Kepolisian Resor (Polres) Batang, Jawa Tengah, baru-baru ini menggelar kegiatan pemeriksaan kesehatan massal bagi warga yang terdampak bencana banjir. Inisiatif ini merupakan langkah proaktif untuk mencegah potensi penyebaran berbagai penyakit yang rentan muncul setelah banjir, seperti gatal-gatal dan diare. Kegiatan ini menunjukkan komitmen Polres Batang dalam menjaga kesejahteraan masyarakat di tengah situasi darurat pasca-bencana.
Kepala Kepolisian Resor (Polres) Batang, AKBP Veronika, menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan ini adalah bentuk nyata kepedulian institusi kepolisian terhadap kondisi warga. Tujuannya adalah untuk memastikan seluruh masyarakat yang terdampak banjir tetap dalam kondisi sehat dan mendapatkan penanganan medis yang diperlukan. Upaya ini juga mencakup penyediaan obat-obatan sesuai dengan keluhan yang dialami warga.
Tim medis Polres Batang tidak hanya berfokus pada lokasi permukiman, tetapi juga menyasar tempat-tempat pengungsian. Mereka memastikan bahwa para pengungsi, yang mungkin lebih rentan terhadap masalah kesehatan, juga mendapatkan akses ke layanan pemeriksaan dan pengobatan. Langkah cepat ini diharapkan dapat meminimalisir dampak buruk kesehatan akibat genangan air dan kondisi lingkungan yang kurang higienis.
Advertisement
Advertisement
AKBP Veronika menegaskan bahwa kegiatan pemeriksaan kesehatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Polres Batang dalam membantu masyarakat. Pihaknya berkomitmen untuk selalu hadir dan memberikan dukungan yang diperlukan, terutama saat terjadi bencana alam. Kepedulian ini tidak hanya sebatas penanganan darurat, tetapi juga mencakup aspek kesehatan jangka pendek dan panjang bagi korban banjir.
Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan bahwa sebagian warga mengalami tekanan darah tinggi. Kondisi ini disinyalir akibat kurang tidur dan kelelahan yang dialami warga sejak malam sebelumnya karena genangan banjir. Polres Batang segera menyediakan obat-obatan yang relevan untuk mengatasi keluhan tersebut, menunjukkan respons cepat terhadap kebutuhan medis yang mendesak.
Pemeriksaan kesehatan juga mencakup warga di tempat pengungsian, di mana sekitar 20 pengungsi telah diperiksa. Keluhan umum yang ditemukan meliputi pegal-pegal, gatal-gatal, dan diare. Seluruh pengungsi yang teridentifikasi memiliki keluhan langsung diberikan penanganan medis serta obat-obatan yang sesuai, memastikan mereka tidak berlarut-larut dalam kondisi sakit.
Advertisement
Advertisement
Kepala Seksi Dokkes Polres Batang, Cipto Waluyo, yang turut mendampingi AKBP Veronika, menjelaskan bahwa tim petugas kesehatan sengaja diterjunkan langsung ke lapangan. Tujuannya adalah untuk melakukan pengecekan kesehatan secara menyeluruh dan memastikan kondisi warga terdampak tetap stabil. Pendekatan langsung ini memungkinkan identifikasi dan penanganan dini terhadap masalah kesehatan yang mungkin timbul.
Tim medis Polres Batang senantiasa siaga dan siap sedia untuk terjun ke lapangan kapan pun dibutuhkan. Kesiapsiagaan ini mencakup personel dan peralatan medis yang memadai untuk memberikan penanganan segera. Mereka juga tetap bersiaga di Markas Polres untuk memastikan respons cepat terhadap panggilan darurat atau situasi yang memerlukan intervensi medis.
Salah seorang warga terdampak banjir, Hijriyah, mengungkapkan rasa syukurnya atas bantuan pemeriksaan kesehatan ini. Ia mengaku sejak semalam kesehatannya terganggu, termasuk demam akibat kurang tidur karena genangan banjir mencapai sekitar satu meter. Setelah mendapatkan obat dari dokter, kondisi kesehatannya mulai membaik, menunjukkan dampak positif dari inisiatif Pemeriksaan Kesehatan Polres Batang ini.
Advertisement
Sumber: AntaraNews