Ratusan warga Kebon Pala, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, terpaksa mengungsi akibat banjir setinggi lebih dari dua meter. Peristiwa ini terjadi pada Jumat (30/1) dan menyebabkan 125 jiwa mengungsi ke SDN 01 dan 02 Kampung Melayu. Banjir ini merupakan dampak dari luapan Kali Ciliwung yang terus meningkat.
Kepala Satuan Tugas Koordinator Wilayah BPBD Jakarta Timur, Ali Kojim, mengonfirmasi bahwa 31 kepala keluarga (KK) dengan total 123 jiwa terdampak banjir di Kebon Pala telah dievakuasi. Ketinggian air di beberapa titik mencapai 225 sentimeter pada Jumat siang, menunjukkan kondisi yang semakin parah.
Air mulai meluap ke permukiman warga sejak Rabu (28/1) sore dan terus mengalami kenaikan hingga Jumat pagi. Selain Kebon Pala, banjir juga meluas di 38 RT di dua kecamatan, lima kelurahan, dan 13 RW di Jakarta Timur, dengan total 581 KK atau 1.830 jiwa terdampak.
Advertisement
Advertisement
Banjir di Kebon Pala, khususnya di Jalan Kebon Pala II RW 04, tepatnya di RT 12 dan RT 13, merendam rumah warga dengan ketinggian air mencapai 100 cm pada pukul 05.00 WIB. Ketinggian air kemudian meningkat menjadi 150 cm satu jam kemudian. Tercatat 44 KK atau 125 jiwa terdampak banjir di lokasi ini.
Kondisi yang lebih parah terjadi di Jalan Kebon Pala II RW 05, meliputi RT 10 dan RT 11, di mana ketinggian air tercatat mencapai 135 cm pada pukul 05.00 WIB. Ketinggian air melonjak menjadi 185 cm satu jam kemudian, berdampak pada 54 KK atau 192 jiwa.
Untuk menanggulangi dampak ini, BPBD Jakarta Timur telah menyiapkan lokasi pengungsian bagi warga terdampak. Warga dari berbagai wilayah di Kebon Pala diarahkan ke SDN 01 dan 02 Kampung Melayu untuk mendapatkan penanganan darurat.
Advertisement
Selain Kebon Pala, banjir juga merendam Jalan Tanah Rendah RW 007, yang meliputi RT 001, 002, 003, 004, 005, 008, 015, dan 016. Ketinggian air di kawasan tersebut terpantau stabil di angka 70 cm sejak pukul 05.00 hingga 06.00 WIB.
Advertisement
Ali Kojim menjelaskan bahwa banjir ini merupakan dampak dari kondisi hulu Sungai Ciliwung yang sebelumnya mengalami peningkatan status Siaga. Berdasarkan kronologis kejadian, pada Rabu (28/1) pukul 06.00 WIB, Bendung Katulampa mengalami kenaikan status menjadi Siaga 3.
Selanjutnya, pada pukul 15.00 WIB di hari yang sama, Pos Pantau Depok juga naik ke status Siaga 3. Peningkatan status siaga di hulu ini menjadi indikator awal potensi luapan air yang signifikan ke wilayah hilir.
Sekitar pukul 17.00 WIB, air Kali Ciliwung mulai meluap dan memasuki permukiman warga di Kampung Melayu, menandai dimulainya bencana banjir. Hujan yang mengguyur Jakarta sejak Kamis (29/1) malam hingga Jumat pagi juga memperparah kondisi.
Advertisement
Kombinasi luapan Kali Ciliwung dan intensitas hujan lokal menyebabkan ketinggian air terus meningkat dan meluas. Hingga Jumat pagi, banjir merendam 38 RT di dua kecamatan, lima kelurahan, dan 13 RW di Jakarta Timur, dengan ketinggian air mencapai hingga tiga meter di beberapa titik.
Advertisement
BPBD Jakarta Timur terus melakukan pemantauan di lokasi banjir serta berkoordinasi dengan unsur terkait untuk penanganan darurat. Langkah-langkah penanganan darurat mencakup evakuasi warga dan penyediaan tempat pengungsian.
Prioritas utama dalam penanganan darurat adalah keselamatan warga yang terdampak banjir. BPBD memastikan bahwa bantuan dan fasilitas pengungsian tersedia bagi mereka yang membutuhkan.
Warga diimbau untuk tetap waspada dan siaga mengingat potensi hujan masih terjadi. Ketinggian air dapat kembali meningkat, sehingga kesiapsiagaan masyarakat sangat diperlukan.
Advertisement
Informasi terkini mengenai perkembangan banjir akan terus disampaikan oleh pihak berwenang. Masyarakat diharapkan mengikuti arahan dari BPBD dan pihak terkait untuk menjaga keamanan diri dan keluarga.
Sumber: AntaraNews