Cegah PHK Massal PT Granito, Menaker Beri Tawaran Begini
Dalam pertemuan tersebut, Menaker mengusulkan agar diadakan program pelatihan terstruktur untuk meningkatkan keterampilan para pekerja di Granito.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli telah mengadakan pertemuan intensif dengan perwakilan serikat buruh, pekerja, serta manajemen PT Granitoguna Building Ceramics (Granito). Dalam diskusi tersebut, berbagai strategi untuk mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal telah disepakati.
Diketahui bahwa ribuan buruh di PT Granito terancam PHK akibat perubahan dalam operasional perusahaan. Untuk mengatasi situasi ini, sejumlah perwakilan buruh mendatangi kantor Menaker Yassierli secara langsung.
Dalam pertemuan tersebut, Menaker mengusulkan agar diadakan program pelatihan terstruktur untuk meningkatkan keterampilan para pekerja di Granito.
"Kita tadi menawarkan juga salah satu solusi bagaimana Granito memanfaatkan program kerja yang dimiliki oleh Kemenaker terkait dengan upskilling dan reskilling melalui paket pelatihan vokasi nasional," seperti yang ia sampaikan dalam unggahan di akun Instagram resminya @yassierli pada Jumat (3/7).
Ia juga meminta agar manajemen dan pekerja Granito mengedepankan perundingan bipartit dalam menghadapi berbagai masalah ketenagakerjaan. Selain itu, Menaker memberikan saran untuk mengalihkan buruh yang terancam PHK ke perusahaan lain yang masih berada dalam grup holding PT Granito.
"Kami juga mendorong penyaluran pekerja ke perusahaan lain dalam grup yang sama apabila diperlukan, sehingga PHK bisa diminimalkan. Saya percaya, ketika pemerintah, perusahaan, dan serikat pekerja duduk bersama, selalu ada jalan keluar yang lebih baik," tambah Yassierli.
Yassierli meyakini bahwa keterampilan yang dimiliki pekerja merupakan aset penting untuk meningkatkan daya saing perusahaan di pasar. "Kami dari kementerian selalu melihat pasti setiap perusahaan itu ada dinamika. Kami mendorong untuk selalu mengedepankan komunikasi, bermusyawarah, dan mufakat. Apapun tantangan yang dihadapi oleh perusahaan, kita yakin bisa diselesaikan melalui mekanisme bipartit," tutupnya.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih baik dan mengurangi risiko PHK di masa depan.
Laporan Serikat Buruh
Pada kesempatan yang sama, Andi Gani Nena Wea, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), melaporkan langsung kepada Menaker Yassierli mengenai potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mungkin dialami oleh buruh Granito.
Semua pihak yang hadir dalam pertemuan tersebut berfokus pada diskusi langkah-langkah pencegahan agar tidak terjadi PHK. "Ada beberapa hal yang kami bahas, yaitu yang pertama menghindari PHK. Mencari solusi yang terbaik, dan juga kami berterima kasih kepada Pak Menaker yang memiliki inisiatif untuk melakukan pelatihan upskilling bagi para karyawan Granito," ungkap Andi Gani.
Andi Gani juga sejalan dengan Yassierli yang tengah berupaya untuk mengalihkan buruh yang terancam PHK ke perusahaan lain dalam holding Granito. Langkah ini diambil agar para pekerja masih memiliki kesempatan untuk kembali bekerja. Di sisi lain, Andi Gani menginformasikan bahwa sejumlah buruh yang sebelumnya dirumahkan kini mulai kembali bekerja.
Salah satu faktor yang mendukung hal ini adalah kebijakan harga gas yang lebih murah bagi industri, yang membantu menjaga kelangsungan operasional perusahaan. "Ada yang tadi dirumahkan, sekarang sudah mulai bekerja kembali, dan ada beberapa yang sedang dalam tahap perundingan. Karena efek harga gas industri yang sangat tinggi mereka sempat dirumahkan, dan sekarang dalam proses pengembalian untuk bekerja. Terima kasih kepada Bapak Presiden," tutupnya.