Pemkot Tangerang Tetapkan Status Siaga Banjir, Waspada Hujan Lebat Hingga Besok Pagi
Pemerintah Kota Tangerang menetapkan status siaga banjir menyusul peringatan BMKG tentang potensi hujan lebat. Warga diimbau waspada dan bersiap menghadapi dampak cuaca ekstrem ini.
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang telah menetapkan status siaga terkait potensi hujan lebat dan sangat lebat hingga esok pagi, Minggu (9/3). Keputusan ini diambil menyusul peringatan dini yang disampaikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengenai kondisi cuaca ekstrem. Kewaspadaan ini menjadi prioritas untuk memastikan keselamatan warga dan kesiapan menghadapi bencana hidrometeorologi.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menjelaskan bahwa pantauan Tinggi Muka Air (TMA) melalui CCTV menunjukkan debit air kali atau sungai di wilayah tersebut masih cenderung naik. Selain itu, pengamatan lapangan juga mengindikasikan potensi hujan sedang hingga lebat di Kota Tangerang dan sekitarnya pada pagi dan siang hari ini. Kondisi ini memerlukan respons cepat dari berbagai pihak terkait.
Penetapan status siaga ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan bersama serta kesiapan dalam menghadapi potensi hujan lebat yang masih bisa terjadi. Mahdiar menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya mitigasi risiko bencana alam. Petugas di lapangan terus memantau situasi dan berkoordinasi untuk penanganan lebih lanjut.
Peringatan Dini dan Kenaikan Debit Air
Penetapan status siaga oleh Pemkot Tangerang didasarkan pada peringatan dini dari BMKG mengenai potensi hujan lebat dan sangat lebat. Peringatan ini berlaku hingga esok pagi, menggarisbawahi urgensi kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat. Kondisi cuaca yang tidak menentu memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah.
Mahdiar, Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, mengungkapkan bahwa pihaknya terus memantau Tinggi Muka Air (TMA) di sejumlah kali dan sungai. Pemantauan melalui CCTV menunjukkan adanya tren kenaikan debit air, yang mengindikasikan risiko luapan air. Situasi ini diperparah dengan potensi hujan sedang hingga lebat yang diperkirakan akan terjadi pada pagi dan siang hari ini di Kota Tangerang dan sekitarnya.
Peningkatan debit air sungai menjadi indikator utama potensi banjir di wilayah dataran rendah. Oleh karena itu, Pemkot Tangerang mengambil langkah proaktif dengan menetapkan status siaga. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir dampak buruk yang mungkin timbul akibat curah hujan tinggi dan luapan air sungai.
Sembilan Kecamatan Terdampak Banjir dan Pengungsian
Hingga saat ini, tercatat sembilan wilayah kecamatan di Kota Tangerang telah terdampak banjir dengan ketinggian air yang bervariasi. Ketinggian genangan air dilaporkan mulai dari 50 centimeter hingga mencapai 1,5 meter di beberapa lokasi terparah. Kondisi ini menyebabkan terganggunya aktivitas warga dan kerusakan infrastruktur.
Sejumlah warga yang terdampak banjir telah dievakuasi ke posko pengungsian yang telah disediakan oleh Pemkot Tangerang. Posko-posko tersebut antara lain berada di RPH dan Mushola Petir Cipondoh, Masjid Ma’arif Petir, serta GOR Total Persada. Evakuasi terus dilakukan untuk memastikan keselamatan seluruh warga yang berada di area berisiko tinggi.
Salah satu warga, Anggun dari Perumahan Taman Cibodas, menceritakan bahwa hampir sebagian besar permukiman warga terendam banjir. Banjir ini merupakan dampak dari luapan Kali Sabi yang tidak mampu menampung debit air. Kendaraan sudah tidak bisa melintas di jalan utama dan depan permukiman, memaksa sebagian warga untuk mengungsi.
Upaya Penanganan dan Kesaksian Warga
Pemkot Tangerang melalui BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus berupaya melakukan penanganan terhadap dampak banjir. Petugas di lapangan fokus pada evakuasi warga terdampak ke posko pengungsian dan penanganan infrastruktur. Koordinasi antar instansi terus diperkuat untuk respons yang efektif.
Mahdiar menegaskan bahwa evakuasi warga menjadi prioritas utama guna menjamin keselamatan mereka. Sementara itu, petugas dari Dinas PUPR bekerja keras melakukan penanganan di lokasi-lokasi terdampak. Langkah-langkah penanganan meliputi pembersihan saluran air, perbaikan tanggul, dan upaya lain untuk mengurangi genangan.
Anggun menambahkan bahwa ketinggian air di Perumahan Taman Cibodas masih tinggi sejak sahur hingga saat ini, meskipun kondisi cuaca hanya gerimis. Warga di lokasi terdampak terus bersiaga dan memantau perkembangan situasi. Kesaksian ini menunjukkan bahwa Pemkot Tangerang Siaga Banjir masih sangat diperlukan.
Sumber: AntaraNews