Banjir Kebon Pala Jakarta Timur Capai 1,5 Meter, Warga Bertahan di Rumah
Permukiman warga di Kebon Pala, Jakarta Timur, terendam banjir hingga 1,5 meter lebih pada Minggu pagi. Ketahui dampak dan upaya penanganan Banjir Kebon Pala terkini yang mengganggu aktivitas warga.
Banjir dengan ketinggian satu meter lebih merendam permukiman warga di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur, pada Minggu (8/3) pagi. Ketinggian air terus meningkat sejak Sabtu malam, membuat aktivitas warga terganggu dan sebagian memilih bertahan di lantai dua rumah mereka.
Fenomena Banjir Kebon Pala ini terjadi akibat curah hujan deras dengan durasi panjang yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah memprakirakan hujan ringan hingga petir akan terjadi hingga Minggu malam.
Menurut laporan warga setempat, air mulai naik signifikan sejak Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WIB dan terus bertambah hingga pagi hari. Kondisi ini menyebabkan sejumlah perabotan rumah tangga dan kendaraan terendam, serta akses jalan lingkungan terputus.
Ketinggian Air Terus Meningkat di Kebon Pala
Joni (38), seorang warga RT 13/RW 04 Kampung Melayu, menyampaikan bahwa ketinggian air sudah mencapai sekitar 125-150 sentimeter pada Minggu pagi. Ia menyebut bahwa air terus naik secara signifikan.
Joni menambahkan bahwa air mulai naik sejak Sabtu (7/3) sekitar pukul 22.00 WIB dan terus bertambah hingga pagi hari, merendam rumah-rumah warga yang berada di wilayah rendah. Menurutnya, air mulai naik setelah pukul 16.00 WIB pada Sabtu, namun puncaknya terjadi pada pukul 22.00 WIB hingga Minggu pagi.
Banjir Kebon Pala yang mencapai hampir dua meter ini tidak hanya merendam perabotan rumah tangga dan kendaraan, tetapi juga memutus akses jalan lingkungan. Joni juga khawatir ketinggian air masih berpotensi bertambah jika hujan deras kembali turun dengan intensitas tinggi dan durasi panjang.
Dampak dan Respons Penanganan Banjir
Banjir yang melanda kawasan langganan ini telah mengganggu aktivitas harian warga Kebon Pala. Meskipun ketinggian air cukup signifikan, hingga saat ini belum ada warga yang mengungsi, dengan sebagian besar memilih bertahan di lantai dua rumah masing-masing.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat bahwa terdapat 39 rukun tetangga (RT) dan 13 ruas jalan di Jakarta terendam banjir akibat hujan deras. Mohamad Yohan, Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, menjelaskan bahwa banjir terjadi akibat hujan deras di wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu sampai dengan Minggu.
BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah. Mereka juga berkoordinasi dengan Dinas Sumber Daya Air (Dinas SDA), Dinas Bina Marga, dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Dinas Gulkarmat) untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik.
Kewaspadaan Cuaca dan Potensi Banjir Lanjutan
Prakiraan cuaca dari BMKG menunjukkan bahwa sebagian wilayah DKI Jakarta masih berpotensi mengalami hujan ringan hingga disertai petir pada Minggu pagi hingga malam. Kondisi ini meningkatkan kewaspadaan akan potensi peningkatan debit air dan meluasnya dampak Banjir Kebon Pala.
Warga di Kebon Pala terus memantau perkembangan kondisi banjir sambil menunggu air surut. Kesiapsiagaan menjadi kunci utama mengingat kawasan tersebut merupakan daerah langganan banjir saat musim penghujan tiba.
Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan terus bersinergi dalam upaya mitigasi dan penanganan banjir. Edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah darurat dan jalur evakuasi juga penting untuk meminimalkan risiko dan kerugian akibat bencana banjir.
Sumber: AntaraNews