Banjir Duri Kosambi Capai Satu Meter, Lumpuhkan Akses Warga Jakarta Barat
Permukiman warga di Duri Kosambi, Jakarta Barat, terendam banjir setinggi hampir satu meter pada Jumat (23/1), melumpuhkan aktivitas dan akses jalan utama.
Hujan deras yang mengguyur Jakarta Barat sejak Kamis malam (22/1) memicu banjir signifikan di permukiman warga Duri Kosambi, Cengkareng, Jumat (23/1). Genangan air mencapai ketinggian hampir satu meter, merendam rumah-rumah dan fasilitas umum. Peristiwa ini terjadi di kawasan Jalan Pulo Indah Raya, RT 10/RW 08, Duri Kosambi.
Banjir yang masuk ke dalam rumah warga dilaporkan mencapai 60 hingga 80 sentimeter, memaksa sebagian penghuni untuk bertahan di lantai dua kediaman mereka. Akses jalan utama sepanjang satu kilometer di permukiman tersebut lumpuh total. Kendaraan tidak dapat melintas, menghambat mobilitas warga.
Situasi ini membuat warga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, bahkan untuk membeli sembako pun harus menerobos genangan setinggi pinggang orang dewasa. Kenaikan debit air terjadi secara bertahap, mulai dari Subuh hingga pagi hari.
Ketinggian Air dan Dampak Terhadap Warga
Zami (20), seorang warga setempat, mengungkapkan bahwa air mulai merendam permukiman sejak Jumat Subuh. Kenaikan genangan terjadi secara bertahap setelah hujan deras tanpa henti mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis malam. Ini menyebabkan kepanikan di kalangan warga.
Ketinggian air di jalan utama diperkirakan mencapai 90 sentimeter hingga satu meter, setinggi pinggang atau paha orang dewasa. Sementara itu, di dalam rumah, air masuk dengan ketinggian sekitar 60 hingga 70 sentimeter. Banyak perabotan rumah tangga yang terendam.
Beruntung, Zami sempat mengamankan barang-barang berharga dan kendaraan bermotor sebelum genangan air semakin tinggi. "Kebanjiran, cuma karena tadi pagi tuh ada waktu, Subuh, ya amanlah. Aman kalau motor, tadi pagi sudah ada yang evakuasi juga," ujar Zami.
Meskipun demikian, lumpuhnya akses jalan utama sepanjang satu kilometer sangat menghambat aktivitas warga. Banyak yang harus berjalan kaki menerobos banjir untuk membeli kebutuhan pokok. Warga yang memiliki rumah dua lantai memilih untuk tetap bertahan di kediaman masing-masing.
Penyebab Banjir dan Respons Warga Duri Kosambi
Penyebab utama banjir di Duri Kosambi ini adalah curah hujan yang sangat tinggi dan berlangsung tanpa henti sejak Kamis malam. Zami menjelaskan bahwa genangan air mulai naik saat Subuh setelah hujan semalaman. "Ini (banjir) mulai dari tadi pagi sih, habis Subuh. Tapi itu karena hujan dari semalam, semalam enggak berhenti-henti," kata Zami.
Selain hujan lokal, debit air juga mengalami kenaikan signifikan akibat air kiriman. Zami menyebutkan bahwa setelah sempat naik saat Subuh, air kembali meninggi ketika warga hendak memulai aktivitas pagi. "Pertama, mulai banjir Subuh. Habis itu naik lagi tadi sekitar jam 6 atau 7-an lah, baru naik tingginya, air kiriman," tambahnya.
Meskipun menghadapi kondisi yang sulit, warga Duri Kosambi menunjukkan ketahanan. Mereka yang mampu mengamankan barang berharga dan kendaraan bermotor telah melakukannya di pagi hari. Namun, akses yang lumpuh tetap menjadi tantangan besar.
Kondisi ini menyoroti perlunya peningkatan sistem drainase dan penanganan air di wilayah Jakarta Barat, khususnya di Duri Kosambi, untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang. Koordinasi antara pemerintah daerah dan masyarakat sangat penting dalam mitigasi bencana banjir.
Sumber: AntaraNews