Program MBG Buka Lapangan Kerja Baru, Eks Korban PHK Massal Kini Bisa Menafkahi Keluarga
Setelah mengalami pengangguran selama lima bulan akibat pemutusan hubungan kerja massal, Suranto kini berhasil bangkit berkat program MBG.
Setelah mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), Suranto yang berusia 50 tahun kini menemukan harapan baru melalui program Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini memberinya peluang untuk kembali bekerja di tengah situasi ekonomi yang sulit.
Sebelumnya, Suranto yang tinggal di Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, telah mengabdikan diri selama 24 tahun di sebuah perusahaan tekstil dan garmen. Ia tidak pernah membayangkan bahwa dirinya akan menjadi salah satu dari sekitar 10.500 karyawan yang terpengaruh oleh PHK massal akibat kebangkrutan perusahaan tersebut.
Dalam keadaan yang sulit ini, Suranto mengungkapkan, "Saya sekitar 5 bulanan enggak kerja, ya bingung. Untuk setoran, ya punya setoran bank," yang menunjukkan betapa beratnya situasi yang ia hadapi setelah kehilangan pekerjaan.
Program MBG memberikan harapan baru bagi Suranto untuk bangkit kembali dan berkontribusi di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi banyak orang saat ini. Dengan dukungan program ini, ia berharap bisa mendapatkan kembali kestabilan finansial dan melanjutkan kehidupannya dengan lebih baik.
Program MBG Tak Batasi Usia Pekerja
Di tengah tantangan ekonomi dan tagihan yang terus membebani, Dapur MBG muncul sebagai solusi baru bagi Suranto dan mereka yang masih berjuang mencari nafkah di usia senja. Salah satu rekannya yang bekerja di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Karanganyar memberitahukan adanya lowongan pekerjaan di Dapur MBG.
Setelah diterima, Suranto ditempatkan pada bagian kebersihan, dengan tugas membersihkan meja, lantai, dan dinding. Meskipun pekerjaan yang dijalani berbeda dari sebelumnya, Suranto merasa bersyukur karena penghasilannya kini cukup untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, termasuk membayar cicilan bank sebesar Rp 1,3 juta setiap bulan.
“Sangat membantu untuk biaya sehari-hari itu kan berkurang. Tanggungan berkurang,” ungkap Suranto.
Ia juga menghargai program MBG yang tidak membatasi usia tenaga kerja, sehingga memberikan kesempatan bagi mereka yang terdampak PHK di usia yang tidak lagi muda. Hal ini menunjukkan bahwa MBG tidak hanya berfungsi sebagai program makan siang gratis untuk anak-anak, tetapi juga menciptakan peluang ekonomi bagi masyarakat yang rentan.
"Terima kasih Pak Presiden Prabowo Subianto yang telah mendirikan MBG seluruh Indonesia," tambah Suranto.