Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang telah mengambil langkah cepat dengan mendirikan dapur umum di posko pengungsian untuk memastikan kebutuhan makan sahur dan buka puasa warga terdampak banjir terpenuhi. Respons sigap ini dilakukan menyusul informasi adanya banjir yang melanda beberapa wilayah di Kota Tangerang. Petugas Dinsos bersama relawan langsung bersiaga penuh untuk membantu masyarakat.
Kepala Dinsos Kota Tangerang, Acep Wahyudi, menegaskan bahwa kebutuhan logistik, khususnya makanan siap saji, menjadi prioritas utama. Warga yang terpaksa mengungsi ke tempat lebih aman tidak perlu khawatir akan ketersediaan makanan untuk sahur dan buka puasa. Sejak malam hingga waktu sahur, tim Dinsos telah aktif menyalurkan bantuan makanan ke berbagai lokasi terdampak.
Banjir yang melanda Kota Tangerang disebabkan oleh hujan deras yang turun tanpa henti sejak kemarin hingga Minggu pagi, mengakibatkan genangan air dengan ketinggian bervariasi. Situasi ini memaksa sebagian warga untuk mengungsi, dan Dinsos hadir untuk memberikan dukungan langsung di lapangan, termasuk penyediaan makanan buka puasa.
Advertisement
Advertisement
Respons Cepat Dinsos Kota Tangerang Melalui Dapur Umum
Dinsos Kota Tangerang menunjukkan kesigapan luar biasa dalam menanggapi bencana banjir yang melanda. Setelah menerima laporan, dapur umum segera diaktifkan di posko-posko pengungsian untuk melayani kebutuhan sahur dan buka puasa para pengungsi. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa warga yang terdampak mendapatkan asupan gizi yang cukup selama masa sulit ini.
"Sejumlah warga terdampak terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman sehingga membutuhkan dukungan logistik, khususnya makanan siap saji. Inilah yang kita pastikan semua terpenuhi," ujar Acep Wahyudi, Kepala Dinsos Kota Tangerang. Pernyataan ini menegaskan komitmen Dinsos dalam menyediakan kebutuhan sahur dan buka puasa.
Petugas dan relawan Dinsos bekerja tanpa henti sejak malam hingga waktu sahur untuk menyiapkan dan mendistribusikan makanan. Ketersediaan makanan siap saji menjadi krusial, terutama bagi warga yang tidak dapat memasak di rumah mereka yang terendam banjir. Dapur umum ini menjadi pusat koordinasi penyaluran bantuan makanan, termasuk untuk menu buka puasa.
Advertisement
Advertisement
Distribusi Bantuan Logistik ke Berbagai Lokasi Terdampak Banjir
Penyaluran bantuan logistik dari Dinsos Kota Tangerang telah menjangkau beberapa lokasi yang paling parah terdampak banjir. Di Kelurahan Uwung Jaya, sebanyak 450 nasi bungkus dan 12 dus air mineral telah didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan warga. Bantuan ini sangat vital bagi mereka yang tidak memiliki akses ke makanan atau air bersih.
Selain itu, wilayah Jalan Kalingga RW 16, Kelurahan Uwung Jaya, Kecamatan Cibodas, juga menerima bantuan berupa 10 dus mie instan dan 10 dus air mineral. Jenis bantuan ini dipilih berdasarkan kebutuhan mendesak para pengungsi. Petugas memastikan bahwa bantuan sampai langsung ke tangan warga yang membutuhkan.
Distribusi bantuan juga dilakukan di Jalan Kemuning, Periuk Jaya, dengan menyalurkan 35 nasi bungkus kepada warga terdampak banjir di area tersebut. Upaya penyaluran ini merupakan bagian dari strategi komprehensif Dinsos untuk memastikan tidak ada warga yang terlewat dari bantuan. Koordinasi yang baik antara Dinsos dan relawan menjadi kunci keberhasilan operasi ini.
Advertisement
Advertisement
Kondisi Banjir dan Lokasi Pengungsian di Kota Tangerang
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang melaporkan bahwa sembilan wilayah kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 40 sentimeter hingga 150 sentimeter. Curah hujan deras yang berlangsung tanpa henti sejak kemarin hingga Minggu pagi menjadi penyebab utama meluasnya genangan air di berbagai titik. Kondisi ini memerlukan respons cepat dari berbagai pihak.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menjelaskan bahwa intensitas hujan yang tinggi menyebabkan volume air sungai meluap dan sistem drainase tidak mampu menampung. Akibatnya, banyak permukiman warga terendam. Data ini menjadi dasar bagi Dinsos dan lembaga terkait untuk menentukan skala prioritas bantuan dan penanganan.
Sejumlah warga yang terdampak telah mengungsi ke posko-posko yang telah disiapkan. Lokasi pengungsian tersebut meliputi RPH dan Mushola Petir Cipondoh, Masjid Ma’arif Petir, serta GOR Total Persada. Posko-posko ini tidak hanya menyediakan tempat berlindung, tetapi juga menjadi pusat distribusi bantuan dan pelayanan kesehatan dasar bagi para pengungsi.
Advertisement
Sumber: AntaraNews