tinggi di pasar kerja.
Akreditasi Global sebagai Disiplin Mutu Berkelanjutan
Terkait pemenuhan standar global dalam pendidikan tinggi, Prof. Amin Wibowo mengingatkan agar sertifikasi akreditasi tidak dipandang sebatas pada pemenuhan syarat administratif. Akreditasi seharusnya bukan hanya untuk menarik minat calon pendaftar semata, melainkan cerminan dari kualitas internal institusi.
Prof. Amin Wibowo menegaskan, "Akreditasi global seperti AACSB bukan sekadar piagam hiasan di tembok atau alat marketing. Ia merupakan sebuah disiplin operasional, yang memaksa institusi untuk terus mengukur, mengevaluasi dan memperbaiki kualitas mutunya secara berkelanjutan." Hal ini menunjukkan bahwa akreditasi adalah proses berkelanjutan untuk peningkatan mutu.
Melalui pembelajaran tata kelola berafiliasi global ini, institusi pendidikan tinggi diharapkan mampu merumuskan diferensiasi inti. Selain itu, penguatan ekosistem kurikulum yang tangguh juga diperlukan guna menghadapi tantangan disrupsi digital di masa depan. Kolaborasi ini menjadi jembatan bagi FEB UIN Jakarta untuk mencapai standar global tersebut.
Sumber: AntaraNews