Anggota DPRD Kota Tangerang Syamsuri dan Fredyanto mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang untuk memperkuat vaksinasi dan edukasi campak. Desakan ini muncul menyusul peningkatan kasus campak secara nasional pada awal tahun 2026. Langkah ini dianggap krusial untuk mencegah penularan penyakit yang sangat menular tersebut di masyarakat.
Peningkatan kasus campak secara nasional menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah dan masyarakat, khususnya di Kota Tangerang. Dinkes didorong untuk berkoordinasi dengan puskesmas dan melibatkan masyarakat dalam upaya pencegahan. Penanganan cepat dan langkah preventif sangat dibutuhkan, terutama menjelang periode libur Lebaran.
Penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak oleh Kementerian Kesehatan semakin menegaskan urgensi peningkatan cakupan imunisasi. Imbauan juga diberikan kepada masyarakat untuk menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Kewaspadaan tinggi diperlukan selama libur Lebaran karena aktivitas berkumpul berpotensi memicu penularan.
Advertisement
Advertisement
Anggota DPRD Kota Tangerang, Syamsuri, menekankan pentingnya perhatian serius terhadap peningkatan kasus campak nasional. Ia mendorong Dinkes untuk memperkuat koordinasi dengan puskesmas dan melibatkan masyarakat. Upaya pencegahan ini mencakup vaksinasi MR serta edukasi yang lebih masif kepada seluruh lapisan masyarakat.
Syamsuri secara spesifik meminta Dinkes bekerja sama dengan puskesmas dan seluruh elemen masyarakat. Tujuannya adalah melakukan pencegahan dan langkah antisipasi efektif. Hal ini termasuk melalui program vaksinasi dan berbagai upaya lain yang dapat dilakukan untuk menekan angka penularan.
Senada, anggota DPRD Fredyanto menambahkan bahwa Dinkes harus segera meningkatkan cakupan imunisasi. Desakan ini menyusul penetapan KLB campak oleh Kementerian Kesehatan. Penanganan kasus campak memerlukan tindakan cepat dan langkah preventif yang komprehensif.
Advertisement
Fredyanto juga menyoroti pentingnya pencegahan yang cepat dan efektif menjelang Lebaran. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta meningkatkan kewaspadaan. Aktivitas kumpul-kumpul saat libur Lebaran dapat memicu penularan campak, sehingga kewaspadaan sangat diperlukan.
Advertisement
Dinas Kesehatan Kota Tangerang telah merespons dengan mengeluarkan imbauan penting kepada orang tua. Imbauan ini ditujukan bagi mereka yang anaknya belum mendapatkan imunisasi campak dan rubella. Orang tua diminta segera mendatangi puskesmas terdekat untuk mencegah penyebaran penyakit menular ini.
Kepala Dinkes Kota Tangerang, dr. Dini Anggraeni, menegaskan bahwa percepatan imunisasi menjadi prioritas utama. Program ini secara khusus menyasar anak-anak usia 9 bulan hingga 15 tahun. Tujuannya adalah melindungi kelompok rentan ini dari risiko penyakit menular yang berbahaya.
Selain percepatan imunisasi, Dinkes juga memastikan ketersediaan vaksin campak dan rubella dalam kondisi aman. Vaksin ini siap digunakan di seluruh fasilitas kesehatan yang ada di Kota Tangerang. Hal ini menjamin kelancaran program imunisasi tanpa kendala stok.
Advertisement
dr. Dini Anggraeni menambahkan bahwa 39 puskesmas di Kota Tangerang menyediakan vaksin MR secara gratis. Distribusi vaksin MR dipastikan merata di puskesmas, posyandu, dan rumah sakit. Dengan demikian, masyarakat dapat menjangkau layanan imunisasi ini tanpa hambatan.
Sumber: AntaraNews