BGN Pastikan Sekolah Kaya Tak Lagi Terima Program Makan Bergizi Gratis
Kebijakan ini diambil sebagai langkah efisiensi dan penyesuaian anggaran agar penyaluran program lebih tepat sasaran.
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang menyatakan bahwa sekolah dengan kategori mampu atau sekolah kaya tidak lagi menjadi penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kebijakan ini diambil sebagai langkah efisiensi dan penyesuaian anggaran agar penyaluran program lebih tepat sasaran kepada sekolah yang benar-benar membutuhkan.
"Maksudnya yang mampu, yang kaya (tidak lagi dapat MBG). Jadi nanti misalkan sekolah-sekolah kaya. Iya itu kan (Efesiensi anggaran)," kata Nanik kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6/2026).
Efesiensi Anggaran
Meski begitu, ia belum bisa menyampaikan terkait angka pasti dalam efesiensi anggaran tersebut. Mengingat, ia belum bertemu dan melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto.
Rencananya, Nanik akan bertemu dengan Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tersebut pada Jumat (12/6) besok sore.
"(Hasil rapat) Ini kan belum, besok dibahasanya. Belum, belum, katanya besok sore," ujarnya.
"Angkanya sudah, tapi tak laporkan ke presiden dulu loh," ujarnya.
Memberikan Kabar Gembira
Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang menyambangi Istana Kepresidenan, Jakarta. Ia datang dengan menggunakan pakaian berwarna cokelat sekira pukul 14.20 Wib.
Kedatangannya ke istana untuk memberikan kabar gembira terhadap Presiden Prabowo Subianto.
"(Laporan soal) Efesiensi anggaran, kabar gembira. Biar turun, biar turun, efesiensi. Mau lapor Pak Presiden efesiensi," kata Nanik kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (11/6).
Namun, ia belum membeberkan soal berapa nominal efisiensi tersebut. Karena, dia akan lebih dulu melaporkan kepada presiden terlebih dahulu.
Lapor Presiden
"(Efesiensi berapa?) Ya lapor dulu pak presiden, masa aku lapor ke kalian," ujarnya.
Dia pun menegaskan, lebih dulu memberikan laporan kepada presiden terkaitan efesiensi tersebut.
"(Angkanya udah ada belum?) Ya nanti lapor kan dulu pak presiden ya," katanya.