Permukiman warga di Jalan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat, masih terendam banjir setinggi lutut hingga Senin malam. Ketinggian genangan air di beberapa titik mencapai sekitar 60 sentimeter, terutama di tikungan menuju Jalan Bojong Indah Raya.
Banjir ini mulai menggenangi area tersebut sejak dini hari sekitar pukul 04.00 WIB setelah hujan deras mengguyur. Situasi sempat membaik pada siang hari, namun air kembali naik pada Senin sore pukul 16.30 WIB.
Menurut kesaksian warga setempat, Yasin (48), kondisi geografis wilayah yang cekung menjadi penyebab utama kerentanan terhadap banjir. Luapan Kali Mookervart juga memperparah situasi, terutama saat air kiriman dari daerah hulu tiba.
Advertisement
Advertisement
Banjir Rawa Buaya kali ini tidak terlepas dari kombinasi faktor alam dan geografis. Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya menjadi pemicu awal kenaikan debit air.
Selain itu, luapan Kali Mookervart yang berada di dekat permukiman turut memperparah genangan. Warga Yasin (48) menjelaskan bahwa area rumahnya memang rawan banjir karena bentuk jalan yang cekung di bagian tengah.
Meskipun sempat surut sekitar pukul 14.00 WIB, banjir justru kembali naik pada sore hari. Hal ini disebabkan oleh luapan Kali Mookervart yang berhenti meluap akibat banjir kiriman dari Tangerang dan Bogor.
Advertisement
Kondisi ini menunjukkan bahwa Rawa Buaya menjadi titik kumpul air dari berbagai arah saat curah hujan tinggi. Pemerintah daerah telah mengerahkan tiga pompa pengendali banjir, yang saat ini membantu proses surutnya genangan.
Advertisement
Banjir Rawa Buaya memberikan dampak signifikan bagi aktivitas sehari-hari warga. Ketinggian air yang mencapai lutut orang dewasa membuat akses jalan menjadi sulit dilalui.
Yasin mengungkapkan bahwa di dalam gang, ketinggian air bahkan bisa mencapai paha hingga sepinggang orang dewasa. Kondisi ini bukan hal baru bagi warga, karena banjir memang sering terjadi di kawasan tersebut.
"Tadi, pas tinggi banget setinggi paha, kalau masuk ke dalam gang, ada yang sampai sepinggang. Biasa emang selalu begitu," imbuhnya. Pernyataan ini menunjukkan bahwa warga sudah terbiasa menghadapi situasi banjir.
Advertisement
Kerentanan wilayah ini terhadap banjir menjadi perhatian serius bagi warga. Mereka berharap ada solusi jangka panjang untuk mengatasi permasalahan banjir yang berulang setiap musim hujan tiba.
Sumber: AntaraNews