Banjir Bidara Cina Jaktim Capai 1,7 Meter, Ratusan Keluarga Terdampak
Banjir kembali merendam wilayah Bidara Cina Jaktim hingga ketinggian 1,7 meter pada Jumat (20/2). Ratusan keluarga terdampak, memicu kewaspadaan warga dan petugas.
Banjir setinggi 1,7 meter merendam wilayah Tanjung Lengkong, Kelurahan Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur, pada Jumat (20/2) sore. Ketinggian air ini menjadi yang terdalam di beberapa titik permukiman warga. Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah selatan Jakarta sejak dini hari.
Lurah Bidara Cina, Suhartono, menjelaskan bahwa hujan lebat yang berlangsung sejak Jumat dini hari menjadi pemicu utama kenaikan permukaan air. "Sejak subuh sekitar pukul 04.30 WIB hujan deras terus mengguyur wilayah selatan. Berdasarkan peringatan dini banjir, status di Katulampa, Manggarai, dan Depok sempat berada di siaga 3," kata Suhartono. Air mulai memasuki permukiman warga sekitar pukul 11.00 WIB dan terus meningkat hingga sore hari.
Titik terdalam banjir berada di Gang Macan RT 05/RW 07, mencapai 170 sentimeter pada pukul 17.00 WIB. Suhartono menambahkan, "Untuk titik tertinggi berada di Gang Macan RT 05 RW 07, mencapai 170 cm sejak pukul 17.00 WIB. Kenaikan terjadi mulai sekitar pukul 11.00 WIB hingga sore ini." Kondisi tinggi muka air di Manggarai yang masih berstatus siaga 3 turut menahan aliran air, menyebabkan debit air sulit surut sepenuhnya.
Penyebab dan Ketinggian Banjir di Bidara Cina
Hujan deras yang mengguyur wilayah selatan Jakarta sejak Jumat dini hari menjadi faktor utama pemicu banjir di Bidara Cina Jaktim. Curah hujan tinggi menyebabkan peningkatan debit air di sejumlah sungai yang melintasi ibu kota. Kondisi ini diperparah dengan status siaga 3 di beberapa pos pantau penting.
Suhartono menyebutkan bahwa pos pantau Katulampa, Manggarai, dan Depok sempat berada pada status siaga 3. "Air terlihat seperti tertahan karena di Manggarai masih siaga 3, sehingga debit belum sepenuhnya surut," ucap Suhartono. Status ini mengindikasikan adanya peningkatan volume air yang signifikan dari hulu, yang berdampak pada genangan di wilayah hilir.
Ketinggian air di Bidara Cina mencapai puncaknya di Gang Macan RT 05/RW 07, dengan kedalaman 170 sentimeter pada Jumat sore. Air mulai masuk ke permukiman warga sejak pukul 11.00 WIB dan terus mengalami kenaikan. Meskipun demikian, inlet sodetan menuju Kanal Banjir Timur (KBT) dipastikan masih berfungsi normal, diharapkan dapat membantu mempercepat surutnya air.
Dampak dan Penanganan Banjir di Bidara Cina
Banjir yang melanda Bidara Cina berdampak pada sedikitnya 500 kepala keluarga (KK) atau sekitar 1.300 jiwa di RW 07. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan warga yang mengungsi dari lokasi terdampak. Suhartono menyatakan, "Sementara ini belum ada yang mengungsi. Mudah-mudahan cepat surut karena sekarang cuaca sudah tidak hujan."
Sejumlah personel gabungan telah dikerahkan untuk bersiaga di lokasi banjir. Tim ini terdiri dari Babinsa, Bimaspol, TNI-Polri, Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). "Kalau status siaga 3, teman-teman dari Babinsa, Bimaspol, TNI-Polri, SDA, dan BPBD semua siaga di tempat," ujar Suhartono.
Pihak kelurahan terus memantau perkembangan tinggi muka air secara berkala. Koordinasi intensif juga dilakukan dengan instansi terkait untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan susulan. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan air, terutama jika hujan kembali turun di wilayah hulu.
Imbauan Waspada dan Kesiapsiagaan Petugas
Dalam menghadapi situasi banjir, warga Bidara Cina diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan. Suhartono meminta warga untuk segera melapor kepada petugas apabila membutuhkan evakuasi atau bantuan darurat. Komunikasi yang baik antara warga dan petugas sangat penting untuk penanganan cepat dan efektif.
Kesiapsiagaan personel gabungan menjadi prioritas utama dalam penanganan banjir kali ini. Dengan status siaga 3 di beberapa pos pantau, seluruh tim penanggulangan bencana telah disiagakan di lokasi. Mereka memastikan bantuan dan respons cepat dapat diberikan kepada masyarakat terdampak banjir Bidara Cina.
Fungsi inlet sodetan yang mengarah ke Kanal Banjir Timur (KBT) diharapkan dapat membantu mempercepat surutnya air. Mekanisme ini penting untuk mengalirkan debit air berlebih dari permukiman. Pemantauan terus-menerus terhadap kinerja sodetan menjadi bagian dari upaya mitigasi banjir di Jatinegara.
Sumber: AntaraNews