Persija Siapkan 4 Rantis untuk Kawal Persib di Jakarta pada 10 Mei 2026
Ferry Indrasjarief selaku ketua panitia pelaksana pertandingan Persija, telah menyiapkan empat kendaraan taktis untuk mengamankan kedatangan Persib di Jakarta.
Ketua panitia pelaksana pertandingan Persija Jakarta, Ferry Indrasjarief, telah menyiapkan empat kendaraan taktis (rantis) untuk mengawal tim Persib Bandung saat bertanding di Jakarta. Pertandingan tersebut akan berlangsung pada pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026 pada hari Minggu, 10 Mei 2026, sore WIB, yang kemungkinan besar akan diadakan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta Pusat.
“Untuk rantis, sudah saya pikirkan. Karena kalau melihat situasi memanas di luar, komentar-komentar di media sosial, mau tidak mau kayaknya harus mempersiapkan rantis,” ungkap Bung Ferry, sapaan akrab Ferry Indrasjarief. “Karena kami juga tidak mau kalau naik bus, tahu-tahu tiba-tiba ditimpuk, Persibnya mengamuk, kami bisa kena kalah WO. Jadi lebih baik kami siapkan rantis,” jelasnya.
4 Rantis
Dalam beberapa tahun terakhir, pertemuan antara kedua tim di Jakarta dan Bandung selalu diwarnai dengan penyediaan kendaraan taktis oleh panitia penyelenggara. Hal ini dilakukan dengan pertimbangan keamanan yang menjadi prioritas utama. "Jadi lebih baik kami siapkan rantis. Jangan lupa, ada satu lagi yang dikhawatirkan polisi soal May Day," ungkap Bung Ferry, yang lahir di Bandung, Jawa Barat, pada 18 Februari 1965. Ia menambahkan, "Ada empat rantis. Kami kalau ke Bandung, saya juga pernah merasakan, disediakan empat rantis." Penyediaan kendaraan ini menunjukkan betapa seriusnya pihak berwenang dalam menjaga keamanan selama pertandingan, terutama mengingat adanya potensi kerawanan yang dapat terjadi.
Teringat Insiden 2013
Ketika membahas mengenai kendaraan taktis, Bung Ferry teringat pada insiden pelemparan yang terjadi terhadap bus Persib saat dalam perjalanan menuju SUGBK dari Hotel Kartika Chandra di Jakarta. "Kami menyiapkan saja. Nanti bagaimana perkembangannya. Karena dulu begini, waktu di Kartika Chandra, itu sebenarnya ada keberatan dari pihak kepolisian untuk memakai rantis," ujarnya.
Dia melanjutkan penjelasannya, "Kenapa? Mereka bilang kalau pakai rantis itu berarti suasana negara lagi tidak aman. Dia tidak mau dong wilayah dia dianggap sedang tidak aman. Dulu sempat ada omongan kayak gitu dari kepolisian. Nah, mudah-mudahan ini tidak, jadi kami bisa menggunakan rantis," terangnya. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya komunikasi antara pihak penyelenggara dan kepolisian untuk menjaga keamanan selama acara berlangsung.